Kita sibuk ribut, pihak luar sibuk panen emas kita ! (Belajarlah dari Jim Carrey)


Pemecatan Presiden, Pembubaran DPR, Demo sara, isu-isu agama, isu-isu korupsi, bongkar pribadi sana-sini dan tema-tema sejenis lainnya kini menjadi santapan kita sehari-hari. dan isu-isu itu akan bertambah pada hari-hari selanjutnya. kita akan menemukan banyak hal atau isu-isu lain kedepan. Isu-isu dan hal-hal yang hanya menjadi perdebatan panjang yang berujung emosi. 

Semuanya di permasalahkan, di besar-besarkan, pengamat-pengamat konyol di beri ruang bicara, semuanya di dramatisir. Pro-kontra di buat. mereka saling debat tentang hal yang tidak menjadi sebuah penyelesaian.

Kelompok-kelompok yang berbicara tanpa solusi dibuat berbicara, yang punya solusi tidak dipublikasi atau diperkecil ruang publikasinya. yang ngalor-ngidul dipublikasi, sahut menyahut perdebatan yang tidak berujung.

Apakah kita tidak menyadari bahwa kita adalah "Wayang Berdasi"? 

Ikut Petisi A petisi B, menyebarkan isu-isu yang bisa memicu emosi masyarakat di perbanyak, perdebatan-perdebatan yang memicu emosi masyarakat di sebar dan diberi pangung. pertempuran isu negatif di media online juga salah satu bagian untuk mempertahankan dan menyuburkan isu.

Tidak su'udzon (berburuk sangka) tapi faktanya, kita sekarang ini tidak bisa bekerja maksimal, ekonomi stag! Para wayang berdasi saling menjegal, saling ancam, saling mengkudeta, saling menutup ruang, saling sandera. belum lagi yang ingin menonjol dan terlihat hero, mereka akan membuat pernyataan-pernyataan kontroversi, pernyataan yang berbeda agar dilihat dan dilirik tapi isinya bukan solusi tapi membuat emosi. Belum lagi para pengamat-pengamat konyol dan organisasi-organisasi konyol yang mencari nafkah dari isu. Mereka bersaing untuk mendapatkan Eksistensi. 

Para Wayang merasa mereka adalah pembuat kebijakan, penentu kebijakan, tapi mereka tidak melihat keatas, ada Dalang yang menjalankan hal ini. Mereka terlihat keren dan gagah berdasarkan skenario sang sutradara. Ini ibarat Reality Show, sang sutradara memberikan "Amunisi", "Dasi" dan "jabatan" agar supaya tetap terjaga kenormalan konfliknya 

Permainan ini tidak di ketahui oleh para Wayang berdasi. karena para dalang memang menciptakan SITUASI bukan menciptakan AKTOR. 

Jika semua pihak 1 hari saja mencoba membuang keberpihakan, buang kepentingan pribadi , buang kepentingan politik, buang kepentingan mencari nafkah dari isu, dan hal-hal lain yang mereka lakukan sekarang ini. 1 hari saja! 

Coba melihat keluar, melihat efek dari apa yang mereka perbuat, saya yakin mereka akan terkejut dan menyadari bahwa mereka ada dalam REALITY SHOW. Mereka menjadi aktor tanpa di minta, mereka menjadi aktor untuk menyampaikan pesan dan membuat situasi sesuai dengan keinginan pemilik acara REALITY SHOW. 

Kalau sudah menyadari, para Wayang Berdasi silahkan berkumpul, duduk bersama. Gencatan senjata untuk SEMENTARA. saling berbicara dengan dasar yang sama bahwa mereka semua menjadi Wayang Berdasi. harus saling sepakat bahwa "Perang politik" tidak berhenti, tapi untuk sementara di hentikan dikarenakan senasib. mereka semua DIPERALAT untuk MEMULUSKAN RENCANA PIHAK KE 3.

Silahkan nonton Film yang di perankan oleh Jim Carrey tahun 1998 yang berjudul "The Truman Show". untuk membuka mata kita semua bahwa yang terjadi di Indonesia sekarang ini tidak berbeda jauh dengan cerita Film tersebut. Film tersebut mengisahkan bahwa Proses hidup Jim Carrey ternyata di tonton dan di jadikan konsumsi untuk mendapatkan keuntungan. 

Jim Carrey nyata hidup, bersosialisasi, bekerja dan sebagainya tapi diarahkan tanpa dia sadari... 

Selanjutnya, buat kesepakatan dan di implementasikan didalam kebijakan, bagaimana MENGKUDETA SANG DALANG. Buat bersama-sama kebijakan untuk memuluskan Proses ekonomi. Buat kebijakan yang membuat rakyat bisa melakukan kegiatan ekonomi dan Persempit ruang pihak luar melakukan kegiatan ekonomi. 

Buat kebijakan tegas terhadap pihak luar yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia dan Hentikan segala suplay dana dari negara luar untuk organisasi-organisasi di Indonesia. dilarang keras pihak luar mengambil data-data tentang kondisi dan permasalahan di indonesia. pidanakan jika terbukti ada kegiatan pengumpulkan informasi dari masyarakat oleh pihak asing atau agen pihak asing. Terapkan hal itu! biarkan proses ekonomi rakyat berjalan, setelah itu terserah jika mau melanjutkan  "Perang Politik".

Politik adalah candu dan permainan yang menyenangkan, tapi jika semuanya bicara dan bersolusi maka sangat menyenangkan. Sekeras apapun perdebatan, jika tanpa ada pihak ke 3 maka sah-sah saja.  

Jangan lupa, Indonesia tempat mencari nafkah yang sangat menggiurkan bagi pihak luar. Ibarat di ladang emas, kita saling bunuh-bunuhan, kita pukul-pukulan, kita saling memaki dan berkelahi.

Sedangkan pihak ketiga berbagi tugas. yang satu mengadu domba dan yang lainnya mengumpulkan emas kita. Mereka menciptakan agen-agen yang memicu para Wayang Berdasi untuk "berkelahi", mereka bayar para agen lokal dari uang hasil menjual emas milik kita. Hasil keuntungan dari emas kita yang mereka ambil, beberapa persen di sisihkan untuk membiayai adu domba, sisanya untuk mereka bagi dan membangun negara mereka. 

Kita sibuk ribut, pihak luar sibuk panen emas kita !

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.