Breaking

Saturday, 27 June 2015

Dibalik isu agama...


Di Indonesia, cara yang tepat, cepat, mudah, murah meriah tapi berefek sangat besar untuk membuat kekacauan adalah isu pelecehan dan penghinaan agama!

Cara yang sangat mudah dan cepat untuk merusak persahabatan, keluarga dan alat paling tepat untuk memperpanjang permusuhan dan kekacauan! Orang mabok ketika agamanya dihina maka dia bisa menebas orang yang menghina walaupun dia bukan pemeluk agama yang taat.

Belajarlah dari kedewasaan yang diajarkan Islam. Organisasi-organisasi belajar dengan cara santun Islam, hukum banyak mengadopsi nilai-nilai hukum islam, Tapi kenapa sebagai pemeluk agama mayoritas di Indonesia, malah banyak yang tidak mengadopsi ajaran islam??

Kenapa masalah agama, isu-isu agama selalu ada? Karena karakter itu yang dilihat! karakter manusia di indonesia sangat mudah terprovokasi!

Tidak perlu pakai alasan apapun, tidak perlu pakai logika, langsung tersulut. Entah itu berita benar atau tidak, langsung disebar dengan tulisan tendensius!

Akhirnya berdebat dan kita keluarkan dalil-dalil. Ujung-ujungnya kutuk mengutuk, emosi, pihak yang tidak tau apa-apa dimaki-maki. Mereka marah lalu kita ribut!

Misalnya detik ini saya karang saja, bahwa terjadi pembunuhan dan pemerkosaan muslim di suatu tempat diluar negeri oleh majikan non muslim. Saya cari foto korban pembunuhan di google, saya upload ke media sosial. Yakin saya, foto dan berita itu akan tersebar luas! Dan akan ada comment-comment tambahan.

Comment-comment mengutuk, memaki, menuding dan sebagai berseliwiran.. Lalu ujung-ujungnya sudah bukan soal pembunuhan yang di comment, tapi sudah menyerang soal agama.

Dan bisa-bisa berita bohong yang saya sebarkan, akan di share lagi ke saya, saking nafsunya orang-orang menyebarnya berita itu.

Ini yang terjadi di kita sekarang! Dan kekonyolan ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum media berita online yang menggunakan label agama, lalu mereka meraup iklan sebanyak-banyaknya!

Padahal kita harus paham bahwa, ini adalah cara merampok ekonomi Indonesia! Kita terus diadu dengan isu agama yang emosional, sehingga lupa bicara ekonomi!

Agama saya Islam ajarkan kita harus adil, objektif dan smart melihat dan menerima sesuatu hal. Tapi sayangnya, banyak yang berlabel Islam tapi asal menelan saja! Asal berteriak membela Islam tapi mereka tidak menjalankan nilai-nilai Islam. Yang ada provokasi-provokasi yang menjurus pada perbuatan hina yaitu menyebarkan kebohongan dan kebencian.

Iqra! Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, jelas sekali maknanya, kita harus menjadi umat yang smart! Yang tidak asal terima. Karena disitu kuncinya kenapa Allah memberikan kita akal pikiran. Makanya wahyu pertama itu jelas sekali ditekankan soal smart.

Kita dibuat ribut terus, oknum-oknum yang rakus ikutan membuat berita provokasi pakai label Islam hanya untuk dapatkan uang kecil. Ternyata dibalik, itu kekayaan alam, kekayaan produk kita, kekayaan pasar kita dirampok oleh pihak luar! Kita sibuk perang isu, mereka sibuk memungut emas kita!

Kedepan... Lihat apa isi, bukan siapa yang bicara. Lihat isinya bukan apa pakaiannya. Kita selalu tertipu dengan kedok jubah dan label atas nama agama.

Orang non muslim bisa mengaku muslim dan bahkan bisa dipanggil ustadz, kyai, dan sejenisnya hanya dengan modal jubah dan ceramah yang dapat dipelajari di internet. Begitupun sebaliknya, orang muslim bisa mengaku non muslim. bahkan bisa dipanggil Pendeta. Hanya dengan modal ceramah yang dapat dipelajari di internet

Orang yang tidak beragama pun bisa dengan mudah membuat media berita online berlabel agama. Mereka buat berita provokasi, copas ayat, Laku! Dapat iklan. Mereka tidak sadar bahwa mereka sudah membantu para perampok merampok negara ini!

