Breaking

Friday, 24 October 2014

Secara hukum Ahok Gubernur DKI. yang bilang bukan, dapat dipastikan bodoh.


Untuk resmi menduduki jabatan Gubernur DKI jakarta, Plt Gubernur Basuki Tjahja atau yang akrab dipanggil Ahok mendapat sedikit rintangan. Ahok yang sudah bukan anggota partai manapun sekarang ini  seharusnya menggantikan posisi Gubernur yang ditinggalkan oleh Joko Widodo yang kini menjabat sebagai Presiden RI.

Menurut KONSTITUSI Ahok harus segera dilantik karena itu adalah Hak beliau secara konstitusional. masalah suka dan tidak suka kepada ahok itu lain cerita, tapi ini masalah hak warga negara dan hak yang diberikan secara konstitusi. tidak bisa kebencian terhadap ahok kemudian kita menjadi zolim merebut hak asasi seseorang. 

Ada yang mau menjegal Ahok menggunakan Perppu No.1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang dikeluarkan dan ditangani Presiden SBY pada tanggal 2 Oktober 2014. mereka mengatakan bahwa UU Pemerintah Daerah No. 32 tahun 2004 sudah tidak berlaku lagi, dan mereka katakan pada pasal 173 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa jika GUBERNUR BERHALANGAN TETAP tidak serta merta Wakil Gubernur menggantikannya. 

Pasal itu dipakai untuk menjegal Ahok! 

Tapi mereka lupa, mungkin saking Bencinya sama Ahok atau saking Rakusnya ingin mendapatkan kekuasaan Gubernur, mereka hanya  membaca 1 pasal saja lalu sebarkan ke media dan tidak membaca pasal yang lainnya didalam Perppu tersebut. 


Pasal 203 ayat 1 : "Dalam hal terjadi kekosongan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang diangkat berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota menggantikan Gubernur, Bupati, dan Walikota sampai dengan berakhir masa jabatannya." 

Jelas pada Pasal 203 ayat 1 Ahok SAH menjadi GUBERNUR DKI Jakarta, Menggantikan Joko Widodo. 

Kebodohan-kebodohan ini dipertontonkan ke rakyat, mereka mencari-cari celah agar supaya Ahok tidak jadi dilantik. ini perbuatan biadab dan sangat bertentangan dengan konstitusi, dimana setiap warga negara berhak dipilih dan memilih, setiap warga negara dilindungi hak asasinya. 

Para politisi yang haus kekuasaan dan yang dipenuhi rasa benci ditambah ormas-ormas yang tidak suka ahok dikarenakan kebencian pribadi, mencoba mencari jalan untuk MEMANIPULASI UU dengan tujuan untuk menjegal Ahok.

Joko Widodo dan Ahok resmi di lantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Menteri dalam Negeri. inilah kenapa didalam Perppu ada pasal 203 ayat 1, karena Perppu dan UU Kepala daerah tahun 2004 sangat berbeda sekali. 

Kepala daerah yang dilantik berdasarkan UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah pasti akan bertentangan jika diterapkan  Perppu No. 1 Tahun 2014 di "Tengah Jalan" seperti kejadian pada Ahok sekarang ini. makanya Pasal 203 ayat 1 itulah jawabannya. 

Salah satu contoh, Ahok yang Wakil Gubernur dulu di lantik oleh Menteri Dalam Negeri, kalau di Perppu aturannya Wakil Gubernur itu dilantik oleh Gubernur! kan jelas sudah berbeda. belum lagi perbedaan lainnya. 

Jika pasal 203 ayat 1 itu tidak ada di PERPPU maka akan menjadi multitafsir, tapi dengan adanya pasal itu maka TIDAK ADA LAGI MULTI TAFSIR!

Lalu kenapa dipermasalahkan???

Jadi jika ada politikus yang ingin diskusikan masalah ini dengan MA, dapat dipastikan orang itu ingin "Mencari Panggung" dan mencari makan.   

Jika ada talkshow di TV yang memuat soal Multitafsir soal pasal untuk Ahok, dapat dipastikan bahwa TV itu punya kepentingan rating atau pemilik TV ingin Ahok lengser, 

Jika ada Pengamat Politik yang menyatakan ahok tidak bisa dilantik, dapat dipastikan bahwa mereka adalah para MAKELAR Politik yang sedang mencari makan untuk anak istrinya, 

Jika ada Ormas yang bilang secara konstitusi ahok tidak bisa diangkat menjadi Gubernur dapat dipastikan Ormas bayaran atau ormas yang ingin mencari nama di media.

Tidak ada yang perlu diperdebatkan! yang memperdebatkan apalagi bilang Ahok tidak bisa dilantik, maka 100 % dapat dipastikan orang-orang itu adalah: Politikus Rakus Jabatan, Pihak yang Sakit Hati, Pihak yang ingin mencari nama dan pihak yang ingin mencari makan.  


Ada yang bisa membantah??

No comments:

Post a Comment