Jangan Suriah kan Indonesia!


Banyak orang mengaitkan perang di Suriah dengan hal-hal lain, padahal itu perang internal di negara mereka. Perang saudara.. Perang memperebutkan kekuasaan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Bukan perang agama atau apapun.. 

Miris membaca tragedi Aleppo Suriah, tapi saya bersyukur bahwa saya tinggal di Indonesia yang berbeda-beda tapi punya sifat yang saling mengalah. Karakter asli warga negara Indonesia yang menghargai perbedaan dan saling hormat menghormati, memperkuat kesatuan itu. 

Karakter masyarakat Indonesia berbeda dengan karakter masyarakat timur tengah. Lihat negara-negara timur tengah yang bolak-balik perang saudara. Mereka bukan berperang agama, wong agamanya sama, tapi perang memperebutkan kekuasaan. Nafsu ingin berkuasa hingga menyebabkan perang. 

Saya merinding melihat anak-anak Aleppo menangis ketakutan dan kesakitan karena kerakusan para kelompok-kelompok bangsat disana! 

Anak-anak itu mau hidup damai. Yang merusak itu kelompok-kelompok bangsat dan para pengikutnya yang haus kekuasaan hingga terjadi perang. 

Saya jadi tambah merinding membayangkan Indonesia menjadi seperti Suriah. Karena oknum-oknum pemecah bangsa ini mulai bermunculan. Jangan sampai karakter timur tengah diadopsi di negara ini! Jangan sampai negara ini jadi seperti Suriah karena nafsu para bangsat..

Ini masalah karakter.. Indonesia itu negara yang terkotak-kotak hingga ke lingkup terkecil. Contohnya bahasa dari satu suku tertentu di Indonesia. Bahasa suatu suku itu pun terkotak-kotak. Ada bahasa halusnya, sangat halus, halus sekali, kasar, sangat kasar dan seterusnya. Itu mewakili dari beberapa karakter ucapan masyarakat untuk satu suku saja! Dalam satu suku saja di Indonesia ada beberapa golongan. 

Itu baru suku, belum lagi yang lainnya. Mungkin ada ribuan kotak-kotak di negara ini. Tapi syukur karakter kita itu sangat kuat saling menghargainya. Kalau karakter kita seperti di timur tengah. Jangankan perang antar suku satu dan lainnya, perang internal di suatu suku akan terjadi. 

Falsafah negara kita Pancasila menyatukan semua perbedaan agar bisa menjalankan perbedaan itu tanpa saling merusak. Negara ini berkumpul semua suku, agama ras dan golongan. Ada terlihat seperti orang Arab, China, Melayu, Eropa dan sebagainya. Itu hanya bentuk..

Tapi karakter yang dimiliki adalah karakter bangsa Indonesia. Wajah boleh beda, warna kulit beda, agama beda tapi karakter kita bukan karakter bangsat.

Indonesia adalah Negara Muslim terbesar di dunia dan negara yang menerapkan secara berjamaah ajaran Islam terkait keberagaman. Surat Al-Hujarat:13 di dalam Al-Quran adalah surat yang sangat tepat menggambarkan Indonesia. Kita bersuku-suku berbangsa-bangsa tapi saling menghargai..

Jangan sampai Indonesia di suriah kan. Jangan menyesal, gunakan logika, lihat Suriah yang hancur karena sikap para bangsat. Rumah hancur, anak-anak kelaparan, meninggal, tua muda terbunuh, semuanya hancur hanya karena para bangsat berebut kekuasaan. 

Jangan sampai kasus Aleppo di pelintir lalu malah dijadikan alat untuk mengadu domba. Kalian harus tau bahwa Aleppo perang saudara bukan agama! 

Mari pertahankan karakter bangsa ini, jangan mau kita gunakan karakter para bangsat. Jangan jadikan Indonesia seperti Suriah.  Karena jika Indonesia jadi di Suriah kan maka sama saja kalian dengan sengaja membunuh anak-anak kalian sendiri! 

Anjing saja tidak akan mau mencelakakan anaknya, kalau kalian ingin negara ini seperti Suriah, maka kalian lebih dari anjing. 


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.