Breaking

Monday, 10 November 2014

Ini bukan Misionaris, tapi strategi menciptakan kegentingan Nasional



Jika di video tersebut benar apa adanya dan tanpa rekayasa, maka polisi harus segera bertindak. 

Di dalam acara "Car free day" memang banyak pihak cara setiap orang atau sekumpulan orang membuat kegiatan mengekspresikan diri. Cara-cara mengekspresikan diri sah-sah saja selama tidak memasuki atau mengganggu wilayah privasi apalagi dengan cara memaksa dan mempengaruhi orang untuk keluar dari keyakinan mereka.

Pada video tersebut terbukti ada pembagian kalung, kain, susu setelah pembacaan puisi dan kain. Orang-orang yang menyebarkan itu terekam jelas dan tidak menolak untuk di wawancarai, walaupun ketika ditanya apakah ini dari gereja mereka mengatakan tidak. 

Bukti yang lain adalah dalam pembacaan itu selain logo burung yang sering ada di gereja, ada bahasa-bahasa yang "menjurus" ke bahasa doa umat kristen. Tapi yang sangat jelas adalah rekaman ketika seorang nenek berjilbab dipaksa, dipengaruhi dan ditekankan untuk mengakui "yesus". Bagi saya ini sudah perbuatan yang sangat- sangat tidak bisa dibenarkan. karena betul-betul melecehkan.


Perbuatan ini melanggar hukum yaitu: 

KUHP BAB V - KEJAHATAN TERHADAP KETERTIBAN UMUM

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
(a). yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia


Tapi lebih daripada itu, ada yang lebih penting lagi dari penjelasan diatas dengan beredarnya video ini, Mari kita menganalisa: 

Pertama,
Kita paham dan terbuka saja, bahwa di golongan agama manapun ada sekelompok orang yang punya kepentingan atau kerjanya menarik golongan agama lain untuk masuk ke dalam golongan agama mereka. dan hal itu kita sama-sama tahulah. tapi tidak semua melakukan itu, karena banyak umat di setiap golongan agama berpandangan bahwa  keyakinan adalah urusan masing-masing, tidak perlu saling mengganggu yang lebih penting adalah hubungan sosial antar manusianya, tanpa melihat golongan agama tertentu.

Jadi bagi saya, cara-cara yang dilakukan di dalam video itu adalah cara-cara yang sangat tidak terpuji dan tidak pada tempatnya. Penganut Agama kristen pun saya yakin tidak bisa menerima dengan cara-cara tersebut.


Kedua, 
Hal ini yang sangat penting dan menjadi hal yang perlu di lakukan secara serius karena bisa mengganggu hubungan antar umat beragama di Indonesia

Kenapa mereka begitu terang-terangan? dan membiarkan diri mereka di sorot sehingga menimbulkan BUKTI? ini sudah cukup menjadi pertanyaan besar.  Bayangkan di tempat terbuka di tempat Mayoritas Umat Muslim di negara ini, mereka berani terang-terangan membuat kegiatan yang "Menyerempet" dan malah terang-terangan mengajak dan memaksa meyakinkan seorang nenek muslim, menggunakan Jilbab untuk mempercayai Yesus. 

Kalau bicara itu adalah strategi untuk menarik orang pindah keyakinan, maka cara yang dilakukan di video tersebut adalah strategi yang sangat buruk dan bisa dibilang terburuk. karena untuk merubah keyakinan orang dan masuk ke keyakinan mereka yang digunakan adalah hati bukan dengan cara simbol-simbolan.

Saya yakin ini bukan strategi untuk  menarik orang untuk pindah keyakinan. tapi strategi yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian dan memuncukan kontroversi! 