Perampokan kekayaan Indonesia itu sudah di setting dan mereka sangat terbantu dengan orang-orang bodoh yang terprovokasi untuk sebarkan isu kemana-mana. Dan juga mereka terbantu dengan para oknum-oknum yang memanfaatkan isu dan provokasi untuk dapatkan uang cepat bagi dirinya dan keluarganya menggunakan label agama.

Isu china, isu kafir, isu larangan ini itu, isu penghinaan, isu pelecehan agama, dan mungkin ratusan isu yang terus disebar setiap saat!  Apalagi dengan kemajuan teknologi dimana informasi bisa langsung di dapat dengan mudah di handphone kita, dan dengan mudah pula kita ikut menyebarkan.

Misalnya belum lama ini soal etnis rohingya, kita emosional karena isu agama yang disebar oleh para oknum, padahal bukan itu! Kita sadar belakangan! Tapi kita sudah terlanjur memaki, menghina dan mengutuk atas nama agama. Terlanjur menekan pemerintah berdasarkan isu agama..

Sekarang isu itu meredup dan masuk isu baru lagi soal larangan puasa di china, dan lagi-lagi provokasi media label agama begitu dominan! 

Ingat! Media yang menggunakan label agama bukanlah pemilik terhadap agama dan bukan pemilik atas kebenaran! mereka hanya gunakan label agama! hanya itu.. Siapapun bisa buat media online dan menggunakan label agama di zaman teknologi ini. Siapapun! Orang tidak beragama pun boleh gunakan label agama! 

Kita harus smart, objektif sehingga tidak mudah terprovokasi. Dan marilah mulai kita serius berfikir tentang ekonomi! Jangan terprovokasi dengan bahasa-bahasa "Jangan pikirkan harta duniawi, tapi mari berjuang membela kebenaran"

Kita dibuat stigma bahwa mengejar materi dunia itu buruk, padahal di Islam ajarkan kita untuk kaya! Baik harta dan hati. Ajarkan keseimbangan! Adil! Stigma itu terlihat santun dan sangat agamis, padahal itu adalah cara untuk melemahkan kita melalui para oknum, sehingga "emas Indonesia" tidak kita urus!

Sekali lagi jangan lihat apa jubahnya, tapi apa isi kepalanya! Jangan lihat siapa yang bicara tapi apa isi pembicaraannya.

Dan stop menyebarkan isu perbedaan agama! Karena hingga akhir hayat tidak akan pernah selesai.

Ayat di dalam Alquran sudah jelas berbunyi, "Untukmu agamamu, dan untukku lah, agamaku." jadi mari jalankan masing-masing. Perbedaan agama bukan berarti harus saling menyerang dan saling menyakiti apalagi tidak saling bekerja sama. Agama itu kepercayaan masing-masing.

Sebelum makin hancur kekayaan kita di rampok, maka stop sebarkan isu perselisihan agama! Dengan cara itu kita akhirnya akan fokus urus ekonomi. Kekayaan Indonesia kita selamatkan dan kita kelola dengan baik untuk kita dan untuk generasi setelah kita!

Ingat! Indonesia itu adalah ladang yang tak terhingga besarnya yang tidak ada di negara lain. Dan Indonesia adalah pasar bagi pihak luar!

Para perampok itulah yang membuat berbagai isu ini, agar kita lengah! Lupa mengurus harta kita, dan saat kita sadar kita sudah kehilangan segalanya.

Mari stop menyebarkan isu agama! Stop memberi makan para oknum yang makan dari menjual provokasi perbedaan agama!

SAVE Indonesia!!

5 comments:

  1. Taek asu lu,mukidi!

    ReplyDelete
  2. Isu cabe berbakteri dari cina gimana

    ReplyDelete
  3. Isu tiang pancang bernerkoba gimana

    ReplyDelete
  4. Islam#Muslim tapi Muslim=Islam, makanya banyak Islam KTP=Islam Idiot (sangat mudah terprovokasi bahkan tumbuh kemunafikan)...Muslim akan patuh dengan Norma2 yg di ajarkan Rasulullah SAW

    ReplyDelete