Breaking

Thursday, 16 October 2014

Terima Kasih Pak SBY! Selamat bekerja Pak Jokowi..


10 Tahun kita sudah terbiasa dengan penyebutan nama SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Ketika bicara tentang Presiden maka otak kita otomatis mengatakan SBY. mau kita bicara soal Presiden Amerika, Presiden Brazil dan presiden negara lainnya, di otak kita tetap terngiang nama SBY.

Tanggal 20 Oktober 2014, Presiden SBY telah selesai menunaikan tugasnya. Tugas yang diamanahkan kepadanya selama 10 tahun. Banyak hal yang sudah dilalui oleh beliau ketika menjadi orang No.1 di negeri ini. Berbagai jenis keputusan sudah banyak dilakukannya, Baik dalam keadaan mendesak maupun tidak, Baik keputusan yang menjadi kontroversi maupun tidak. 

Pujian, hinaan, makian adalah bagian yang memang harus dilewati oleh seorang Presiden, tidak terkecuali SBY.  termasuk serangan-serangan yang sudah masuk ke ranah pribadinya. Itu adalah bagian yang harus dilewati, karena setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda. tidak bisa setiap orang dipaksa harus membedakan mana keputusan SBY sebagai presiden dan sebagai pribadi.  

Tapi saya tidak akan membahas mengenai Pro kontra keputusan, karena itu bagian dari Demokrasi dan bagian dari sejarah kepemimpinan bangsa ini.

Tanggal 20 Oktober 2014, hari terakhir SBY menjabat sebagai Presiden RI, dan selanjutnya kita akan bertemu lagi dengan SBY yang ketua Umum Partai Demokrat. Tidak lagi sebagai Presiden. 

Ada fakta menarik dari SBY. Selain beliau adalah Presiden RI pertama yang dipilih oleh rakyat, beliau ternyata Presiden pertama yang menghantarkan Presiden selanjutnya agar dapat melakukan tugas dengan baik. SBY adalah Presiden RI pertama yang memfasilitasi Joko Widodo agar bisa siap bekerja pada hari pertama menjabat!  

Hitungan begini...., 

Peralihan kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Presiden Soeharto dalam keadaan yang tidak harmonis dan normal. Peralihan ini meninggalkan luka antara Soekarno - Soeharto. 

Pada rezim soeharto begitu juga, ditengah jalan diturunkan dan digantikan oleh habibie. setelah menjabat, Habibie pun digoyang untuk segera turun, Habibie setuju dan kemudian hantarkan untuk Pemilu kembali. Habibie tidak menyelesaikan masa waktu 5 Tahun Kepemimpinan Soeharto. Kondisinya peralihan jelas tidak normal. 

Ketika pemilihan Presiden selanjutnya dengan sistem dipilih parlemen, Gus Dur naik menjadi Presiden RI. Ditengah jalan Gus dur diturunkan dan digantikan oleh Megawati yang sebelumnya sebagai wakil presiden. Kemudian di tahun 2004 ada Insiden antara Megawati dan SBY ketika SBY akan mencalonkan diri menjadi Presiden. Insiden ini yang mengakibatkan SBY mundur dari posisi menteri. Kemudian pada Pemilu 2004 SBY menang dan menjadi Presiden.

SBY Memenangkan Pemilu Presiden secara langsung dan mengalahkan Megawati. Tapi kita semua tahu, Peralihan Megawati ke SBY tidak berjalan lancar, dan hubungannya tidak harmonis hingga hari ini. 

Bagaimana peralihan dari SBY ke Joko Widodo? Pada rezim inilah Presiden selanjutnya benar-benar dibimbing dan di fasilitasi untuk peralihan jabatan, Hal ini dilakukan SBY agar supaya sejak hari pertama, Jokowi sudah mengetahui apa yang akan dilakukannya sebagai Presiden. Jokowi tidak perlu meraba-raba seperti Presiden-Presiden sebelumnya. 

Suka tidak suka, Pro atau kontra, kita harus mengakui bahwa SBY lah satu-satunya Presiden yang berkomunikasi, memfasilitasi, menghantar dan memberikan ruang bagi Presiden selanjutnya agar proses jalannya pemerintahan tidak terputus-putus! 

Kalau ada yang mempermasalahkan mengenai kebijakan SBY yang sebagai presiden selama ini, tidak perlu lagi karena kebijakan selanjutnya ada ditangan Jokowi. Waktunya kita kritisi, Apresiasi, berikan masukan dan ingatkan kalau salah. 
SBY sudah lewati era itu dan kita semua sudah terlibat dalam proses demokrasi untuk kritisi, Apresiasi, berikan masukan dan ingatkan SBY dalam posisinya sebagai presiden RI. Selanjutnya mungkin akan ada kritik dan pujian yang akan kita lontarkan kepada SBY, tapi SBY yang seorang politikus dan ketua umum Partai, Bukan SBY yang Presiden. 

Satu hal yang pasti adalah terlepas dari kelebihan dan kekurangan, terlepas dari negatif dan positif nya SBY. Suka tidak suka kita harus akui bahwa hingga detik ini, Negara kita masih tetap NKRI, tidak ada wilayah yang melepaskan diri dari NKRI dan kondisi keamanan dan kenyaman rakyat masih terjaga. 

Itu adalah sebuah pencapaian yang tidak mudah! 

Terima kasih Pak SBY! 
Selamat menjalankan Amanah Rakyat Pak Joko Widodo!

No comments:

Post a Comment