Mau menutupi perbuatan hina dan zolim? gampang! bungkus saja dengan kemasan agama..


Makin aneh melihat segelintir masyarakat yang begitu mudah diprovokasi dengan pencitraan untuk menutupi perbuatan hina para oknum. Sangat begitu mudah...

Misalnya saya melakukan perbuatan hina yaitu memfitnah, memeras dan membuat kerusakan. Tapi ada cara agar perbuatan saya dibenarkan oleh orang-orang. Maka saya suruh orang sebarkan foto-foto saat saya sedang beribadah dan saat saya sedang melakukan kegiatan sosial disuatu tempat. 

Lalu saya suruh orang membuat opini bahwa saya taat beribadah dan punya sifat sosial yang tinggi. Lalu Opinikan lagi bahwa tidak mungkin saya melakukan perbuatan hina. Lalu opini itu disebarkan oleh orang-orang yang labil dengan berbagai pembenaran. Maka saya jadi orang "suci' yang boleh lakukan perbuatan hina.

Ini yang terjadi di kita sekarang. Apa hubungannya perbuatan hina saya dengan foto ibadahnya saya!? Tidak ada hubungannya..

Mau saya terlihat beribadah tekun tiap hari, mau saya turun ke tempat musibah sana-sini, gak ada urusannya dengan saat saya memeras pengusaha misalnya. Memfitnah, memeras dan membuat kerusakan adalah perbuatan hina. Aneh aja dianggap gak hina hanya karena foto ibadah dan kegiatan sosial saya.

Ini yang terjadi di segelintir masyarakat kita yang mudah terprovokasi oleh opini. Perbuatan dilarang agama akhirnya dibenarkan. 

"Jika kau ingin menguasai orang bodoh, maka bungkuslah segala sesuatu yang batil dengan kemasan agama." Kata Ibnu Rusyd Filsuf Muslim hebat

Apa yang dikatakan filsuf Muslim Ibnu Rusyd ribuan tahun lalu, sama persis dengan kondisi yang saya gambarkan hari ini...

Kenapa segelintir orang itu jadi kembali ke masa lalu pemikirannya? Kebodohan adalah jawabannya..

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.