Breaking

Thursday, 13 November 2014

NEGARA dan ORMAS bukan Pemilik Kebenaran atas ISLAM


Mari kita buang segala keberpihakan dulu. buang segala kebencian. agar kita tidak mudah terprovokasi. karena ketika menerima sesuatu sudah kedepankan kebencian dan keberpihakan. maka objektif tidak bisa kita dapatkan. karena mengolah isu menjadi pemikiran berdasarkan kebencian dan keberpihakan akan menjadi subjektif.

Islam itu bukan ormas (Organisasi Masyarakat), dan ormas itu bisa saja isinya ada orang-orang yang beragama Islam

Islam itu bukan negara, dan didalam pemerintahan negara itu bisa saja isinya ada orang-orang yang beragama Islam. 


Ini harus clear dulu! Jangan sampai ketika ada kebencian terhadap Ormas, terhadap Pemerintah, terhadap kelompok atau terhadap perorangan yang kebetulan beragama Islam, yang disalahkan Islamnya.  ini konyol!  yang dibenci orang-orangnya kenapa Islam jadi disalahkan?

Begitupun jika ada yang menyalahkan atau mengkritisi  Ormas, mengkritisi Pemerintah, mengkritisi kelompok atau mengkritisi orang per orang yang KEBETULAN mereka beragama Islam, lalu mereka bilang bahwa orang yang mengkritisi itu berarti menyalahkan Islam! 
Ini menjadi tidak fair dan sangat memalukan karena berlindung dibalik Agama atas perbuatan yang mereka lakukan. Yang berbuat mereka kok Agama yang dibawa-bawa?

Harus clear dulu! 

Karena kalau begini terus, tanpa kita sadari kita sudah menyumbangkan pemikiran dan doktrin yang salah ke berbagai masyarakat seluruh dunia. Inilah yang menyebabkan makin suburnya, misalnya ada orang yang berkebangsaan arab membunuh orang, maka yang disalahkan adalah Islam, ajaran Islam! Ketika itu terjadi kita marah-marah! Tapi sebenarnya tanpa kita sadari, kita adalah orang-orang yang ikut menyumbang dan menyuburkan doktrin dan kebencian itu! Kita marah tapi kita tidak menyadari bahwa itu terjadi salah satunya adalah karena kita juga. 

Negara melindungi setiap warga negara menentukan agamanya dan beribadat menurut kepercayaan agamanya itu. Negara tidak boleh ikut campur dan mengatur peribadatan orang. 

Apakah Islam boleh mengatur atau ikut campur aturan negara? bagaimana bisa? Karena Islam itu bukan negara, bukan institusi, bukan kelompok. Jadi bagaimana dia bisa mengatur atau ikut campur mengatur negara? Islam itu ajaran bukan Institusi! Jadi ketika ada yang mengatakan Negara harus begini begitu dengan membawa "institusi" yang mengatasnamakan Islam patut dipertanyakan. 

Kalau Di Negara ada yang namanya Aparatur Negara, jadi sangat aneh jika ada yang menamakan Aparatur Islam. Tidak ada itu! 

Rasulullah sendiri saat itu menjadi pemimpin Negara kota di Madinah, bukan menjadi pemimpin Negara Islam. Rasul Hijrah dan membentuk Negara kota Madinah dan rakyatnya itu bukan hanya kaum muslim tapi berbagai macam kaum dan agama. dan membuat aturan hukum Negara. membentuk lembaga peradilan Negara, dan Rasul menjalankan tugas-tugas negara. 

Itu Rasulullah! Seorang Nabi! Bagaimana bisa Islam tidak ajarkan itu, Rasulullah tidak ajarkan itu terus tiba-tiba sekarang muncul ajaran baru, dalil baru dan mengatasnamakan Islam? yang tidak ada menjadi ada dengan dalil agama Islam? Kenapa kita merasa lebih Islam dari Islam dan lebih dari Rasul daripada Rasul? 

Hal yang tidak ada menjadi ada, ajaran yang tidak ada menjadi ada. Kacau ini! 

Bicara soal Kasus Ahok, Apakah semua umat Muslim di DKI menolak Ahok? Tidak kan? Jadi tidak tepat jika ada yang mengatakan mewakili umat muslim DKI. 

Apakah DKI ini hanya milik satu agama? Apakah Ahok adalah pemimpin agama tertentu saja? Tidak. Apakah tidak diperbolehkan agama lain memiliki pemimpin? Apakah ada ketentuan didalam UUD 45 dan UU Negara RI menyatakan pemimpin harus agama tertentu? 

Jika ditanya secara pribadi, maka saya ingin pemimpin yang Islami. Pemimpin yang Islami itu apa? Itu pemimpin yang adil, pemimpin yang mempunyai kepedulian terhadap rakyatnya. Apakah pemimpin yang bersikap Islami itu harus beragama Islam? Saya akan jawab beragama tertentu bukan berarti bisa melakukan atau pemilik keadilan. Keadilan itu bisa dari orang yang beragama apapun. Jika kita bicara ajaran Islam, Islam itu ajarkan keadilan terhadap siapapun.  

Karena ketika pemimpin Adil, tegas dan mengayomi rakyatnya. yang dirasakan oleh rakyat itu bukan agamanya tapi RASA ADILNYA. Rakyat akan merasa lebih baik dari yang sebelumnya. Itu yang saya butuhkan di Negara kesatuan Republik Indonesia 

Apakah ketika saya merasakan keadilan, merasakan perubahan tapi ketika perubahan itu saya rasakan, tiba-tiba hilang ketika saya tahu bahwa pemimpin saya agamanya berbeda dengan saya? 

