Apakah Partai atau calon yang keluarkan uang? Tentu saja calon! Jangan akting..


Kadang saya berfikir, apakah kita masyarakat ini yang bodoh atau para politisi yang pemikirannya tidak berkembang?

Seolah-olah calon kepala daerah itu waktu diusung tidak punya uang dan mereka dibiayai secara patungan oleh para partai dan pendukung...

Lihatlah Calon di DKI, mau kampanye ceritanya lagi cari uang. Ahok mau stand up dan makan siang berbayar, Anies mau urunan 50 ribu dan Agus jualan ikuti gaya Teman Ahok

Logikanya gini, strategi kampanye itu gak ada yang gak gunakan biaya dan tidak ada yang dadakan. Pasti ada konsepnya dan tentu estimasi biaya

Bagaimana bisa kalau uangnya belum ada? Bagaimana jalani kampanye kalau malah sibuk nyari uang? Dan belum tentu uang itu dapat

Kecuali kampanyenya adalah dengan cara berpura-pura mencari uang. Agar dianggap rakyat bahwa mereka maju walau uang tidak punya..

Makanya ini yang saya bilang, apakah rakyat yang bodoh atau pemikiran para politisi yang tidak berkembang??

Ok lah kalau ada relawan, mereka akan bantu tanpa dibayar, tapi bukan berarti mereka harus biayai kampanye si calon. Ngawur aja hehehe...

Mereka akan biayai sendiri kerja mereka, bukan biayai kerja tim lain untuk pemenangan calon dan biayai kebutuhan kerja pemenangan tim yang lain

Bisa jadi ada calon yang tidak punya uang banyak tapi dia dibiayai oleh perusahaan/pengusaha atau perorangan. Bukan kayak yang terjadi sekarang, Seolah-olah main recehan..

Ada yang urunan recehan, ada yang stand up dan ada yang jualan Merchandise. Ini akting lama yang masih digunakan..

Wong kalau mau jujur, Calon aja harus biayai tim dari partai yang akan membantunya. Bukan malah mereka yang urunan bantu! Jujur ajalah...

Contoh Anies baswedan, apa mau tuh anggota PKS dan Gerindra urunan 50 ribu? Kader partai bukan, kenal juga gak. logika sehat ajalah..

Atau Agus Yudhoyono apa mau anggota partai lain mau rela jualan untuk biayai agus? Wong anggota Demokrat aja belum tentu mau! 

Nah kalau Ahok agak beda, karena dia melakukan sendiri dan populer, bisa saja dia dipanggil untuk stand up atau yang mau makan siang bayar 2-3 juta perorang

Tapi apakah itu yang akan dilakukan terus oleh Ahok? Tentu tidak.. dan dia harus kerja kampanye lain yang menguras dana. Tidak bisa dana hanya dari standup atau makan siang berbayar.

Jadi ketiga calon ini hanya pencitraan seolah-olah gak keluar uang. Relawan dan partai yang mencari uang. Itu sinetron murahan...

Tanya saja sama calon dimanapun, pasti mereka yang keluarin uang untuk biayai ini dan itu, bahkan untuk biayai orang partai kampanye...

Walaupun didalam UU pilkada sumbangan Kampanye dibolehkan, tapi apakah banyak orang yang ikhlas kasih uang ratusan juta tanpa ada embel-embel kepentingan pribadi?

Itu ada jika calonnya itu sangat dicintai rakyat dan kondisi suatu wilayah memang membutuhkan bantuannya. Kalau yg skrg? Tentu bukan...

Jadi masyarakat yang belum tau bisa mengetahui hal ini, agar supaya tidak termakan pencitraan konyol seperti yang terlihat sekarang

Kalau di DKI, Pilih dan dukung Calon yang MASUK AKAL KONSEPnya. Kalau soal tingkah laku, mereka bertiga sama aja. Gak ada yg lebih baik

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.