Kalian tidak sadar, yang kalian dukung adalah Ulama Su'. Orang yang menjual agama untuk kepentingan dirinya.


Saya melihat ada sikap pengecut dan kelicikan yang terjadi. Berlindung dibalik kata agama untuk menjalankan hal bodoh dan negatif itu. 

Saya memukul orang, saya gunakan jubah dan meneriakkan takbir. Orang yang saya pukul bonyok, tapi saya bilang saya memukul karena bela agama. Giliran saya dipukul oleh orang yang bonyok tadi, maka saya akan berteriak kemana-mana bahwa mereka yang memukul saya adalah anti Islam dan anti ulama.

Padahal saya memukul orang itu bukan karena bela agama, tapi karena saya dibayar untuk membuat kegaduhan menutup sebuah kasus yang mencuat misalnya. Atau saya dibayar untuk melakukan hal negatif lain, misalnya untuk menjatuhkan lawan politik. Tapi tidak ada yang tau karena casing saya agamis.

Inikan aneh? Saya yang dapat uang, saya yang memukul, tapi giliran saya mau dipukul saya bodohi banyak orang untuk melindungi saya. Kalau begitu maka akan banyak yang seperti saya. Pakai casing agamis, melakukan kejahatan lalu dengan modal takbir saya akan dilindungi!

Hukum itu tidak melihat apakah saya seorang yang dianggap ulama atau tidak. Yang dilihat itu adalah perbuatan saya memukul bukan gelar saya. Tapi sayangnya kebodohan masih merajalela. Saya akan dibela karena saya teriak bahwa yang mau serang saya adalah anti Islam dan anti Ulama.

Saya lalu teriak bahwa aparat hukum yang mau usut saya adalah pro anti agama dan pro anti ulama. Saya mainkan opini itu sambil teriakan takbir.

Coba saja kalian sedikit mau berfikir dan menggunakan akal sehat. Coba kalau saya tidak berjubah agamis dan bawa-bawa agama atas sikap saya memukul orang. Saya yakin kalian akan katakan saya preman, tukang buat onar, orang tidak berguna, penjahat dan lain sebagainya. Itu pasti!

Artinya, kalian menilai saya bukan karena perbuatan saya, tapi karena pakaian saya dan karena saya kemana-mana selalu membawa-bawa nama agama..

Pikirkan dengan akal sehat, bagaimana kalau saya memukul ayah, ibu atau anak kalian? Apakah kalian tutup mata dan tetap membela saya? Yang pasti, paling tidak kalian akan TELUSURI siapa yang benar dan yang salahkan? Atau bahkan kalian bisa-bisa langsung memukul saya. Iya kan?

Kalian mendukung saya karena yang dipukul saya bukan keluarga kalian, kalian pikir saya berjuang padahal saya lagi kerjakan proyek.

Ayo pikirkan lagi, gunakan akal sehat. Apakah perbuatan saya ini dibenarkan ajaran agama? Kalau kalian jeli dan pelajari, Kalian pasti akan tau bahwa kalian dibohongi. Kalian bayangkan, bagaimana kalau korban itu adalah orang tua kalian? Apa jadinya? Kalian mau berpihak ke siapa? 

Islam ajarkan kita untuk pintar, Islam ajarkan kita untuk mengetahui dua sisi, Islam ajarkan kita untuk berbuat adil dan Islam juga ajarkan ada yang namanya ulama su'. Islam ajarkan bahwa ulama Su' adalah orang yang menjual agamanya untuk kepentingan dirinya dengan menggunakan jubah Islami. Itu ada!

Jadi kalian gunakan akal kalian... bahwa bisa jadi kalian itu membela ulama su' karena melakukan kejahatan tapi berlindung dibalik jubah.

Manusia diberikan akal untuk berfikir, jangan hanya gunakan nafsu, karena para pelaku kejahatan itu bisa berkedok ulama. Jangan mau dibodohi!

Kalau kalian mengaku Islam tapi membela kejahatan, maka kalian sebenarnya tidak paham bahwa Islam sudah ingatkan soal Ulama Su'. Berhentilah menjadi budak dari para ulama su' dan mulai merenung, kalian jangan mau diperbudak oleh orang yang ciri-cirinya jelas diajarkan Islam sebagai ulama su'

Saya pernah menulis bahwa untuk merusak kebenaran Islam itu modalnya murah, gak sampai 150 ribu rupiah.. Ini tulisannya.. https://t.co/nHc1KWOSuS

So.. ayo kita jadi umat yang mengikuti ajaran yang benar bukan ajaran menyesatkan yang berlindung dibalik jubah. Mari kita jadikan bangsa ini bangsa yang beradab. 


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.