Bagi PUBLIK Figure itu biasa, bagi seseorang itu luar biasa


Bagi seorang publik figure atau seorang yang di idolakan, apapun yang dia lakukan akan menjadi sebuah kebenaran bagi yang mendengar atau menerima. Apalagi jika bertemu dan berinteraksi.

Jika sudah menyukai atau Fans terhadap seseorang, kebanyakan dikita (tidak semua) mengikuti apapun yang diucapkan, apa yang menjadi pandangan dan sikap dari orang disukai tersebut. Malah sampai ada yang mengikuti cara bicara, cara jalan, gaya rambut hingga apa yang dipakai. 

Ada yang masih sedikit rasional, artinya dia mengikuti apa pemikiran dan petuah dari sang public figure, lalu dia akan membela habis-habisan sang public figure jika melakukan kesalahan dengan mencari berbagai pembenaran.

Ada yang sudah tidak rasional, sampai mengikuti bukan hanya pemikiran tapi juga hingga gaya fisik dari public figure. Yang seperti ini biasanya akan membela habis-habisan dengan cara-cara yang tidak rasional juga. Sampai-sampai ada yang akan menghakimi orang yang mengkritik sang publik figure.

Publik figure disini bisa artis, bisa pejabat atau tokoh masyarakat yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat. 

Kita bisa melihat, banyak sekali orang-orang yang menceritakan sosok publik figure yang disukainya dengan berlebih-lebihan, tidak sesuai dengan kenyataan. Saya pernah berbicara dengan seseorang yang menceritakan tokoh yang dipuja saat bertemu didalam sebuah pertemuan. Saya kebetulan ikut bersama publik figure tersebut. Saya tau siapa saja yang berbicara dengan dia, siapa saja yang berfoto dan semuanya itu tidak lebih dari 2 menit setiap orang. Tapi apa lacur? Dia menceritakan mengenai pertemuan yang tidak sampai 2 menit itu hingga 1 jam-an. Menceritakan seolah-olah dia menjadi perhatian sang publik figure. Dan orang-orang seperti ini banyak yang saya temui. Baik hanya mendengar mereka bercerita atau tidak sengaja berbicara saat kumpul-kumpul. 

Foto menjadi pembenaran bagi mereka untuk membual seolah-olah berinteraksi cukup lama dengan publik figure idolanya dan yang mungkin juga idola banyak orang. Agar mendapatkan kesan bahwa dia lebih beruntung dari yang lainnya. Foto yang hanya sebentar bisa menghantarkan mereka untuk bercerita lebih.

Begitu juga kalau kita pergi ke beberapa rumah makan. Ada foto-foto publik figure terpampang di rumah makan tersebut. Malah ada yang Cuma 2 foto publik figure pampang didepan agar pengunjung dapat melihat. Tujuannya jelas untuk pencitraan bahwa rumah makan tersebut dikunjungi oleh Publik Figure, berarti makanannya enak sampai Publik figure saja datang. 

Setelah saya rasa makanannya saya jadi berfikir, mungkin sang publik figure kebetulan melintas dijalan tersebut dan lapar, maka dia minta sama sang supir untuk singgah di tempat makan yang terdekat. Saya pernah ikut dengan publik figure dan memang seperti itu, ketika kita lapar, kita mencari tempat makan yang terdekat, bukan mencari tempat makan yang terkenal enak.

Sebenarnya para publik figure itu saya yakin tidak pernah mengingat pertemuan-pertemuan sekilas tersebut. Karena setiap hari mereka akan bertemu dengan pertemuan-pertemuan seperti itu. Ada yang minta foto, ada yang bicara sedikit dan sang publik figure senyum-senyum, ada yang support dan sebagainya. Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang musisi besar hingga subuh, hanya bertiga. setahun kemudian bertemu lagi saya berbincang-bincang dengan dia, dia tidak pernah mengenal saya lagi dan saya tidak harus mengatakan apakah anda masih ingat saya? Karena saya pikir hal tersebut wajar, karena dia bertemu dengan saya hanya sekali dan pertemuan-pertemuan seperti saya dengan yang lain setiap hari ada saja.

Bagi para publik figure pertemuan tersebut mungkin adalah hal yang sangat biasa tapi bagi para fans yang tidak rasional, hal tersebut akan terus hangat didalam hati mereka, akan terus diceritakan kemana-mana dan akhirnya bisa menjadi sejarah bagi dirinya sendiri. 

Rasional sajalah.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.