Dibodohin orang bodoh



Kadang gue suka tertawa sendiri kok bisa ada calon yang membiarkan dirinya dikampanyekan dengan cara konyol. Sebodoh-bodohnya gue, gue gak akan mau. Misalnya gue jadi calon, gue gak punya rekam jejak yang berhubungan dengan rakyat. Bodoh kalau gue kampanyekan diri gue dicintai rakyat.

Sebodoh-bodohnya gue, gue akan larang kalau ada Tim gue yang kampanyekan hal itu. Karena gue ngak mau dianggap sangat bodoh.

Gue pecat tim gue, berarti mereka itu gak pernah tau psikologis masyarakat dan gak pernah turun. Hanya menghayal agar proyek lancar. Kalau yang biasa nongkrong dengan masyarakat pasti tau, setelah kepergian calon, masyarakat punya pemikiran sendiri. Bahkan bisa mentertawakan sang calon.

Simple aja mereka bilang, "Ah.. janji doang, mending yang udah jelas." Masyarakat kan sudah pengalaman didatangi ratusan calon di setiap pemilu. Mereka bisa menilai mana calon yang datang bawa Tim hore segambreng dan mana yang tidak. Tim Hore didatangkan, tujuannya agar terlihat banyak saat difoto.

Jadi gue akan marah. Bagaimana gue dicintai rakyat? Bermanfaat bagi rakyat aja gak pernah, interaksi kagak, lalu gue klaim dicintai rakyat? Sakit!

Apalagi mereka kampanyekan gue difitnah, gue akan tanya, ada data gak gue difitnah? Atau kalian bikin skenario gak agar terlihat gue difitnah? Kalau ternyata gak ada.. gue akan ngamuk. Gue akan bilang sebodoh-bodohnya orang mengaku difitnah, setidaknya ada bukti walaupun sedikit.

Ini sekumpulan orang yang orientasinya proyek. Jadi mereka memaksakan untuk keluarkan produk isu, agar proyek ada terus. Orientasinya beda.. bukan menganalisa isu tapi bagaimana proyek ada terus.

Atau misalnya gue calon yang pernah jadi pejabat tapi  pernah bermasalah. Maka harusnya yang dijual adalah gue sebenarnya gak bermasalah. Ini buktinya. Jadi masyarakat akhirnya bisa menilai bahwa gue sebenarnya gak bermasalah, hanya permainan politik sehingga gue dituduh bermasalah.

Bukan malah kampanyekan gue kesana kemari, diatur lalu suruh tim hore untuk mengucapkan terima kasih ke gue. Inikan tindakan bodoh. Yang ada gue jadi bahan tertawaan orang-orang. Apa hebatnya elu kata mereka? Mereka akan bilang, Mosok kita akan mengucapkan terima kasih atas perbuatan konyol elu?

Jadi kalau gue membiarkan contoh isu kampanye bodoh itu, berarti gue lebih bodoh dari mereka. Karena gue bisa dibodohin sama orang bodoh. Kalau gue jadi calon, karena gue bukan orang bodoh, maka gue akan bersihkan tim seperti itu. Ngabisin duit untuk pekerjaan bodoh.

Gue akan bilang, jangan sampai ada tim sukses yang sangat sukses hanya untuk mensukseskan dirinya, bukan calonnya. Gue ganti yang smart. 

Gile aja lu.., gue berjuang untuk menang. Kalau gue ikuti cara bodoh, gimana gue mau menang? Yang ada gue hanya jadi bahan tertawaan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.