Begini, Sebodoh-bodohnya orang, tidak ada orang yang tidak tahu akan resiko yang akan dia hadapi di keramaian. cara seperti itu apalagi sudah di beritahukan oleh orang yang merekam ke pengunjung "Car Free day", maka akan cepat tersebar dan menyulut emosi, akan memicu kemarahan. Atau setidaknya para pengunjung akan melaporkan ke polisi yang ada di area "Car Free day" bahwa ada kegiatan yang merugikan mereka. Jadi ini adalah strategi untuk memunculkan Kontroversi! 

kalau ada yang berpendapat ah mana bisa sih simbol-simbol bisa merusak akidah seseorang? hanya sebatas puisi, permen? hanya sebatas susu?. Saya sepakat dengan pendapat itu dan saya rasa orang yang melakukan itupun sepakat. tapi kenapa mereka masih melakukan? kan tidak mungkin mereka akan melakukan hal yang sia-sia jika tidak ada tujuannya? 

Dan saya yakin tujuannya untuk menimbulkan efek negatif, efek masalah dan menjadi kontroversi.

Saya berpendapat, kalau mereka dipanggil atau dipermasalahkan maka akan menjadi kehebohan dan itu yang memang di inginkan oleh mereka. Tapi jika hal ini dibiarkan, tetap saja hal ini akan menjadi ramai, karena setiap orang sudah terlanjur mengetahui dan menerima link video ini di Handphone mereka masing-masing. 

Jadi tanpa ada Laporan dari Masyarakatpun, Pihak kepolisian sebaiknya memanggil dan menguak hal ini. karena hal ini berpotensi kuat menjadi masalah besar ke depan dan mengganggu hubungan antar umat beragama di Indonesia. jika dibiarkan maka akan timbul macam-macam penafsiran yang bisa membuat berbagai pihak saling menyerang dan membenci. 

Kondisi yang multitafsir bisa saja memang menjadi TUJUAN UTAMA pihak-pihak yang ada di belakang layar. mereka ingin menciptakan hal ini, mereka ingin menciptakan perbedaan pendapat agar menjadi permasalahan nasional. entahlah apa keuntungan yang mereka incar dengan adanya masalah ini. dan itu pasti, bahwa ada keuntungan pribadi atau golongan yang dicari dengan masalah ini menjadi isu Nasional.

Jangan sampai telat, Jika sudah terlanjur banyak penafsiran dan emosi, sudah banyak pro dan kontra baru pihak kepolisian menguak, maka kebenaran apapun yang dikuak tidak akan berarti lagi. Dikarenakan penafsiran-penafsiran yang berkembang sudah menjadi sebuah kebenaran.  

Secara hukum sudah terpenuhi, jadi mau tunggu apa lagi? 

Tapi sebelum menutup tulisan ini, saya punya sedikit keheranan secara teknis. kalau pembaca teliti ada hal yang cukup mengganggu. tapi mungkin karena ketidakmengertian saya secara teknis mengenai kamera. Coba perhatikan pada menit 14:08 di video ini, dengan jarak rekam sekitar 5 meter dan di zoom, ucapan si Nenek terdengar begitu jelas dan lancar diantara sebegitu ramai orang lalu lalang. suara si nenek bukan seperti suara nenek-nenek pada umumnya tapi seperti suara anak remaja. suara rekaman yang jelas itu  mengatakan "oh gak, saya bukan, bukan ngurusin Tuhan Yesus" . ketika kameramen nya mendekat dan merekam tepat di depan si nenek dan ibu-ibu yang meyakinkan nenek tersebut tentang Yesus, suaranya malah tidak begitu terdengar, karena bising suara orang di sekitarnya dan baru terdengar ketika intonasi si ibu-ibu itu agak meninggi, padahal jaraknya sudah sangat dekat. belum lagi ekspresi si Nenek tidak menunjukkan sikap seperti omongannya yang sebelumnya, ucapan-ucapannya juga lemah. tapi bisa jadi saya salah..

Langkah ini bukan berlebihan, karena video ini sudah tersebar dan kita tahu bagaimana karakter sosial masyarakat di Indonesia dalam menyikapi hal-hal seperti ini. sudah banyak contoh, hal-hal kecil saja bisa menjadi hal yang besar ketika disulut oleh para oknum, apalagi? ini masalah keyakinan dan "pemaksaan" keyakinan? 

Bisa berabe urusannya... , Tolong pihak berwajib segera sikapi dan kuak apa tujuan dari semua ini!  

No comments:

Post a Comment