Breaking

Wednesday, 1 March 2017

Pak anies, sebenarnya gue dapat rumah atau gak sih!?



Pemikiran sederhana rakyat yang memilih Anies Baswedan pada putaran pertama itu begini...

Gue pilih Anies kemarin, karena Anies mau kasih gue rumah. DP dibayarin lalu gue bisa langsung tinggal di rumah baru. Nyicilnya murah lagi..

Gue gak milih Ahok karena Ahok ngasih gue rusun, gue bayar 300 ribu perbulan, walaupun bisa gue tempatin sampai ribuan tahun tapi gue gak bisa jual rusun itu. Kalau Anies berdasarkan janji kampanyenya, gue bisa jual rumah itu dan harganya makin lama makin naik. Gue putuskan pilih Anies..

Tapi setelah gue coblos Anies baswedan di TPS, gue sekarang jadi ragu, karena setelah gue lihat, ternyata ini hanya janji surga doang saat kampanye. Gue heran ketika Anies baswedan mengatakan dia tidak pernah bilang DP 0%, padahal gue milih dia karena dia mengatakan DP 0%.. ini aneh

Tapi gue agak terhibur ketika Anies baswedan bilang DP 0 Rupiah. Walaupun aneh tapi gue senang karena intinya gue gak perlu keluarkan uang. 

Belum lama gue senang, eh tiba-tiba ganti lagi, dari 0 Rupiah menjadi program pembiayaan.

Ini apalagi pak Anies baswedan? Sebenarnya gue dapat rumah atau gak sih?

Gue gak peduli mau namanya apa, tapi yang pasti gue dapat rumah tanpa harus bayar DP kan pak Anies baswedan? Sesuai janji anda dulu sebelum pemilihan. 

Gue milih pak Anies baswedan bukan karena kata-katanya keren, tapi gue milih karena gue bisa dapat rumah tanpa keluarkan uang DP.  Gue milih pak Anies baswedan karena rusun yang di kasih pak Ahok gak bisa jadi harta gue, sedangkan yang ditawarkan pak Anies bisa jadi milik gue..

Tapi gue masih berfikir positif bahwa ucapan pak Anies baswedan itu hanya istilah orang gedean aja, intinya tetap sama, gue dapat rumah tanpa DP.

Tiba-tiba berubah lagi, tapi ini bukan lagi berubah istilah, ternyata gue HARUS membayar DP! 2,3 juta perbulan selama 6 bulan!

Maaf pak Anies baswedan, gue gak kenal bapak, gue milih bapak bukan karena cinta sama bapak tapi karena bapak mau bantu kita dapat rumah dengan DP 0 %. 

Kalau berubah dari 0 % ke 0 Rupiah, berubah lagi ke program pembiayaan, lalu berubah lagi jadi rusun, walaupun aneh, gue gak masalah, Karena bagi gue dan yang lain itu gak penting, yang penting gue bisa dapat rumah, tanpa gue harus keluarkan UANG DP seperti janji pak Anies baswedan

Tapi kalau gue harus bayar 2,3 juta selama enam bulan, itu bukan 0 Rupiah atau 0% pak Anies baswedan! Gue merasa kecele memilih bapak.

Apalagi setelah gue memilih bapak, ternyata gue harus bayar cicilan rumah sebesar 2,3 - 2,5 juta perbulan selama puluhan tahun. Mana sanggup gue?

Gue ingat pak Anies baswedan mengatakan bapak ingin orang Jakarta punya rumah, jangan hanya kelas menengah atas, Warga kecil harus merasakan, harus punya rumah. Makanya gue sebagai rakyat kecil milih bapak agar gue dapat rumah. Tapi kalau harus bayar DP dan kredit 2,5 jt/bulan, itu bukan untuk gue pak, tapi itu untuk rakyat menengah pak.

Gue ternyata hanya dimanfaatkan bapak, agar supaya gue memilih bapak. Program 0 % bapak itu hanya akal-akalan ternyata..

Gue sekarang sadar bahwa gue gak boleh terbawa permainan politik pak Anies baswedan, ini untuk hidup gue, ternyata dijadikan main-mainan. Kebutuhan gue dapatkan rumah untuk tempat tinggal gue dan keluarga gue, ternyata cuma dijadikan alat kampanye. Ini keterlaluan..

Saran gue buat pak Anies baswedan, kalau mau berpolitik silahkan, tapi jangan permainkan kebutuhan dasar rakyat. Itu sangat hina..

Terus terang pak Anies baswedan, gue merasa kecele karena sudah memilih bapak. Untung bapak tidak menang langsung, ada putaran kedua. Kalau langsung menang, makin sengsara gue..

Gue sadar bahwa yang realistis dan bisa gue dan keluarga gue rasakan langsung itu adalah program pak Ahok. Ucapan dan tindakannya sama. Gue salah memilih Anies baswedan kemarin karena gue terbuai dengan janji. Ternyata baru ucapannya saja Pak Anies sudah tidak konsisten..

Putaran kedua ini gue akan memilih Pak Ahok, karena ucapan dan tindakannya sama. Gue gak merasa dibohongi dan riil gue dan keluarga gue bisa dapatkan tempat tinggal yang nyaman..

2 comments:

  1. Rumah DP 0%? Ternyata jadinya "DP 0% Tanpa Rumah". Konsep mbujuki Anis-Salah udin yg Ok-Oce: Ora Kece, ora Cetho.

    Makanya Putaran 2 tetap coblos No. 2 BAJA si tangguh dan cerdas bekerja, jujur, berpengalaman, pengadminitrasi keadilan sosial bagi seluruh kotak-kotak masyarakat yang ada di Jakarta.

    Dapet rusun dng sewa murah, KJP, KJS, ada dokter/klinik, transportasi, sembako murah, bina usaha, bantuan modal bagi hasil 80:20, juga ada RPTRA. Kurang puas apa lagi?

    ReplyDelete
  2. Program2 rayuan pulau kelapa dlm mimpi.setelah bangun naru sadar sudah kena obat tdr,dan susah memulai dr mna lagi. Ahok realiatis & yg penting komitmen!!

    ReplyDelete