Breaking

Tuesday, 24 January 2017

Dia pikir dia ulama...


Saya sengaja memposting kalimat "Dia pikir dia ulama.." dan kemudian saya membaca berbagai reaksi beragam terkait kalimat itu. Pertanyaannya apa sih ulama itu? Siapa saja yang dibilang ulama? Dan kenapa saya mengatakan "dia pikir dia ulama"?

Menurut KBBI, Ulama adalah orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam. Kata ulama berasal dari bahasa Arab, bentuk jamak dari kata ‘aalim. ‘Aalim adalah ’ilmu. Jadi ‘ulama adalah orang-orang yang punya ilmu.

Kata Ulama adalah pemuka agama / pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam (Wikipedia)

Pertanyaan pertama tentang apa sih ulama itu sudah terjawab. Pertanyaan selanjutnya adalah? Siapa saja yang dibilang ulama?

Ulama itu adalah sebuah kata penghargaan atau pengakuan kepada seseorang yang dianggap mempunyai ilmu dan sikap yang sesuai ajaran Islam. Penghargaan dan pengakuan masyarakat itulah yang melabelkan. Tanpa ada pelabelan dalam masyarakat seseorang tidak bisa mengaku Ulama.

Tidak bisa seseorang lalu mentasbihkan dirinya sebagai ulama dan tidak ada aturan di Indonesia soal pengangkatan jabatan sebagai ulama. Orang yang berilmu agama yang baik dan perilakunya baik juga disukai warga pun, jika dia tidak dilabeli ulama, maka dia bukan ulama.

Bisa jadi disebuah kelompok menasbihkan seseorang sebagai ulama karena yakin dengan ajaran orang tersebut, tapi diluar dari itu belum tentu. Diluar dari kelompok itu tidak pernah mengenal atau tidak merasakan bahwa orang tersebut punya ilmu agama dan bisa jadi teladan. Dia tidak dianggap ulama.

Jadi tidak bisa sekelompok orang memaksakan pihak lain harus mengakui bahwa ulamanya dia adalah ulama bagi orang lain juga. Begitu juga sebaliknya orang lain tidak bisa memaksakan ulamanya diakui oleh sekelompok orang itu. Tapi bisa jadi ada seseorang yang dianggap ulama oleh banyak kelompok dari berbagai elemen karena orang itu bisa jadi teladan bagi semua orang.

Jadi semuanya itu tergantung dari pengakuan. Karena orang yang memiliki ilmu itu dinilai dari apakah ilmunya itu bermanfaat bagi orang lain.

Saya misalnya punya orang yang saya pribadi tasbihkan sebagai ulama, tapi misalnya orang seperti Gymnastiar dan Rizieq itu tidak pernah saya anggap ulama.

Yang ketiga adalah, kenapa saya mengatakan "Dia pikir dia ulama"? Tentu ada alasan saya mengatakan hal ini. Karena banyak sekali orang yang menjual agama, menjual ayat-ayat hanya untuk menutupi perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Mereka itu memanfaatkan orang-orang bodoh yang terhipnotis dengan label agama untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai ajaran agama.

Mereka itu adalah ulama Su', orang yang mengajak kepada kejahatan dan kesesatan. Orang yang menampilkan keburukan dalam bentuk kebaikan.

Maka kenapa saya katakan dia pikir dia ulama?, karena ada pihak-pihak yang membela kejahatan dirinya dengan tameng ulama. Masyarakat dikorbankan untuk membela dirinya dengan label membela ulama dan membela agama, padahal kelakuannya jauh dari sikap ulama!

Saya jelaskan ini, agar yang belum paham apa yang dimaksud ulama itu bisa paham, baik dari arti maupun sifat ulama yang sebenarnya. Sehingga tidak ada lagi yang terprovokasi bahwa ada pihak-pihak yang ingin hancurkan ulama dan agama. Ini perbuatan ulama su', kalian ditipu..

Ketika ada pihak resmi yang ditugaskan menegakkan keadilan, oleh ulama su' ini dipelintir sebagai pihak yang akan merusak agama dan ulama.

Semoga hal ini bisa meluruskan sehingga kita semua terhindar dari fitnah yang dilancarkan oleh orang-orang yang gunakan label agama untuk melakukan kejahatan.

4 comments:

  1. Demi membela AHOX, rela menistakan diri sendiri dan agama dan menhina ulama...sadar bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dapat Bayaran, Yang Penting sekarang Neraka urusan Nanti kalau hidupnya panjang

      Delete
  2. Klo seperti Ust Luthfi Hasan itu jg ulama... emangnya ulama ga ada yg ulama palsu apa???

    ReplyDelete
  3. orang yang ga mau mengakui bahwa orang tsb memiliki ilmu agama termasuk orang sombong dong? mereka disebut ulama karena mereka belajar, mengamalkan, dan mendakwahkan, kebiasaan orang yahudi setelah masa Nabi Sulaiman As itu membunuh para nabi yang tidak sepaham dengan mereka dan tidak ada sama sekali nabi yang sepaham sama mereka, sedangkan kita sendiri tau apa paham yang dianut yahudi. coba kasih contoh kasus nyata kalo aa gym sama habib rizieq mengajarkan kesesatan, menjual ayat qur'an untuk menutupi kejahatan mereka sertakan dalilnya

    ReplyDelete