Breaking

Tuesday, 28 October 2014

Perampok dan Pembunuh Rakyat itu bernama MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)





Apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)? Sebagian besar rakyat indonesia saya yakin tidak tahu apa itu Masyarakat Ekonomi Asean atau Pasar bebas Asean.

Jangankan MEA, Pasar bebas saja pasti belum banyak yang tahu. Selain memang tidak banyak diberitakan, ternyata penjelasan mengenai hal tersebutpun minim dan sosialisasinya sangat kurang, jika tidak mau dibilang tidak ada. 

MEA ini mencakup 10 Negara ASEAN (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja) dan negara-negara yang telah menandatangani perjanjian bilateral (China, Jepang, Korea, India, Australia, dan Selandia Baru). 

Mungkin bagi sebagian besar masyarakat, MEA itu hal biasa yang mungkin hanya seremonial belaka dan urusan elite. Mungkin masyarakat berfikir hal ini tidak banyak pengaruh bagi masyarakat dibawah. 

Saya coba tidak masuk mengenai penjelasan njelimet tentang Masyarakat Ekonomi Asean. Tapi bicara mengenai dampak apa saja kedepan dan bagaimana potret hari ini mengenai ekonomi indonesia. 

Pasar bebas jika di artikan secara “Telanjang” adalah PASAR TUNGGAL, dimana tidak ada lagi sekat antar negara. Terbukanya perdagangan barang dan jasa , juga terbukanya pasar tenaga kerja. Jadi selain barang dan jasa dari berbagai negara bebas masuk dan keluar, juga Tenaga kerja dari luar negeri bisa bebas bekerja di Indonesia, begitupun sebaliknya. orang berdagang dan bekerja tanpa dibatasi oleh batas wilayah, batas negara. 


APAKAH MASYARAKAT TAHU HAL INI ?


Masyarakat umum belum tahu banyak tentang hal ini, makanya mereka tidak bereaksi.. Jika mereka tahu bahwa hal ini akan membuat mereka dan keluarga mereka terancam, mungkin akan lain ceritanya. Saya tidak tahu kenapa sampai masalah sepenting ini tidak disosialisasikan dengan baik ke masyarakat? 

Pasar bebas ASEAN tidak ada lagi birokrasi perdagangan dan tenaga kerja antar negara. Saya coba jelaskan contoh sederhana yang dapat kita rasakan di sekitar kita. 

Ada seorang pedagang bakso. Dia menjual bakso dengan cara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. dia tinggal di RT 4 dan dia biasa berjualan di RT 5,6,7 dan seterusnya. Dan dia juga bisa berjualan di RW lain, dikelurahan lain, kecamatan lain, bahkan ke kabupaten yang lain. 

Nantinya 2015, dengan dijalankannya pasar bebas Asean akan ada pedagang bakso dari negara lain berdagang bakso ke RT 1,2,3,4,5,6,7 dan seterusnya. Bisa berjualan di RW lain, dikelurahan lain, kecamatan lain, bahkan ke kabupaten yang lain. 

Tadinya ada Mas Slamet tukang bakso keliling yang orang jawa, kini di wilayah tersebut ada Mr. Jiang, Mr. Park jeong, Mr.James, dan sebagainya yang juga jualan bakso! Mr. Jiang, Mr. Park jeong, Mr.James, dan sebagainya juga bisa berjualan baju keliling di RT, RW, Kacamatan dan di suatu kabupaten! Menawarkan kredit baju yang bisa dibayar cicil setiap hari. 

Itu salah satu contoh terkecil yang akan terjadi dalam MEA atau Pasar Bebas ASEAN! 

Pasar bebas diterapkan di Indonesia, di ibaratkan Singa, Macan, ular dan binatang buas lainnya dilepas diarea peternakan ayam, tanpa di ikat dan tanpa diberi makan. Binatang buas itu adalah negara asing, ikatan itu birokrasi atau aturan dan ayam adalah Rakyat indonesia!

Kalau dibilang silahkan kita invasi juga negara Asean lainnya! Kita bisa bekerja dan melakukan kegiatan perdagangan disana! 

Apakah kita lupa? 

Sebelum ada perdagangan bebas Asean kita tidak mampu invasi mereka! yang ada mereka yang melakukan invasi ke indonesia!. Apakah kita lupa bagaimana batik china sangat murah dijual di indonesia? Padahal mereka produksi dan bawa kesini perlu biaya juga. Tapi harga jual dipasar indonesia, batik mereka masih lebih murah dari batik Indonesia! 

