Breaking

Monday, 29 June 2015

Mereka sibuk nikah sesama jenis, kita malah sibuk menggonggong...


Ketika ada berita tentang pernikahan sejenis yang dilegalkan di Amerika, banyak yang terhenyak dan mengutuk kebijakan itu. Semuanya bicara, semuanya marah-marah, semua menuding, memaki, menghina dan sebagainya. Seolah-olah ini hal baru.

Bukankah hal ini sebelum di Amerika sudah ada di negara lain?? Kenapa kita semua baru "heboh" sekarang?? Atau baru pada tau ya?? 

Jika ditanya sama saya, apakah saya setuju? Maka saya jawab, jika saya punya kewenangan membatalkan kebijakan itu, maka saya batalkan!! Jika saya punya kewenangan itu maka saya akan berusaha agar supaya keluarga saya, lingkungan saya dan kalau sanggup negara ini tidak ikut seperti itu.

Caranya adalah selain menanamkan ajaran agama dengan pola yg tidak menggurui kepada keluarga, juga ajarkan kondisi nyata soal kehidupan. Jaga jangan sampai saya, anda, kami, kita, kalian hanya bisa menjudge dan memaki mereka, tapi tidak memberikan jalan keluar

Kalau yang sudah terlanjur menyukai sesama jenis, bagaimana kita mengembalikan ke kondisi normal. Pelajari dan berbuat, bukan hanya memaki aja. Kalau dengan pola menjudge seperti sekarang ini, ketika ada keluarganya seperti itu, yang ada di maki-maki dan diusir.

Kalau dipelajari, mungkin juga karena kesalahan asuh dari diri kita sendiri. Sibuk sok ceramah tapi ternyata kita tidak bisa jalankan isinya. Misalnya ada keluarga yang menyukai sesama jenis, bisa jadi itu efek dari pola asuh orang tuanya yang salah. Anak-anak itu adalah korban.

Jadi mari intropeksi, baik saya pribadi, kita semua dan para pengambil kebijakan di negara ini, apakah pola ajaran kita sudah benar?

Kejadian di Amerika harusnya menjadi "kaca" buat para tokoh agama, pemerintah, politisi dan masyarakat tentang pola pengajaran kita selama ini. Ingat! Tidak ada satu manusia normal pun yang ingin menjadikan dirinya "Tidak Normal", tidak ada itu!

Jadi mari para tokoh agama, rubah pola-pola mengguruinya... Ikuti perkembangan zaman dan buka mata pada life style dan perkembangan zaman.  

Kita para orang tua intropeksi, apakah kita sudah benar mengajarkan anak-anak kita? Jika ada ada yg salah, pelajari bagaimana meluruskannya

Pembuat dan pengambil kebijakan harus berani untuk tidak membuat dan menjalankan aturan yang menyimpang dari norma-norma agama, adat dan sosial masyarakat.

Kenapa kita sekarang malah kerjanya memaki-maki dan terus menyebarkan kebencian dengan kebijakan negara lain untuk rakyatnya?? Yang ada malah menjadi kampanye gratis bagi banyak orang yang "bermasalah" untuk menikah di Amerika dan negara sejenisnya

Di negara ini mereka tidak bisa "sembuh" karena baik dari masyarakat, pemuka agama hingga pemerintah kerjaannya hanya memaki-maki mereka

Konyol! Melihat masyarakat, politisi, pemuka agama dan pemerintah sama-sama satu suara, kerjaannya menjudge dan memaki-maki aja..

Kalau cuma menggonggong, guk-guk itu lebih hebat dari kita... Mari kita intropeksi..

No comments:

Post a Comment