Apakah yang klaim itu punya surat resmi bahwa dia sah secara hukum mewakili umat muslim DKI? Oh ternyata tidak.. Artinya hanya Klaim sepihak.... 
Warga DKI boleh saja protes, karena mereka tidak minta diwakili dan mereka tidak minta untuk mendemo menolak Ahok! 

Artinya apa? Artinya ini klaim! dan tidak bisa dibenarkan Klaim menjadi sebuah hukum dan keharusan. apalagi yang meng-klaim itu bukan penyelenggaran negara.

Membuat Ormas itu mudah! Tidak perlu berbadan hukum pun boleh! Cukup 3 orang, langsung pencatatan, selesai! Mau pakai nama apapun boleh! (Asal yang wajar) misalnya pake Nama Nabi, boleh! Karena Konstitusi tidak melarang dan melindungi hak setiap warga negara untuk berserikat dan berkumpul. 

Tapi bukan berarti kebenaran milik Ormas hanya karena 3 orang ini memilih nama ormasnya pakai nama agama atau nama Nabi. Ormas itu ada karena izin konstitusi NKRI, aneh jika lahir dari konstitusi NKRI tapi tidak mau ikuti konstitusi NKRI ! 

Semua menjadi tidak pasti ketika ucapan tiap orang menjadi HUKUM di negeri ini! Ketika ormas mengeluarkan dalil dan itu dijadikan hukum diatas hukum NKRI, ini menjadi tidak sehat! Karena ormas itu sendiri diatur dan lahir karena hukum NKRI! 

Kita harus mampu bedakan mana negara, mana ormas dan mana ajaran agama. Karena agama bukan ormas dan ormas bukan agama. Agama itu ajaran bagi setiap manusia, bukan ajaran manusia itu adalah agama.salah itu! 

Seorang pemimpin di Negara NKRI, atau pemimpin sebuah daerah, kewenangannya lebih tinggi daripada Ormas. Kalau pemimpin punya kewenangan menindak dan membuat aturan, Ormas tidak punya hak untuk itu.  Dan ormas itu ada dibawah pemerintah, Ormas masuk sebagai salah satu yang harus mengikuti aturan yang dibuat oleh pemerintah dan pemerintah punya hak menindak Ormas. Kalau sebaliknya tidak bisa! Ormas tidak bisa menindak Pemerintah. itu perbuatan pidana!

Ormas punya hak dan kewajiban. Diberi dana oleh pemerintah, dijaga eksistensinya dan diberi ruang untuk mengekspresikan.  Jadi walaupun pemerintah punya kewenangan menindak, tetap saja tidak bisa sewenang-wenang. 

Jadi untuk berlaku sewenang-wenang terhadap ormas, pemerintah tidak bisa! Inilah NEGARA! Inilah NKRI! Setiap orang diberi hak dan setiap orang diberi kewajiban, tidak pandang bulu!

Jika ada kepala daerah melakukan kesalahan, melanggar UUD 45 dan UU, siapa penindaknya? Penindaknya adalah aparat yang berwenang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
Jika Ormas melakukan kesalahan, melanggar UUD 45 dan UU siapa yang penindaknya? Penindaknya adalah aparat yang berwenang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Artinya jelas bahwa ormas itu bukan aparat yang berwenang untuk menindak. Karena mereka itu adalah bagian yang bisa kena tindak. Bagaimana bisa penindak menindak diri mereka sendiri? kacau..

Kalau Ormas Agama mendesak Ahok untuk segera turun dan menolak Ahok menjadi Gubernur, memangnya di DKI cuma ada agama tertentu?  Terus agama lain mau dikemanain? Tidak dianggap? Itu namanya zolim! Ini negara RI bukan negara Agama.  

Kalau bicara moral, memangnya ormas itu Polisi moral? Kapan diangkatnya? 


Sekali lagi, kita harus pahami bahwa 

ISLAM itu bukan ORMAS dan ORMAS itu bukan ISLAM
ISLAM itu bukan NEGARA dan NEGARA itu bukan ISLAM

ORMAS itu bisa Menggunakan NAMA ISLAM tapi KEBENARAN ISLAM bukan milik ORMAS
NEGARA itu bisa menggunakan NAMA ISLAM tapi KEBENARAN ISLAM bukan milik NEGARA

ORMAS didalamnya bisa saja ada yang beragama ISLAM tapi pemilik KEBENARAN ISLAM bukan MILIK ORMAS
NEGARA didalamnya bisa saja ada yang beragama ISLAM tapi pemilik KEBENARAN ISLAM bukan MILIK NEGARA

ISLAM ITU AJARAN YANG SEMPURNA, AJARAN KEADILAN DAN KEBAIKAN. NEGARA DAN ORMAS MENGAMBIL AJARAN-AJARAN ITU TAPI BUKAN YANG BERHAK MENGATUR DAN PEMBUAT AJARAN ISLAM.

Mari kita merenung dan Instropeksi diri masing-masing, karena kita hanya manusia yang diberikan oleh ALLAH aturan-aturan main agar kita bisa hidup di dunia dengan keteraturan,  tidak liar. karena kita manusia diberikan akal pikiran dan nurani oleh Sang Pencipta.

No comments:

Post a Comment