Breaking

Wednesday, 8 October 2014

Pengecut itu selalu mengatas namakan Suku, Ras dan Agama untuk memaksakan kehendaknya



"Jangan kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu bersikap tidak adil."


Di NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, tidak dibenarkan:
  1. Sekelompok orang memaksakan suku lain ikuti kebiasaan atau aturan sukunya
  2. Sekelompok orang memaksakan ras lain ikuti kebiasaan atau aturan ras nya 
  3. Sekelompok orang memaksakan Agama lain ikuti kebiasaan atau aturan hukum Agamanya. 

Sebelum Indonesia ada, wilayah ini terbagi dalam beberapa wilayah kerajaan, Beberapa wilayah kekuasaan. Dan masing-masing punya cara sendiri dan aturan sendiri dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. 

Wilayah ini dijajah oleh belanda. Tujuan belanda saat menjajah TIDAK melihat / Memandang Suku, Agama dan Ras apa yang akan di jajah. Belanda menjajah dengan tujuannya menguasai wilayah yang sekarang ini menjadi wilayah NKRI. 

Perjuangan masyarakat melawan belanda tidak hanya DILAKUKAN oleh Suku, Ras atau Agama tertentu, tapi semua Suku, Ras dan Agama yang tinggal di wilayah yang sekarang menjadi NKRI berjuang melawan penjajah. Setiap Ras berjuang, setiap Suku berjuang dan setiap penganut Agama berjuang melawan penjajah. Dan dalam perjuangan itu setiap Suku, Ras dan Agama apapun mengorbankan Jiwa, raga dan harta.

Dari situ timbul yang namanya kesamaan nasib memperjuangkan HAK, akhirnya bersatu memperjuangkan hak. Dari sebuah kelompok-kelompok kecil menjadi sebuah kelompok dengan kekuatan besar, tujuannya satu untuk meraih kemenangan dan kemerdekaan sebagai manusia. 

Kita semua dipersatukan BUKAN oleh Ras, Suku atau Agama tertentu. Tapi kita semua dipersatukan atas nama HAK dan KEBEBASAN. Dan atas Nama itulah kita. Sepakat menjadikan wilayah yang tadinya terpisah-pisah bersatu menjadi sebuah NEGARA yang bernama INDONESIA! 

LALU.....

Kenapa sekarang ada satu pihak yang merasa paling berjasa, paling benar dan paling berhak memiliki Indonesia? Sehingga mereka memaksakan keinginan mereka berdasarkan SUKU, RAS dan AGAMA yang mereka anut? mereka lawan konstitusi yang sudah disepakati bersama! 

Kebenaran dalam sebuah Negara itu berlandaskan KESEPAKATAN yang menjadi sebuah HUKUM. Kebenaran yang berdasarkan Suku, Ras dan Agama TIDAK BISA mengatur hukum yang sudah kita sepakati di dalam NKRI. Dan HUKUM NKRI melindungi setiap Suku, Ras dan Agama yang di miliki dan anut SETIAP orang yang ada di NKRI. Jadi Suku, Ras dan Agama itu dilindungi oleh NKRI, bukan sebaliknya, Aturan dari Suku, Ras dan Agama tertentu yang mengatur NKRI! 

Jika ada yang memaksakan kehendak terhadap HAK seseorang, terhadap agama seseorang hanya karena dia berbeda suku dan ras, maka itu tindakan Barbar dan tindakan Makar terhadap NKRI. 

Kalau dulu penjajahnya berwajah asing, kini banyak penjajah-penjajah baru yang berwajah lokal dan berwajah teduh yang terlihat baik padahal tujuannya memaksakan kehendak. banyak penjajah yang berpenampilan agamis tapi berlaku barbar, karena memaksakan kehendak, merampas dengan paksa Hak seseorang yang dilindungi oleh Konstitusi Negara Republik Indonesia. Ini harus segera ditumpas!

Jika ingin menerapkan aturan Suku, Ras atau Agama tertentu,  Tempatnya bukan di Indonesia. silahkan cari tempat di luar Indonesia. 

Hak asasi kita dilindungi dan di jaga oleh negara Indonesia, jangan juga kita memaksakan hak seseorang menjadi hak kita! itu kurang ajar namanya!  Kita sepakat menjadikan UUD45 dan turunannya menjadi pedoman kita untuk bernegara, dan tidak pernah kita menyepakati negara ini berpedoman pada aturan dari sebuah Ras, Suku atau Agama tertentu! 

