Breaking

Wednesday, 19 August 2015

Pilkada moment tepat menghalau perampokan kekayaan negara yang dilegalkan pemerintah



MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN sebentar lagi. Hanya tinggal hitungan bulan dan memasuki 2016, MEA sudah diberlakukan.  MEA itu adalah pasar bebas dimana tidak ada lagi sekat antara negara. Kasarnya semua orang bisa bebas bekerja dan berbisnis dinegara yang diinginkan.

Banyak rakyat Indonesia yang tidak sadar ketika berlaku MEA maka pekerjaan mereka terancam dan kita akan menjadi penonton di negeri sendiri. Bahkan untuk menjadi kuli bangunan pun akan sulit. Karena harus bersaing dengan kuli dari luar negeri. Kekayaan dan pasar kita dirampok..

Bukan hanya kekayaan dan pasar kita yang dirampok, tapi juga kesempatan kerja kita juga dirampok. Karena kita belum siap dengan pasar bebas. 

Tanpa Pasar bebas saja negara dan kekayaan kita sudah terjajah secara ekonomi. Bagaimana jika dibebaskan? Makin hancur saja kita!

Silahkan dibaca disini untuk mengetahui tentang MEA atau Pasar Bebas http://t.co/devMK0XJi5

Baca itu agar kita mengerti apa itu MEA dan Pasar Bebas. apa impactnya bagi kita. Ini sudah bicara dapur dan perut rakyat secara langsung. MEA adalah hukum rimba! Yang kuat menindas yang lemah dan yang lemah harus saling pukul-pukulan hanya untuk dapatkan setetes air.

Jelas menerapkan MEA artinya sudah melanggar UUD 1945, melanggar yang namanya adil, setara dan bertentangan dengan ajaran agama manapun.

Pemerintah dan DPR harus berani bersikap. Karena Indonesia itu adalah pasar bagi negara-negara luar. Bukan cuma pasar,  karena Indonesia punya 3 hal yang belum tentu dimiliki negara lain yaitu : punya Bahan, Produksi & pasar. Lengkap sudah!

Faktanya kita lihat hari ini, gempuran produk masuk ke Indonesia karena pasar Indonesia begitu menggoda dan menguntungkan. Barang-barang brand mahal internasional, di produksi di Indonesia dan bahan-bahannya juga dari Indonesia!. Isi perut bumi di Indonesia juga kita lihat hari ini, hampir semuanya di kelola pihak asing. Keuntungan lari ke luar negeri dan kita hanya dapatkan ampasnya.

Sayangnya Pemerintah kita tidak punya nyali untuk mengatakan menolak perampokan atas nama pasar bebas, lalu kita harus bagaimana? Apakah kita hanya diam saja dan memaki-maki? Teriak nasionalisme dan demo saja? Kita sebagai rakyat harus punya solusi.

Mumpung sekarang ini kita mengadakan pilkada serentak dan penentuan siapa yang terpilih itu ada ditangan rakyat, maka manfaatkan itu!

Otonomi daerah masih berlaku di Indonesia. Pemerintah daerah punya kekuasaan untuk membuat kebijakan dan sistem. Rakyat pemilih harus berani membuat MOU dengan calon kepala daerah yang siap tidak pro MEA dan membuat regulasi yang pro pada rakyat.

Mereka buat kontrak politik untuk menolak pihak asing bekerja, mengelola kekayaan daerah dan lindungi industri rakyat! Buat regulasinya. Berbagai elemen didaerah baik buruh, pengusaha, Dokter, pekerja seni, industri kecil dan sebagainya buat MOU dengan calon kepala daerah!

Ini masalah perut, ini masalah dapur orang per orang. Kepala daerah lindungi rakyatnya sesuai dengan perintah konstitusi negara kita, UUD 45. Biarkan saja Presiden dengan kebijakannya yang melanggar konstitusi. tapi cari kepala daerah  yang bisa kuatkan masyarakat di daerah, yang bakal jadi korban MEA.

Ini satu-satunya jalan untuk melindungi Rakyat Indonesia dari perampokan kekayaan dan ekonomi Indonesia. biarkan presidennya jadi pengecut. Juga ini sebagai salah satu cara bagi rakyat untuk mendapatkan kepala daerah yang BERANI, PEDULI dan BENERAN MAU SEJAHTERAKAN Rakyat

Ini adalah ujian bagi calon kepala daerah, jika dia tidak berani, maka dapat dipastikan tidak ada gunanya dia dipilih. tidak ada manfaatnya. Rakyat juga jangan sampai mau dibayar untuk memilih, rakyat hanya minta MOU dengan calon, diatas materai dan turunkan jika dia ingkar!

Ini cara terbaik dan momentnya tepat, untuk menghalau perampokan kekayaan, pasar, lapangan kerja rakyat Indonesia. Segera lakukan ini! Ini kesempatan bagi rakyat untuk menolong dirinya sendiri, menolong anak dan keturunannya dari perampokan yang dilegalkan pemerintah

Jika rakyat diam saja, maka nanti setelah kejadian jangan salahkan pemerintah. kalian yang membunuh diri kalian sendiri.

No comments:

Post a Comment