Breaking

Tuesday, 1 November 2016

Terkait Demo Ahok, Myanmar, China dan Timur tengah akan bilang, Indonesia jangan berisik! apa bedanya kalian dengan kami?



Demo tanggal 4 November 2016 gak akan ada bedanya dengan demo 14 Oktober 2016 lalu. Masyarakat yang kerja ya kerja.. yang demo ya demo.

Yang dikhawatirkan itu bukan soal demonya atau soal membela Ahok, karena demo ini hanya akan lewat begitu saja, kemudian dilupakan. Yang dikhawatirkan adalah sikap dan pemikiran Demonstran ini akan menjadi bumerang bagi rakyat Indonesia, bukan hanya bagi yang demo saja

Kalau soal kehebohan pemberitaan demo ini sudah biasa, dari dulu juga begitu. Udahannya program orang yang mereka demo mereka nikmati juga. 

Ketika ada warga negara Indonesia dilecehkan di negara lain, ketika kita marah, mereka akan bilang, loh! Kalian juga begitu, kenapa marah? 

Ketika ada Minoritas disebuah negara ditindas, ketika kita angkat bicara, mereka akan bilang, apa bedanya perlakuan indonesia terhadap minoritas?

Bahkan Ketika terjadi diskriminasi terhadap minoritas di sebuah daerah di Indonesia, mereka akan bilang, Jakarta boleh kenapa kami tidak!?

Sekali lagi, Demo 4 November itu gak ada bedanya dengan yang sudah-sudah. Karena demo dilindungi UU, jadi ini hal yang biasa. Tidak spesial. Tapi efek dari sikap ini bisa dijadikan alat dan bahan bagi pelaku kejahatan kemanusiaan untuk mendapatkan pembenaran atas kejahatannya.

Masih segar dalam ingatan kita kasus etnis Rohingya di myanmar. Kita mengutuk hal itu. Lalu kasus larangan puasa di Xinjiang negara china.

Besok, Myanmar akan bilang Indonesia jangan berisik! Lihat sikap kalian! Kalian tidak ada bedanya dengan kami! Mereka keluarkan bukti-bukti.. Xinjiang akan bilang, Indonesia jangan berisik! Lihat ini sikap kalian.. kalian juga bersikap yang sama. Benahi saja di negara kalian! Bahkan ketika ada TKI kita yang disiksa di timur tengah misalnya, mereka akan bilang apa bedanya dengan kalian yang malah menyerukan membunuh!?

Jadi yang dirugikan siapa? Apakah hanya segelintir orang yang demo saja atau bangsa ini?? Tentu saja bangsa ini! Kita semua dirugikan. Mereka yang bersikap dan teriak-teriak demo bukanlah orang hebat. Tapi statement dan sikap mereka ini bisa digunakan oleh oknum pelaku kejahatan

Bisa saja yang demo gak berfikiran begitu, hanya melampiaskan emosinya, tapi pelampiasan ini bisa jadi bumerang yang merugikan bangsa kita. Negara lain bisa suruh kita diam karena sikap Indonesia sama dengan mereka, begitupun oknum-oknum di daerah bisa gunakan hal ini untuk melakukan kejahatan

Jadi mari kita berfikir kedepan, serahkan hal ini pada hukum, apalagi ternyata proses hukum sudah dilakukan sesuai permintaan demo lalu. Tidak ada alasan lagi demo tanggal 4 november ini, karena tuntutan sudah dipenuhi. Tapi karena memaksa maka isunya jadi ngawur kemana-mana...

Nah! Isu inilah yang akan dijadikan oknum dan para pelaku kejahatan dalam dan luar negeri untuk membenarkan sikap mereka. Bukan soal demonya! Kalau soal demonya, gak akan berpengaruh apapun karena hanya kumpul-kumpul menyuarakan sikap, lalu kemudian pulang. Gak ada yang spesial..

Sekali lagi sikap dan statement pendemo tidak akan berpengaruh apapun terhadap ahok, tapi jadi bumerang bagi rakyat Indonesia kedepan..

Mari hormati hukum, gunakan akal sehat dan objektif, jangan sampai kita menyesal kedepannya.. 

1 comment:

  1. Setidaknya dengan adanya demo akan ada penggalangan dana untuk membelikan senjata bagi orang yang berjihad di Rohingnya.

    ReplyDelete