Jadi sebelum adanya PASAR BEBAS, INDONESIA sudah menjadi PASAR BEBAS Bagi negara-negara lain! Padahal ada Birokrasi dan sekat-sekat yang tidak mudah, tapi mereka sanggup lewati itu! Apalagi sekarang?! Dengan dibukanya sekat-sekat itu maka semakin lancar Invasi yang dapat mereka lakukan. 

Ini persoalan serius yang sebentar lagi siap mengambil ladang masyarakat Indonesia. Yang siap mengambil posisi pekerja di Indonesia. Ini bukan pemikiran berlebihan, karena ini masalah yang sangat utama dan masalah kebutuhan mendasar manusia Indonesia. Karena ini berhubungan dengan perut dan dapur! 


MASYARAKAT EKONOMI ASEAN MELANGGAR UUD 45 


Jka ada yang bilang dengan pasar bebas, maka akan membuka banyak peluang, membuka banyak kesempatan dan membuka banyak lahan pekerjaan. Tadinya hanya lingkup negara kita di perlebar bisa ke negara ASEAN mana saja. Hal itu memang benar. 

Tapi apakah Masyarakat Indonesia mampu melakukannya? Kita tidak bisa tutup mata, bahwa yang menguasai perusahaan-perusahaan di Indonesia adalah pihak asing. Yang menguasai pengelolaan kekayaan alam kita adalah orang asing. Sampai perusahaan-perusahaan yang berhubungan langsung dengan kepentingan negara itu dikuasai pihak asing. 

Faktanya kita rata-rata bekerja kepada pihak asing. Ini kita tidak bicara soal anti asing atau sebagainya seperti yang sering diteriakkan oleh para aktivis atau organisasi-organisasi yang membenci pihak asing secara berlebihan, Tapi hanya memaparkan fakta bahwa di Indonesia proses ekonomi banyak dijalankan oleh perusahaan yang dimiliki pihak asing. Sampai-sampai restoran besar dan kecilpun sudah dikuasai pihak asing. 

Fakta tentang proses ekonomi dan kekayaan Negara dikuasai pihak asing, jelas-jelas sudah melanggar UUD 45. mari lihat UUD 45. 


Pasal 33 

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 
  3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. 
  5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. 


Pasal 27 ayat 2 
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 

Pasal 28E ayat 1 
Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.

Tanpa ada Pasar bebas, Pasar di Indonesia sudah sangat “Bebas” di Intervensi pihak asing. Apalagi dengan Pasar bebas? 

Tanpa ada Pasar bebas, Pemerintah belum sanggup MELINDUNGI rakyat dan menjalankan amanat UUD 45. Pemerintah belum bisa memberikan HAK rakyat terhadap Pekerjaan dan penghidupan yang layak, 

Tanpa ada Pasar Bebas pemerintah belum sanggup MELINDUNGI Kekayaan alam Indonesia. Apalagi di tambah dengan Pasar bebas? 

ARTINYA APA? 

  • ARTINYA MASYARAKAT INDONESIA BELUM SIAP MENGHADAPI PASAR BEBAS ASEAN. 
  • ARTINYA PEMERINTAH INDONESIA BELUM SIAP MENGHADAPI PASAR BEBAS ASEAN 

KENAPA KITA JADI SEPERTI PELACUR? YANG MAU SAJA MENERIMA PASAR BEBAS ASEAN? PADAHAL NEGARA NKRI ADALAH LADANG BESAR YANG BISA MENJADI SUMBER PENDANAAN NEGARA-NEGARA ASEAN. 


Indonesia punya 3 hal yang tidak dimiliki oleh Negara lainnya. Yaitu: 
  • Indonesia punya Bahan 
  • Indonesia Punya Produksi 
  • Indonesia Punya Pasar 

Kenapa Indonesia malah menjadi "Pelacur" dengan mengikuti keinginan dari pihak lain? Indonesia itu adalah pemilik dari bahan, produksi dan pasar yang dibutuhkan oleh negara-negara asean. 

Pemerintahan Joko wi harus segera memikirkan hal ini, kalau memang sudah terlanjur Indonesia bisa meminta pembahasan ulang dan mengajukan berbagai syarat KHUSUS. Karena Indonesia itu adalah LADANG bagi negara-negara lain. Indonesia punya bahan, produksi dan pasar yang di butuhkan negara lain. 

KENAPA BARANG MAHAL DIJUAL MENJADI MURAH?? 

Jadi kalau ada yang bilang Ini bisa memacu kita untuk berusaha keras! Maka itu dapat terbantahkan karena kenyataan dilapangan sudah menunjukkan bagaimana kelas masyarakat kita dan pemerintah kita. Apakah selama ini hak Rakyat sesuai dengan UUD 45 mengenai mendapatkan pekerjaan dan penghidupan layak sudah dijalankan oleh negara?