Di Hukum Indonesia, Hak individu dan Hak kita berorganisasi di berikan. Begitu mudah kita membuat Organisasi mengatasnamakan Ras, Suku dan Agama tertentu. Hal itu sah-sah saja karena konstitusi Indonesia memperbolehkan, hanya sayangnya (walau tidak semua), tapi ada beberapa Organisasi yang merasa besar kepala ketika sudah menyandang sebagai anggota organisasi tertentu dan menjadi "Polisi" atau penegak dan penentu terhadap kebenaran! Merekalah yang bisa menaasbihkan kebenaran itu. ini konyol namanya!

Dengan begitu mudahnya membuat Organisasi di NKRI, sayangnya tidak dibarengi dengan kualitas dari orang-orang yang ada didalamnya. Dan hal itu yang menjadi benturan dilapangan. benturan itu karena kurangnya KUALITAS SDM didalamnya menyebabkan merasa paling benar sendiri, menjudge yang lain salah dan kemudian memaksakan setiap orang mengikuti maunya, jika tidak maka mereka akan menghukumnya! 

Bagaimana bisa? organisasi di NKRI dilindungi oleh konstitusi tapi setelah lahir mereka malah yang yang mengatur konstitusi dan menjadi malah menjadi konstitusi di negara ini! Perbuatan itu selain melanggar hak orang lain, melanggar konstitusi juga sebagai tindakan barbar. Apakah ada sebutan lain terhadap orang-orang yang memaksakan kehendaknya selain barbar? 

Jangan-jangan malah ada yang memanfaatkan Ideologi, untuk mencari uang, mencari ketenaran, atau malah ada yang "sakit secara kejiwaan" sehingga menyebarkan kebencian dengan berlindung menggunakan nama organisasi

Mari sikapi perbedaan dengan otak dan hati yang bersih. Jangan mudah terprovokasi dengan menggunakan Suku, Ras dan Agama. Karena setiap orang di negara ini punya hak yang sama. Entah itu mayoritas maupun minoritas. 

Mayoritas dan minoritas hanyalah sebuah angka di NKRI, karena hak yang diliindungi oleh Hukum NKRI bukan berdasarkan Prosentase, tapi berdasarkan orang per orang yang hidup di NKRI dan menjadi warga negara NKRI! 

Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak pernah mengangkat POLISI RAS, POLISI SUKU dan POLISI AGAMA. maka dari itu tidak dibenarkan setiap orang yang mempunyai suku, ras dan agama tertentu memaksakan pihak lain yang berbeda Suku, Ras dan Agama untuk ikuti aturan Suku, Ras dan Agama Mereka!  

Kebenaran suatu Ideologi hanya menjadi milik penganutnya dan diterapkan pada penganut Ideologi tersebut. tidak bisa diterapkan atau dipaksakan kepada penganut Ideologi yang berbeda. 

Aneh dan konyolnya ketika ada satu pihak memaksakan Ideologinya kepada pihak lain dengan cara memaksa dan barbar dianggap pihak tersebut adalah suatu kebenaran, tapi ketika pihak lain melakukan hal yang sama, mereka mengatakan bahwa ini pemaksaan kehendak, ini merampas hak asasi, perbuatan barbar dan sejenisnya. itu tindakan pengecut dan mau menang sendiri! 

Atau ada satu pihak memaksakan kehendak agar pihak lain di copot dari jabatannya atau organisasinya dibubarkan.  tapi giliran ada pihak yang meminta untuk copot jabatan atau bubarkan organisasi mereka, mereka marah-marah dan berteriak melanggar Hukum. 

Kalau tidak suka secara pribadi maka saya harus melawan secara pribadi, tidak perlu mengajak-ajak orang lain atau menggunakan organisasi saya.

Misalnya jika saya benci sama ahok. karena Ahok itu non muslim, cina dan saya tidak suka dipimpin oleh yang beda agama dengan saya. yang saya lakukan hanya 2 hal, kalau saya tidak pindah dari Jakarta karena saya harus ikuti aturan hukum di jakarta dan Indonesia, atau saya turunkan dia dari jabatan Gubernur! 

Saya akan memaki Ahok secara jantan. Karena yang saya hajar adalah ahok-nya bukan organisasinya atau partainya. Banci jika saya menyerang Ahok secara pribadi tapi berlindung dibalik organisasi, berlindung dibalik Suku, Ras atau Agama saya. Atau malah saya ajak-ajak orang lain mengeroyok Ahok! 

Kalau begitu, Jelas sekali! selain itu tindakan pengecut, juga itu perbuatan yang sangat hina. omong besar tapi nyali kecil. beraninya berlindung dibalik Ras, Suku , Agama dan organisasi. giliran ditindak tegas oleh aparat, teriak-teriak tidak adil, teriak-teriak dizolimi, teriak-teriak terjadi kesewenang-wenangan! padahal yang bertindak hina adalah kita tapi ketika dibalas tidak terima. 

Sakit jiwa!

No comments:

Post a Comment