Saya berikan 1 juta rupiah, Jika Fahri Hamzah bisa membantah penjelasan saya soal cuti Ahok..


Sangat disayangkan seorang Fahri hamzah yang anggota DPR yang juga wakil Ketua DPR, dimana DPR tempat dibuatnya UU ternyata tidak paham UU.

Ini beritanya..
"Semua yang dilakukan Gubernur DKI kampanye," kata Fahri Hamzah. Benarkah?" https://t.co/nE0g6rcDWI

Kenapa saya katakan Fahri hamzah tidak paham UU? Karena dia menuding Gubernur DKI melakukan Kampanye. Makanya saya bilang dia gak paham UU.

Begini.. Ahok itu sudah tidak lagi menjalani cuti, dia sudah kembali menjadi Gubernur setelah pemilihan berdasarkan perintah UU. Tudingan Fahri hamzah bahwa sekarang ini Ahok kampanye, jelas tudingan tanpa dasar. Karena tidak ada perintah UU ahok harus cuti lagi sekarang.

Di UU Pilkada tidak diatur soal Pilkada khusus dua putaran, semuanya satu putaran. Yang mengatur dua putaran itu di PKPU. Di PKPU, Tepatnya PKPU 6 Tahun 2016 tidak ada aturan terkait cuti untuk petahana. 

Jadi Fahri hamzah gunakan aturan yang mana?

Karena Fahri hamzah mengatakan Ahok berkampanye saat bekerja. Ketika ditanya ahok harus cuti, Fahri aminkan dan bilang sudah ada mekanismenya. Pertanyaannya mekanisme yang mana? 

Silahkan Fahri hamzah sebutkan di UU atau PKPU pasal berapa? Kalau ada, saya kasih Fahri 1 Juta Rupiah.  1 Juta rupiah itu sebagai tanda bahwa saya yang tidak paham UU dan PKPU. Tapi kalau saya benar, Fahri hamzah tidak perlu bayar saya, anggap saja saya sebagai rakyat mengajari Fahri hamzah agar paham aturan sebelum mengeluarkan statement. Dan ini gratis...

Silahkan Fahri hamzah bantah apa yang saya katakan ini. Saya rela kehilangan uang sejuta kalau ternyata dia bisa membantah.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.