Alat untuk menghancurkan kebenaran Islam dan mengacaukan negara tidak mahal, cuma 150 ribu Rupiah


Saya nanya apa sih definisi Media Islam? Tidak ada yang bisa menjawabnya. Karena memang mereka tidak tau apa definisi media Islam.

Saya berikan gambaran ya, kenapa saya mempertanyakan definisi media Islam yang tidak pernah bisa dijawab tersebut.

Saya ini misalnya adalah orang yang dibayar untuk merusak Islam dan merusak kerukunan beragama di suatu negara. Tugas saya bikin kacau negara itu. Apa modal saya? Modal saya murah. Tidak sampai 150 ribu rupiah saya sudah punya alat untuk membuat kacau negara ini. Bagaimana caranya?

Saya buat website gratis gunakan blogspot dan saya beli domain yang kisaran harganya 90-120 ribu rupiah pertahun. Itulah senjata saya..

Saya gak perlu jago buat desain web, karena udah ada gratis. tinggal copy, selesai.. Ganti nama dan foto sudah disediakan toolsnya. Domainnya saya gunakan nama http://www.surgaislam.com misalnya, maka saya bisa langsung proklamirkan bahwa ini media Islam. Begitukan?

Lalu saya gunakan semua media sosial secara gratis untuk menyebarkan website http://surgaislam.com tersebut. Isinya tentu hal yang sejuk.

Setelah mendapatkan respon bagus dan website saya menjadi rujukan banyak orang, saya perlahan-lahan mulai memasukkan ajaran-ajaran kebencian.

Karena orang sudah suka dengan isi website http://surgaislam.com maka mereka akan mempercayai yang saya sampaikan itu adalah kebenaran. Dan dari situlah saya terus memberikan ajaran-ajaran kekerasan dan perpecahan, sekali-kali saya posting hal yang menyentuh kalbu agar balance..

Bahkan ketika saya membuat berita fitnah, saya pasti akan dibela oleh para pecinta media saya dengan menyatakan media saya yang difitnah.

Pertanyaannya adalah apakah itu definisi media Islam? Apakah Media yang menampilkan ayat-ayat dalam website itu disebut media Islam?

Kalau yang saya lakukan dalam contoh tadi, tentu tidak kurang-kurangnya saya menampilkan ayat. Ayatnya benar tapi saya tafsirkan dengan cara negatif.

Jadi tidak bisa juga hanya karena ada ayat-ayat di website dan domain webnya ada nama Islam, lalu kita katakan itu Media Islam. Artinya tidak ada namanya media Islam, yang ada hanya media yang normal dan media yang menyebarkan sesuatu yang negatif. cuma itu aja..

Media yang tidak menyebarkan hal negatif, artinya media yang positif. Hal positif adalah hal yang sesuai dengan ajaran agama. Simple kan?

Jadi bukan dilihat apa covernya tapi dilihat apa isinya. Saya mau pakai baju gamis tiap hari, belum tentu saya orang baik. Iya kan? Lagi-lagi, ngak sampai 150 ribu, saya yang mau hancurkan Islam ini, beli baju gamis, maka tidak kelihatan saya punya niat jahat.

Mudah dan murahkan? Makanya jangan kita terpaku pada label dan penampilan, karena semua itu bisa saja menipu kita.

Ingat.. untuk menghancurkan citra Islam tidak perlu mahal. Gak sampe 150 ribu sudah bisa menyebarkan hal negatif.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.