Bisa jadi ada aturan pekerjaan yang dimaksud bagi pekerjaan yang bisa masuk ke setiap negara adalah pekerjaan formal dan pekerja Profesional. Pertanyaannya apakah definisi formal non formal? Apakah Definisi profesional dan non profesional? Selama ada pengusaha dan pekerja, ada izin maka itu adalah formal. Selama menekuni disatu bidang maka itu adalah profesional. Jadi itu dapat terbantahkan. Lagian kalau soal profesional, apakah kita selama ini sanggup mengirim tenaga profesional ke luar negeri? Yang ada malah tenaga “profesional” luar yang dipakai di Indonesia. Kita bisa lihat di berbagai lini. 

Kita punya bahan, punya produksi dan punya pasar! Mereka yang hanya punya produksi dan bahan harus import bisa menguasai! 

Mereka yang tidak punya pasar dan harus lempar ke Indonesia, malah mereka yang menguasai! 

Mereka yang tidak punya alat produksi, memproduksi menggunakan tenaga produksi di indonesia, malah mereka yang menguasai! 

Mereka tidak punya bahan, tidak punya produksi dan tidak punya pasar! Tapi mereka mampu berjaya! Ini aneh!! 


Seandainya negara-negara diluar Indonesia memiliki tanah, udara, iklim, bahan, produksi, dan pasar seperti di Indonesia, saya yakin 10000 persen! Mereka akan menolak Perdagangan bebas! 

Kenapa mereka menolak?? 

Karena mereka sudah MENGUASAI dan mereka DIBUTUHKAN! 

Kekuatan mereka karena mereka berani! Negara mereka yang malah menjalankan apa yang tercantum di UUD 45. tanpa mereka memiliki seperti apa yang dimiliki Indonesia saja, mereka berani untuk menguasai! Apalagi jika mereka di beri keberkahan seperti di Indonesia? Mungkin mereka akan memonopoli perdagangan dunia dengan tangan besi! 

Harusnya berfikir kedepan, keputusan penguasa yang hanya menjabat 5 tahun, bisa menyengsarakan Indonesia kedepan selama bertahun-tahun. Menghancurkan masyarakat yang sampai detik ini tidak bisa mereka jamin mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Yang ada Pemerintah selanjutnya selain diwarisi hutang, kebobrokan ditambah lagi dengan masalah perdagangan bebas. 

Seharusnya pemerintah mengukur apakah sudah mampu rakyatnya? Apakah pemerintah sudah mampu mengatasi masalah ekonomi dengan kebijakan yang selama ini mereka lakukan? Apakah kerusakan selama ini sudah bisa diatasi? 

Untuk mengurus sebuah pasar saja pemerintah tidak mampu, untuk melakukan Intervensi harga saja pemerintah tidak mampu, Menurunkan nilai dollar terhadap rupiah saja tidak bisa selama hampir 15 tahun! kenapa sekarang membebaskan pasar bebas? 

Apakah mereka sudah menjalankan UUD 45? Hak rakyat mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak sudah dilakukan? 

Banyak rakyat menganggur, banyak perusahaan lokal ambruk, PHK, rakyat kurang modal, prasarana, kebijakan, dan sebagainya dan sebagainya. Untuk mengurangi itu saja tidak bisa, bertambah malah iya!. Artinya kesempatan dan HAK rakyat belum sama sekali terpenuhi. Sekarang malah HAK yang belum terpenuhi itu dibuat semakin jauh! karena rakyat harus terbagi dan bersaing lagi dengan datangnya orang asing dengan bebas! Di Internal saja untuk dapatkan pekerjaan harus ada persaingan, kini ditambah lagi orang asing? Di Internal saja produk buatan masyarakat dibawah harus saling bersaing ketat, kini ditambah lagi dengan produk dari luar negeri. 

Mau alasan apa pemerintah? 

Apakah dengan alasan bahwa akan terbuka lapangan kerja? Kalau itu alasannya, maka betapa bodohnya, Karena sudah tidak ada lagi birokrasi atau setidaknya hanya ada birokrasi minim (jika ada), maka pekerja dari luar negeri bisa berbondong-bondong datang. selain menjadi pemodal, datang juga sebagai pekerja produksi, datang sebagai pengelola bahan  dan sebagainya. 

Bukankah sekarang banyak para pemilik lahan di Indonesia adalah orang asing dan pekerja atau penggarapnya orang indonesia? 

Mau suruh pekerja dan pengusaha kita melakukan hal yang sama? Bagaimana bisa sama seperti mereka? pasar itu ada di indonesia, bukan di negara luar! 

