Kelompok Ekstrimis dibayar, gunakan isu agama untuk menguasai ekonomi sebuah negara


Bangsa ini lagi di uji, apakah bangsa ini akan tetap berada di jalurnya atau berada dalam pengaruh para antek asing yang akan merusak NKRI yang beradab. 

Kita lihat di negara-negara lain, demi mendapatkan kekuasaan, halalkan segala cara bekerja sama dengan kelompok-kelompok ekstrimis. Kekuasaan di dapat tapi rakyatnya sengsara karena pemerintahnya harus mengikuti rongrongan kelompok-kelompok ekstrimis itu.

Kelompok ekstrimis yang lain DIMUNCULKAN dan menentang kelompok ekstrimis yang berada di pemerintahan. Perselisihan tak terhindarkan. Perang fisik terjadi antara Kelompok Ekstrimis pendukung pemerintah dengan kelompok ekstrimis anti pemerintah.

Ujung-ujungnya rakyat yang sengsara karena perang antar kelompok ekstrimis itu. Perang fisik memperebutkan dan mempertahankan kekuasaan. 

Padahal kelompok-kelompok ekstrimis itu adalah kelompok yang dibentuk bukan karena ideologi tapi karena uang dan uang. Mereka jadikan alasan ideologi sebagai alat. Mereka dibayar oleh para pihak dengan tujuan menguasai ekonomi dan kekayaan suatu negara.

Sudah bukan rahasia lagi, ketika ada negara adidaya mengakui bahwa merekalah yang membangun kelompok ekstrimis itu. Padahal kelompok ekstrimis itu selalu bicara ideologi agama dalam berperang. Ternyata mereka dibentuk untuk merusak dan menguasai ekonomi

Kelompok-kelompok itu dibuat dan dijadikan alat untuk merusak. Kelompok-kelompok itu dibalut dengan label agama supaya masyarakat tertarik.

Ingat, Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan alam dan kekayaan pasar yang sangat besar! Negara ini jadi incaran banyak pihak. Indonesia memiliki bahan, memiliki produksi dan memiliki Pasar. Ini yang akan mereka rebut. Kelompok ekstrimis sangat bisa dijadikan alat.

Semoga bangsa ini dijauhkan dari kerusakan seperti yang terjadi di negara-negara lainnya. Bangsa ini bangsa yang beradab dan rasional.

Jangan mudah terprovokasi dan mendukung kelompok-kelompok yang menjual agama untuk politik. Lihatlah bangsa-bangsa lain yang hancur!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.