Breaking

Tuesday, 31 January 2017

Allah tidak tidur.. Kasus Rizieq akhirnya menunjukkan Inkonsistensi para penuding Ahok


Dengan adanya kasus dugaan perselingkuhan ini ada 2 hal yang menurut gue bisa jadi renungan. Pertama jangan sembarangan menuding dan yang kedua, Allah tidak tidur..

Gue selama ini bilang tolong pakai kata DIDUGA, jangan pakai kata sudah pasti, karena salah benar itu bukan kita yang tentukan di negara ini.

Ahok belum terbukti bersalah, para gerombolan aneh sudah menuduh bahwa dia penista agama tanpa gunakan kata diduga. Giliran Rizieq kena kasus hukum termasuk kena kasus dugaan penistaan agama, orang-orang aneh itu bilang ini akal-akalan untuk jatuhkan Rizieq

Kini ada isu soal perselingkuhan rizieq, gue tetap gunakan kata diduga, tapi orang-orang aneh itu sudah menuding bahwa ini adalah fitnah. 

Tau dari mana bahwa ini fitnah? Alasannya ternyata tidak ada.. pokoknya fitnah aja! Kan aneh gak tau apa-apa tapi klaim ini fitnah. Orang-orang aneh itu memang aneh. Ahok belum tentu bersalah sudah dituding bersalah, Rizieq belum tentu gak bersalah sudah dianggap fitnah.

Gue sarankan Rizieq klarifikasi segera, bahkan laporkan hal ini kepihak berwajib, jangan sampai Rizieq jadi sasaran fitnah kalau merasa gak bersalah. Apalagi ada beberapa foto telanjang seorang perempuan yang diduga sebagai Firza Husein, orang yang dikenal dekat dengan Rizieq.

Allah tidak tidur.. Allah tunjukkan bagaimana para penuding Ahok harus bersikap ketika orang yang mereka bela terkena kasus juga. Allah tunjukkan inkonsistensi orang-orang aneh itu. Dulu soal Kasus dugaan penistaan agama kini kasus dugaan perselingkuhan..

Allah tunjukkan bagaimana hinanya mereka dalam menyikapi kasus yang sama dan menyikapi sebuah masalah. Allah tidak tidur..

Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk bisa bersikap adil dan gunakan akal sehat dalam bersikap.

1 comment:

  1. "Dan rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan.""
    (QS. Al-Furqan: Ayat 30)

    Inilah yang terjadi! Mereka lebih percaya pada kata ulamanya dari pada Al Quran.

    ReplyDelete