Ini bukan seperti pergerakan anti asing yang membabi buta, mereka tidak salah, yang salah adalah pemerintah kita. Pemerintah tidak melihat realita rakyatnya. Tanpa pasar bebas, ekonomi kita sudah terjajah, perusahaan-perusahaan yang menangani hajat hidup orang banyak sudah dikuasai asing, pemilik perusahaan-perusahaan orang asing. kita hanya menjadi KULI dan KONSUMEN! Bayangkan tanpa pasar bebas, kita sudah menjadi bangsa kuli! Jika Pasar bebas berlaku, maka untuk posisi kuli saja kita susah mendapatkannya! 

Efeknya terjadi persaingan kerja yang sangat tinggi! Yang jelas bagi pihak asing, posisi terbaik diberikan kepada bangsa mereka! Yang tidak terbaik dijadikan kuli di Indonesia. Jadi rakyat kita untuk menjadi kuli pun harus bersaing dengan orang-orang asing! Lihat para pekerja negara asean diluar Indonesia yang menjadi kuli di negara lain, di negara yang tidak semudah para di Indonesia pekerja kasar mendapatkan pekerjaan. jika sudah terjadi Pasar bebas ASEAN, maka mereka akan berbondong-bondong ke Indonesia! Misalnya pekerja bangladesh dan kamboja. Upah mereka lebih rendah dari pada upah pekerja Indonesia. 

Sebelum ada Pasar bebas saja kita tidak mampu bersaing. dengan pasar bebas pekerja asing bisa masuk ke kita dengan bebas. Maka yang terjadi untuk menjadi kuli saja, Rakyat Indonesia mau dibayar murah asalkan bisa untuk makan! 

Jika dibilang ada aturan ketenagakerjaan di indonesia, maka silahkan saja terapkan! Pihak asing yang membuka usaha di Indonesia akan mempekerjakan tenaga kerja dari negara mereka! Lebih baik mereka upah pekerja di negara mereka, agar warga mereka dapat bekerja! Dan perputaran uang jatuh ke negara mereka. 

Ingat sentimen kebangsaan pasti ada! Ujung-ujungnya agar bisa makan rakyat indonesia bilang, ok saya terima saja bekerja dengan upah minim. Mau berharap terhadap pemerintah? Bagaimana bisa? Sekarang saja belum Pasar bebas Asean pemerintah tidak bisa melindungi hal tersebut! Bagaimana jika MEA sudah diberlakukan? 

Kalau hanya bicara, meng invasi balik, Apakah kita bisa seperti Pekerja kebersihan diluar sana? Mereka bisa berwisata ke indonesia, mereka bisa mengunjungi berbagai daerah di Indonesia! mereka bisa karena dibandingkan dengan nilai mata uang kita, nilai yang kecil disana bisa menjadi uang yang besar di Indonesia! karena nilai tukar uang yang timpang. Jadi mereka lebih cukup mudah untuk invasi. 

Coba bandingkan dengan kita! Dengan gaji 5 juta sebulan, kita belum mampu untuk berwisata seperti mereka. Jangankan berwisata ke luar negeri, berwisata ke tempat wisata di Indonesia saja tidak mampu! 

Faktanya kita masih sangat rapuh! Tapi Indonesia adalah surga bagi negara asing! Bahan, produksi dan pasar ada di indonesia! Makanya tidak heran wilayah di negara kita ini pertama kali dijajah karena rempah-rempah! 

Jika pemerintah beralasan akan ada pembatasan-pembatasan nantinya, berarti ini bukan Pasar Bebas! Kalau soal barang-barang haram, Ok lah itu ada bagian lain yang punya domain. Domain hukum di negara masing-masing. Pasar bebas jelas adalah sebuah hutan perawan! Welcome to the jungle! 

Jika pemerintah bilang, akan menambah lapangan pekerjaan, sudah terbantahkan… 

Jika pemerintah bilang, bisa memacu kita untuk dapat berusaha semakin keras, jelas itu pernyataan konyol, membiarkan rakyatnya terlibat dalam perang ekonomi! Masalah semangat bukan urusan pemerintah, karena urusan pemerintah adalah membuat sistem yang bisa melindungi dan sejahterakan rakyat! 

Kalau kita menolak MEA kenapa? Apakah ini sebuah keharusan Sehingga pemerintah mau tidak mau harus ikut? Karena mau dilihat dari sudut manapun tidak ada baiknya dan tidak ada sedikitpun keuntungannya bagi Indonesia. 

