Breaking

Saturday, 24 January 2015

Fanatisme Brutal mendukung KPK (Keluarkan PERPPU KPK)


Budi Gunawan sehari menjelang fit and Proper test di DPR untuk calon kapolri dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK RI. Banyak sekali tudingan yang ditujukan kepada KPK. Apalagi KPK mengaku mengadakan gelar perkara pada tanggal 12 Januari 2015, 3 hari setelah presiden mengajukan nama Budi Gunawan ke DPR RI. Menurut Abraham samad, mereka sudah mencoba hubungi Presiden pada tanggal 12 Januari 2015 tapi tidak ditanggapi. 

Keanehan dari pernyataan samad adalah ketika samad mengatakan bahwa sudah lama mendengar desas-desus Budi Gunawan mau di jadikan Kapolri, dan selama ini KPK menahan diri untuk buka suara tentang rekening gendut. artinya jika Budi gunawan tidak jadi calon kapolri dan Joko widodo mau bicara dengan Abraham samad, maka bisa jadi Budi Gunawan tidak di tersangkakan. Iyakan? Logikanya kenapa KPK harus menahan diri kalau memang sudah tau bahwa Budi Gunawan bersalah? kenapa baru gelar perkara tanggal 12 Januari 2015? 

Faktanya hingga hari ini KPK tidak bisa membuktikan bahwa Budi Gunawan telah melakukan tindakan yang merugikan keuangan Negara. Padahal apa yang KPK lakukan sudah merugikan Budi Gunawan dan membuat kekacauan politik di negeri ini. Budi Gunawan bisa melakukan tindakan hukum kepada Abraham samad cs. terbukti Budi Gunawan akan menggugat KPK.

Tanggal 23 Januari 2015, Wakil ketua KPK Bambang widjojanto ditangkap oleh pihak kepolisian dengan tuduhan pada tahun 2010 Bambang yang saat itu pengacara pasangan bupati Ujang Iskandar - Bambang Purwanto dalam sengketa Pemilukada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah menyuruh sejumlah saksi memberikan keterangan palsu di sidang Mahkamah Konstitusi sehingga Kliennya menang. 

Apakah kasus ini hal yang baru? tidak juga! Karena kasus ini sudah sering dilontarkan dan dalam berbagai diskusi, hal ini sering juga disentuh. Jadi ini bukan hal baru. 

Jadi apa bedanya kasus Budi Gunawan dengan kasus Bambang Widjojanto? Tidak ada! 

Bambang Widjojanto punya kasus yang sudah lama, Budi Gunawan juga punya kasus yang sudah lama. 

KPK Men-Tersangka-kan Budi Gunawan (yang Polisi) menjelang dia menjalani test di DPR RI, Kepolisian Men-Tersangka-kan Bambang Widjojanto (yang KPK) menjelang dia menjelaskan tentang Budi Gunawan. 

Ketika men-Tersangka-kan Budi Gunawan, KPK mengatakan tidak ada kepentingan politik. Ketika men-Tersangka-kan Bambang Widjojanto, Kepolisian mengatakan juga tidak ada kepentingan politik. 

Ketika KPK men-Tersangka-kan Budi Gunawan dan menyebabkan Budi Gunawan tidak bisa menjadi Kapolri, KPK belum bisa menunjukkan kerugian negara yang dilakukan Budi Gunawan, dan sekarang kita tunggu apakah Kepolisian bisa menunjukkan bukti saksi Palsu itu? 

LALU KENAPA SEKARANG ADA STATEMENT “SAVE KPK?” seolah-olah sudah terjadi ketidakadilan oleh salah satu Institusi. Seolah-olah pihak kepolisian melakukan tindakan yang semena-mena. Seolah-olah KPK adalah Institusi yang sangat bersih dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak semestinya. 

Sekarang ini ada sekumpulan orang-orang berkumpul di Mabes Polri dan berteriak-teriak mendukung KPK. Betapa konyolnya mereka, seolah-olah mereka mengetahui bahwa Bambang Widjojanto tidak melakukan kejahatan pada tahun 2010. seolah-olah mereka sangat mengetahui bahwa kepolisian melakukan tindakan politik dalam menangkap Bambang Widjojanto. Mereka tidak mengetahui apa-apa hanya karena Euforia dan mungkin juga karena benci terhadap polisi. Ada lagi para pencari sensasi ikut-ikutan kumpul di Mabes Polri mendukung KPK. Mereka tahu bahwa disana banyak wartawan dan mereka manfaatkan untuk tampil. Mereka memanfaatkan perhatian media dengan seolah-olah menjadi dewa penolong KPK. 

Di media sosial mereka menyebarkan Hastag #SaveKPK , mereka hujat kepolisian, mereka dewakan KPK, mereka dewakan Bambang Widjojanto seolah-olah institusi kepolisian melakukan tindakan yang tidak terpuji dan KPK selama ini melakukan tindakan terpuji, seolah-olah Bambang Widjojanto adalah orang yang sangat bersih. 

Coba kalau Polisi ramai-ramai ke KPK saat Budi Gunawan dinyatakan sebagai tersangka, pasti dihujat! Komisioner KPK datang ke Mabes Polri di beritakan positif, coba kalau kemarin para petinggi polisi datang ke KPK, pasti dibilang Intervensi. orang-orang yang mengaku Aktivis datangi KPK dianggap positif, coba kalau para senior dikepolisian datang ke KPK, pasti dibilang mengancam KPK! 

Bicara #SaveKPK artinya menyelamatkan Institusi KPK dari pihak-pihak yang ingin menyerang dan memanfaatkan KPK. Bersihkan KPK dari orang-orang yang ada didalamnya sekarang ini. Keluarkan Abraham samad cs dan rubah pola pemilihannya. Pola pemilihan yang tidak menyebabkan ketergantungan politik dan hutang budi politik. 

PERPPU bisa dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo karena syarat mendesak sudah terpenuhi sekarang ini. PERPPU KPK dikeluarkan segera dan rubah pola pemilihan pimpinan KPK! Segera laksanakan PERPPU itu, Abraham Samad cs selesai masa tugasnya dan KPK segera di isi oleh para pimpinan KPK yang baru sesuai dengan PERPPU KPK. 

Dengan begitu Kepolisian bisa dengan tenang mengusut kasus Bambang Widjojanto tanpa harus ada tekanan publik dan kecurigaan, begitupun KPK bisa mengusut tentang Rekening Gendut Budi Gunawan dengan tenang tanpa harus ada tekanan publik dan kecurigaan. 

Jadi mari kita dukung pemerintah menyelesaikan hal ini segera. Dan kita juga harus objektif menilai dan sadar diri bahwa kita bukan hakim yang memutuskan bahwa Budi gunawan tidak salah atau Bambang Widjojanto tidak salah.

Para pendukung Budi Gunawan tidak tahu apa-apa dan hanya menggunakan perasaannya bahwa Budi Gunawan tidak bersalah. Begitupun para pendukung Bambang Widjojanto, mereka tidak tahu apa-apa juga, hanya gunakan perasaan. 

So.. Jangan ngawur, banyak pihak-pihak yang suka memanfaatkan kebodohan kalian untuk bisa tampil di media

#SAVENKRI & #PERPPU_KPK

No comments:

Post a Comment