PIMPINAN dan PEMIMPIN diantara orang-orang aneh dalam Pilkada


Orang-orang aneh itu ngak bisa membantah soal PEMIMPIN dan PIMPINAN, ada yang main judge pake ayat, disuruh jelasin gak bisa. Gak bisa jawab langsung menuduh orang lain kafir, munafik dan semua tuduhan lainnya untuk menutupi ketidakmampuannya menjawab.

Itu adalah cara aman orang-orang aneh menghindar. Saya tanya dimana kafirnya berdasarkan ayat, eh malah ngamuk-ngamuk. Sakit jiwa nih!

Saya bilang Ahok itu Pimpinan Daerah bukan Pemimpin Daerah. Boleh muslim jadikan dia PIMPINAN tapi untuk PEMIMPIN boleh tidak.

Kenapa saya bilang boleh tidak? Karena di Al-Maidah:51 masih jadi perdebatan para ahli agama. Biarkan itu urusan para Ahli agama. Jadi yang sudah judge soal Al-Maidah:51 itu artinya orang-orang sok tau yang sudah melampaui kewenangan para Ahli Tafsir ayat.

Gini deh, pakai aturan di Indonesia aja ya.. Yang pasti PIMPINAN dan PEMIMPIN itu dua hal yang berbeda. Dan orang-orang aneh itu setuju.

Saya tanya, silahkan buka di UUD 45, lalu cari ada tidak kata PEMIMPIN? Tidak adakan?.. yang ada adalah kata PIMPINAN. Kalau bicara kepala daerah, silahkan lihat di UU Pemerintahan daerah. Ada gak disebutkan PEMIMPIN? Yang ada adalah PIMPINAN..

Di negara ini ada Pimpinan daerah, Pimpinan DPR, Pimpinan Negara, Pimpinan KPK, Pimpinan Partai, Pimpinan Perusahaan dan lain sebagainya. Jadi kalau ada yang bilang kepala daerah itu PEMIMPIN apa dasarnya? Dari ayat Quran aja gak ada dari UU sebuah negara juga gak ada. 

Lalu apa dasarnya mereka mengatakan dilarang memilih kepala daerah non muslim? Dasarnya ternyata berdasarkan halusinasi saja. Selain halusinasi, tentu saja berdasarkan kepentingan politik. Apalagi jika yang ngomong orang partai, makin kelihatan anehnya..

Kenapa? 

Karena didaerah lain mereka mengusung kepala daerah non muslim dan tidak ada masalah, tapi di DKI mereka melarang. Inkonsisten kan? Karena kepentingan ingin kalahkan ahok, mereka bilang tidak boleh, tapi di daerah lain mengusung non muslim mereka bilang boleh-boleh saja.

Jadi masih mau bilang bahwa kepala daerah itu adalah PEMIMPIN? Didalam ajaran agama gak ada di aturan negara juga gak ada. Lalu dasarnya apa??

Dasarnya tentu adalah kalau bukan kebencian kosong, ketidakmampuan intelektual atau kepentingan politik.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.