Saya yakin jika face to face dengan pemerintah Indonesia, mereka tidak akan pernah dapat menyebutkan 1 saja kelebihan pasar bebas yang bisa menguntungkan Rakyat Indonesia dengan kondisi sekarang ini!  Jadi untuk apa?? 

Mengikuti pasar bebas bukan kewajiban! Bukan keharusan! Kenapa tidak benahi dulu kekacauan yang ada? Membenahi dulu hak rakyat yang belum diberikan? Kenapa mereka tidak bekerja sesuai dengan amanah UUD 45? Mereka di gaji hanya untuk membuat kekacauan? Ataukah mereka memang dibayar untuk membuat kekacauan? 

Tolak saja pasar bebas! Kenapa harus takut? Kan tidak ada unsur pemaksaan? Jika pemerintah ngotot, berarti ada sesuatu dibelakangnya. Yang jelas sesuatu itu bukan untuk rakyat! Jika sudah terlanjut menandatangani, minta pembicaraan ulang dan berikan syarat-syarat. Walaupun namanya Pasar Bebas, tetap saja Indonesia sebagai ladang yang sangat besar harus memberikan syarat-syarat yang nantinya bisa melindungi warga negaranya. Jika syarat-syarat itu tidak bisa diterima, Indonesia keluar saja! 

Dibandingkan dengan negara-negara yang menolak, indonesia seharusnya ada pada posisi pertama yang menolak. Kenapa? karena itu tadi, Kita punya Bahan! Kita punya produksi! Dan kita punya pasar! Dan kesemuanya itu dibutuhkan oleh bangsa lain! sehingga aneh kalau didikte! 

Kalaupun ternyata kita tidak mempunyai tiga hal tesebut, maka semakin konyol lagi ketika kita malah membuka kran pihak asing untuk masuk ke negara kita dengan pasar bebasnya. 

Dari pandangan kenyataan sekarang ini, misalnya malaysia! Mereka mampu menginvasi ke negara lain, Mereka mampu menampung TKI kita dan negara lain, mereka mampu bersaing, tingkat kesejahteraan rakyatnya membaik, jadi mereka bisa untuk bersaing di dalam pasar bebas asean. Kalau kita? 

Mari kita lihat fakta-fakta ini..
Indonesia adalah wilayah terluas ke 13 di Dunia! Dan nomer 1 di Asean.
Indonesia adalah Negara berpenduduk terbanyak ke 4 di dunia dan nomer 1 di Asean 

Jadi dengan beban sebegitu besar, dengan kondisi hari ini di Indonesia, maka dapat dibayangkan Indonesia akan menjadi bulan-bulanan dan sapi perah negara-negara lain. Indonesia hanya menjadi perahan dan kita adalah sapi-sapinya! 

Jika masyarakat diberbagai tingkat tahu bahhwa MEA itu seperti ini maka dapat dipastikan akan banyak sekali penolakan! Pemerintah tidak melakukan sosialisasi Pasar bebas ASEAN ini! Kenapa? Karena mereka tahu jika fakta pasar bebas ASEAN di sosialisasikan dengan benar, akan terjadi gelombang penolakan yang sangat besar! 

Apa-apaan ini? Untuk hal yang maha besar efek negatifnya, pemerintah melakukan publikasi minim dan tidak ada penjelasan yang bisa dimengerti oleh rakyat. Kenapa bisa rakyat tidak tahu? Silahkan kita tanya orang-orang terdekat kita. Baik tetangga, keluarga atau kawan di pekerjaan. Apakah mereka tahu apa itu MEA? Apa itu pasar bebas ASEAN? Yakin mereka banyak yang tidak tahu. 

Kenapa masalah perut, masalah dapur rakyat Indonesia tapi sosialisasinya sangat kurang dan nyaris tidak terdengar? Ada apa ini?? 

Pasar Bebas itu bertentangan dengan UUD 45. karena pemerintah menyerahkan tanggung jawabnya ke pasar. Pemerintah Jokowi harus berani menyatakan tidak terhadap MEA! Mereka yang perlu kita bukan kita yang perlu mereka 

UUD 45 ada untuk melindungi negara ini, melindungi negara kaya ini, ketika pemerintah melangkahi UUD 45 maka cepat atau lambat Indonesia hancur! Karena indonesia adalah ladang yang tidak ada habisnya untuk digarap dan diambil hasilnya. 

Jika ada yang bilang, dengan MEA atau Pasar bebas ASEAN, Rakyat bisa melakukan kerja keluar negeri, bisa berdagang diluar negeri, jawabannya... Boro-boro beli tiket pesawat, modal dagang saja kurang! 

Tolak PASAR BEBAS ASEAN! 

No comments:

Post a Comment