Ahok ternyata melindungi warganya! baik secara kesehatan maupun secara Syariat Islam.


Ketika membaca berita bahwa Ahok- Basuki T. Purnama, Plt Gubernur DKI Jakarta melarang umat Islam melakukan Qurban di Jakarta. Saya langsung berfikir bahwa sangat tidak mungkin dan sangat-sangat vulgar ketidakmungkinan itu. sepertinya ini ada yang salah. Tidak mungkin ada orang yang dengan sengaja melarang kegiatan ibadah umat tertentu secara terang-terangan. kalau benar maka sayapun jelas akan menuding Ahok! 

Seseorang yang tujuannya sengaja untuk merusak Islam pun tidak mungkin dengan terang-terangan membuat aturan yang bertentangan, apalagi dilakukan di wilayah Indonesia yang mayoritas beragama Muslim. Jadi saya tidak mungkin telan begitu saja berita tersebut.

Setelah saya membaca lebih dalam lagi disana tertulis katanya Ahok melarang pemotongan hewan selain di Tempat Pemotongan Hewan yang sudah di tentukan, ada anggota DPRD DKI menyesalkan pelarangan ini dan katanya pemotongan kurban tidak sembarangan, ada tata cara menurut Islam, ada yang mengatakan Ahok mengeluarkan Instruksi larangan menjual kambing qurban sama saja menghalang-halangi umat Islam merayakan Idul kurban, dan sejenisnya. Pada intinya adalah menghalangi dan membuat sulit umat Islam beribadah. 

Ternyata semua pernyataan tersebut mereka ungkapkan berdasarkan Instruksi Gubernur No.67 Tahun 2014. saya akhirnya membuka Instruksi tersebut dan mencari dimana pelarangan tersebut. Mari kita lihat apakah benar Instruksi Gubernur yang ditandatangani Ahok berisi hal-hal seperti yang disebutkan diatas? Sehingga memicu protes beberapa masyarakat Jakarta? 

Ternyata isinya tidak seperti apa yang dibicarakan! Dan malah ada salah satu media mempublikasikan dengan mengambil sepotong isi instruksi yang jika dibaca akan menimbulkan presepsi berbeda atau negatif.


Pertama
Isinya itu adalah menginstruksikan kepada Walikota dan bupati kepulauan seribu, Kepala Dinas kelautan dan pertanian, Kepala Dinas Kebersihan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda dan Kepala Biro Perekonomian Setda


Kedua
Instruksi itu adalah Pengendalian terhadap lokasi kegiatan penampungan hewan konsumsi dan hewan kurban serta meningkatkan koordinasi dalam pelayanan pemeriksaan kesehatan hewan.


Ketiga
Tujuannya adalah untuk mengontrol lokasi-lokasi penjualan agar hewan yang dijual ke masyarakat bisa terecord dan termonitor kesehatannya. Pemerintah Menjaga agar tidak ada daging yang tidak layak di konsumsi masyarakat, baik dari sebelum pemotongan dan setelah pemotongan. Dan juga pemerintah selain melindungi secara kesehatan juga melindungi secara SYARIAT ISLAM. 

Di Instruksi ini diperintahkan untuk sosialisasikan memilih dan memotong hewan sesuai Syariat Islam , juga verifikasi kelayakan sarana dan prasarana pemotongan dan KOMPETENSI Juru Sembelih. Point ini jelas selain menjaga kebersihan, kesehatan masyarakat juga menggunakan pola Islam untuk prosesnya. Dan bukankah Islam Itu ajarkan tentangg kebersihan dan kesehatan? 

Kepala Dinas kebersihan di Instruksikan untuk melaksanakan pelayanan kebersihan di tempat penampungan, penjualan dan pemotongan hewan kurban. 


Keempat
Ini yang terpenting. ternyata apa yang saya baca tentang larangan itu yang katanya berdasarkan Instruksi gubernur ternyata tidak ada! apakah Ahok melarang orang berjualan kambing? Ternyata tidak! Malah Instruksi yang ditandatangani ahok mengatur supaya masyarakat bisa mengkonsumsi daging secara sehat dan Halal! 

Apakah Ahok di dalam Instruksi melarang orang berjualan selain di tempat pemotongan hewan yang sudah di tentukan? Ternyata tidak! Di dalam Instruksi jelas bahwa memeriksa hewan yang sebelum dan sesudah dipotong DILUAR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN! Dan untuk memotong hewan di rumah pemotongan hewan yang sudah ditentukan pun itu khusus untuk INSTANSI PEMERINTAH DKI, dan itupun HIMBAUAN! 

Apakah Ahok didalam Instruksi melarang untuk menyembelih hewan dilingkungan sekolah dan Mesjid? Ternyata tidak! Malah di sekolah diinstruksikan untuk sosialisasikan standar memotong hewan dan bagaimana cara menyembelih secara halal di mesjid / Sekolahan SMP-SMA. 

Di SD memang ada larangan tapi sudah dijelaskan bahwa untuk melindungi anak-anak SD melihat penyembelihan. dan hal itu atas permintaan dari pihak sekolah saat rapat kepala sekolah. Kan logikanya kalau di sekolahan tidak bisa kenapa di SMP dan SMA bisa?? Jadi tudingan tidak boleh menyembelih di sekolahan terbantahkan. dan alasan bahwa khawatir anak-anak SD melihat penyembelihan itu sangat beralasan. 


Kelima
Melakukan penertiban lokasi penampungan dan penjualan kurban tidak resmi. Hal ini jelas sangat BAGUS! Karena tidak terawasi dan diketahui kesehatan dari hewan kurban tersebut jadi harus ditertibkan. Ini memang tugas pemerintah untuk melindungi warganya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Fakta, bahwa banyak terdapat hewan kurban yang tidak layak untuk di sembelih apalagi di konsumsi ada di lapangan. 

Pemerintah dengan instruksi ini malah melindungi warganya baik dari segi kesehatan, kebersihan maupun ke HALAL-annya. 


Dari lima point tersebut, maka saya jadi bertanya-tanya, jika semuanya merujuk pada Instruksi Gubernur No.67 Tahun 2014, Instruksi MANA yang mengatakan bahwa dilarang berkurban? Dilarang jualan kambing qurban? dilarang memotong hewan selain di rumah potong?, Dilarang memotong hewan dilingkungan mesjid dan sekolahan?, dan hal-hal negatif lainnya?. Ternyata di Instruksi tersebut tidak ada! 

Sebenarnya mereka baca Instruksi itu atau tidak sih? Atau mereka salah baca Instruksi? Atau malah tidak paham dan membuat kesimpulan sendiri? 

Ah.. Instruksinya jelas sekali kok, dan Isinya sangat melindungi warga. baik secara kebersihan, kesehatan dan ke HALAL-annya. 

Objektif sajalah! 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.