Breaking

Tuesday, 14 February 2017

Kalau Ahok tidak bebas, Artinya Hakim sudah memvonis ahli agama sesat


Kasus Ahok adalah kasus Telor dan ayam, sehingga cacat hukum. Duluan mana telor atau ayam? https://t.co/qRwYQQL9uD

Kenapa ahok harus bebas atas nama hukum? Karena kasus Al-Maidah:51 ini tidak punya dasar hukum sama sekali. Al-Maidah:51 itu masih dalam perdebatan. Apakah artinya Pemimpin atau Teman setia? Belum ada kepastian hukum.

Kalau Ahok dan pengacaranya bilang bahwa Al-Maidah:51 adalah Teman Setia maka tuntutan penodaan agama gugur. Gak bisa Hakim misalnya memaksa dan menentukan bahwa Al-Maidah:51 itu artinya Pemimpin. Gak bisa, itu bukan ranah hakim.

Belum selesai perdebatan soal Teman setia dan Pemimpin. Eh, Ternyata PEMIMPIN itu beda dengan PIMPINAN.

Ini tulisan saya tentang Pemimpin dan pimpinan. Selain berdasarkan Quran juga berdasarkan UU dan UUD45 https://t.co/riz9ecOh7l

Ada yang sok tau dan bilang itu artinya sama saja. Saya bilang ok, kalau sama saja kenapa di Quran ada kata Pemimpin dan kata Pimpinan? Jadi Hakim akan memutuskan kasus Al-Maidah:51 berdasarkan apa? Berdasarkan Pemimpin, Pimpinan atau Teman setia?

Kepastian hukum bahwa Al-Maidah:51 itu bicara soal Pemimpin mana? Tidak ada kan? Bicara soal Teman setia tidak ada juga kan?

Kalau memutuskan tanpa dasar hukum, maka ini akan menjadi Yurisprudensi yang dapat dipakai para pihak untuk memenjarakan rakyat kecil. Siapapun bisa diadili dengan tuduhan penodaan agama, dengan menggunakan Tafsir ayat suci versi penguasa zalim atau sekelompok orang aneh misalnya.

Jika dalam kasus Ahok ini Hakim gunakan arti Pemimpin pada Al-Maidah:51, maka Hakim sudah melecehkan para ahli agama. Karena dengan MENENTUKAN arti Al-Maidah:51 adalah Pemimpin, maka memvonis arti Teman setia di Al-Maidah:51 salah.

Artinya Hakim sudah menjadi Ahli Tafsir Quran dan menjadi pembuat pasal yang menyatakan arti Al-Maidah:51 adalah Pemimpin. Selain itu Hakim secara tidak langsung memvonis ahli agama yang mengartikan Al-Maidah:51 itu Teman setia adalah Ahli agama ngawur!

Dengan begitu semua Al-Quran yang menuliskan Teman Setia pada Al-Maidah:51 harus ditarik karena sesat.

Kalau seperti itu, kedepan pengadilan bukan lagi lembaga pengadil tapi lembaga pesanan. Mau tafsir apa? Mau putusan seperti apa? Semua bisa diatur di pengadilan. Karena dasar hukumnya seenak-enaknya hakim. Inilah pentingnya kepastian hukum.

Jadi kasus Ahok ini soal Pemimpin, Pimpinan atau Teman setia? Bingungkan? Apa sudah ada ketetapan hukumnya? Belum ada juga..

Hakim yang benar itu, dia memutuskan bahwa karena tidak ada kepastian hukum, maka memutuskan Ahok bebas demi hukum. Kecuali Hakim memang punya kepentingan dan takut dengan desakan politik. Maka ini akan menjadi pengadilan barbar..

1 comment:

  1. Bos ente lulusan mana,mari berdebat dengan si bocah yang fakir.
    Saya asli bandung,lulusan hukum universitas pasundan bandung.tidak udah profesor yang mengajarkan anda,tapi biar saya yang ajarkan anda mengenai apa yang anda tulis di atas.
    Ini no hp saya 082119512788.
    Tolong anda tidak usah memprovokasi seperti itu.

    ReplyDelete