Breaking

Sunday, 4 September 2016

Refly Harun harus paham soal Masa Kampanye dan Kegiatan Kampanye di UU Pilkada agar tidak salah paham


Makin kesini makin banyak yang diduga membaca UU berdasarkan kepentingan untuk membela Ahok bukan isi dari UU itu sendiri. Silahkan baca berita ini: "Kewajiban Calon Petahana untuk Cuti Harusnya Tidak Sepanjang Masa Kampanye" http://kom.ps/AFvaWk

Refly harun mengatakan masa kampanye selama 4 bulan terlalu lama. Kalau dia menilai seperti ini saja, masih dimaklumi sebagai penilaian akademisnya. Tapi kalau sudah menyatakan petahana dipastikan tidak akan memanfaatkan waktu 4 bulan untuk full kampanye. Ini jadi ngawur.. 

Kata refly dalam jangka waktu 4-6 bulan tidak mungkin setiap hari calon petahana berkampanye. Kampanye paling cuma empat minggu.

Loh!? Refly mengukur seorang petahana dimana sisi akademisnya? Ini kayak juru bicara petahana yang menyampaikan maksud sang petahana.

Kalau bicara akademis maka saya mohon maaf, saya akan ajarkan Refly apa isi dari UU Pilkada itu, agar paham dan tidak salah lagi.

Refly gak paham apa yang namanya Masa Kampanye. Masa kampanye itu beda dengan yang namanya kegiatan kampanye. 

Masa kampanye adalah waktunya calon secara resmi boleh berkampanye sampai batas yang sudah ditentukan. Beberapa hari sebelum pemilihan. Kegiatan Kampanye adalah pola atau bentuk kampanye yang sudah ditentukan dalam UU pilkada selama masa kampanye. 

Pola atau bentuk seperti apa yang dimaksud dalam kegiatan kampanye itu? 

Kampanye itu didalam masa kampanye berdasarkan UU Pilkada dilakukan oleh dua pihak, yang pertama difasilitasi oleh KPU (dananya APBD). Kampanye ini difasilitasi oleh KPU (didanai APBD) dan dilaksanakan oleh pasangan calon dan/atau Partai Politik.. 

Kedua, didanai dan dilaksanakan oleh partai Politik dan/atau pasangan calon dan ini boleh dilakukan selama masa kampanye! 

Jadi kalau kampanye yang difasilitasi oleh KPU itu ada jadwalnya di masa kampanye, artinya tidak setiap hari dilakukan karena ada jadwal tertentu. Tapi kalau kampanye yang dilakukan dan biayai oleh Partai politik dan/atau pasangan calon itu boleh kampanye selama masa kampanye

Jadi kegiatan kampanye itu adalah kegiatan yang terjadwal selama masa kampanye jika difasilitasi oleh KPU dan kegiatan kampanye itu adalah kegiatan yang bisa dilakukan setiap hari selama masa kampanye oleh Pasangan calon jika kegiatan yang dibiayai oleh pasangan calon

Silahkan Refry Harun baca pasal 65 sampai dengan Pasal 70 pada UU 10 Tahun 2016, agar supaya paham tentang hal ini. 

Sangat disayangkan jika Refly harun tidak paham dan menyebarkan pandangan yang bisa membuat orang salah paham. Dan sebagai orang yang katanya pakar hukum, sebaiknya harus jelas dia bicara aturan atau bicara sebagai tim sukses Ahok? Jangan malu-malu.. Karena menilai bahwa tidak mungkin petahana melakukan kampanye tiap hari. Itukan sudah jauh dari masalah hukum, itu sangat berbau tim sukses..

Dan Refly harus membaca apa yang dimaksud dengan kampanye pada pasal 1 angka 21 soal kampanye agar makin paham. Kampanye berdasarkan pasal itu adalah kegiatan untuk meyakinkan pemilih, nah kalau meyakinkan pemilih itu bisa dengan berbagai cara, Bahkan dengan bekerja sebagai Gubernur di masa kampanye dia bisa melakukan kegiatan yang terekspose dan meyakinkan

Refly harus paham bahwa kalau calon itu ya calon... tidak ada calon tingkat A dan calon tingkat B semuanya sama. Kesamaan itu berdasarkan Pasal 10 dimana disebutkan sebagai calon bukan calon petahana.. dan WAJIB diperlakukan adil dan setara. 

Jadi sangat disayangkan ketidakpahaman Refly ini disebarkluaskan sehingga banyak yang mendapatkan informasi salah

Saya pikir cukup jelas ya.. Pesan saya jika Refly tidak paham jangan dipaksakan paham, karena orang bisa salah paham

No comments:

Post a Comment