Hanya karena seagama, lalu boleh memilih maling dan penjahat sebagai kepala daerah?


Ada yang bilang gini, "Saya mau pilih Ahok, tapi saya takut dosa. Tapi kalau pilih yang lain, saya membohongi diri saya sendiri"

Ada yang bilang gini, "Saya mau pilih Ahok, tapi saya takut dosa. Tapi kalau pilih yang lain, Jakarta bakal kayak dulu lagi"

Lupakan dulu soal Ahok.. saya coba analogikan begini, di sebuah daerah hanya ada 2 Paslon Walikota. Yang satu agamanya Islam yang satu Kristen. Yang agamanya Kristen adalah Incumbent. Dia sudah terbukti nyata membawa perubahan di daerah itu. Yang satunya lagi Agamanya Islam penantang.

Yang penantang sudah terbukti berkasus. Dari kasus uang, kasus perempuan, kasus nepotisme dan banyak hal lain. Yang penantang ini pernah menjabat menjadi camat. Terbukti selama menjadi camat, semua yang dia kerjakan berantakan dan bermasalah. Tapi agamanya Islam..

Pertanyaannya dibalik kepada yang takut dosa itu, Apakah kalian akan memilih Incumbent kristen yang baik atau Penantang yang tidak baik tapi Muslim? Pilih mana, Besok kalian di beri makanan layak tapi oleh walikota Kristen atau besok kalian kelaparan tapi oleh walikota Muslim?

Ada yang bilang, jangan buat perbandingan Muslim koruptor vs Non Muslim anti korupsi, Tapi Muslim koruptor vs Muslin anti korupsi. Loh!?.. kalau faktanya cuma ada Muslim Koruptor vs Non Muslim anti Korupsi bagaimana? Di lapangan banyak kondisi seperti ini walau kasusnya beda.

Masyarakat jadi bingung kalau cuma bilang pilih yang muslim tapi gak membahas soal bagaimana kalau calon yang muslim tapi banyak mudharatnya?

Itu sama aja menyuruh orang masuk ke tempat pelacuran karena yang punya itu se agama dan larang masuk ke perpustakaan karena yang punya lain agama.

Bukankah Islam mengajarkan untuk tidak mengambil hal yang mudharat? tidak mengambil hal yang bahaya dan merugikan? Jadi mana yang benar nih?

Tentu Islam tidak ajarkan manusia untuk merugi, Islam ajarkan manusia gunakan akal sehat bukan doktrin sesat dari para ulama su'. Islam jelaskan soal ulama su', yaitu orang yang berjubah layaknya ulama tapi sikap, tindakan dan pemikirannya menyesatkan dan merusak..

Jadi kalau ada yang tanya harus memilih mana? Jawabannya pilih yang tidak banyak mudharatnya. Jangan melawan nurani dan jangan mudah terprovokasi.

Tapi kami takut dosa..! kata mereka. Jawabannya adalah, yang menentukan dosa itu bukan mereka yang berjubah, karena mereka bukan penentu kebenaran dan pemilik Islam.

Kalau mereka tanya, Itu Al-maidah:51 bagaimana? jawabannya adalah, Al-Maidah:51 bukan bicara soal Pimpinan Negara atau daerah, tapi soal pertemanan pribadi. Jadi lanjut saja..

Kalian bukan memilih teman, tapi kalian memilih pimpinan sebuah daerah atau negara. Jadi jangan mau di takut-takuti soal dosa. 

Hanya orang bodoh yang memilih kepala daerah walaupun tau orang itu bakal membuat kita sengsara.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.