Breaking

Monday, 6 February 2017

Walau ada seseorang yang memiliki 100 KTP di DKI, tidak bisa melakukan kecurangan. ini penjelasannya..


Soal KTP ganda yang menjadi viral dan menjadi pembicaraan banyak orang dalam Pilkada DKI ini, bisa saja benar dan bisa saja hanya Hoax. Kalau saya katakan Hoax, saya gak punya bukti mengatakan itu hoax. Jika saya katakan itu benar, saya juga gak punya bukti mengatakan itu benar. Jadi abstain..

Masalahnya sekarang adalah jika benar adanya KTP Ganda, apakah benar Data pemilih di KPU sesuai dengan KTP yang katanya ganda itu?

Coba cari NIK di KTP ganda itu dalam Daftar Pemilih yang dapat dengan mudah ditelusuri secara online. Ada apa tidak? Kalau tidak ada maka dipastikan KTP Ganda itu Hoax. Karena jumlah Kartu suara itu berdasarkan jumlah Data pemilih. Kasus ditutup..

Kalau ternyata benar ada NIK-nya sama dengan KTP ganda itu, maka ini mudah ditelusuri, bisa jadi orangnya pindah, dia buat KTP tapi yang lama masih berlaku. Jangankan di DKI, di daerah diluar DKI masih terjadi ada KTP ganda. Telusurinya mudah kok, wong KTP itu dari kelurahan. Selesai urusan, kasus ditutup..

Sebelum saya jelaskan, kebodohan dari banyak pihak yang mengatakan KTP ganda itu ada untuk melakukan kecurangan, tapi saya harus jelaskan dulu hal yang lain..

Begini, KTP Ganda itu oleh orang-orang aneh dan orang-orang bayaran dituduh bahwa itu perbuatan Ahok untuk menang curang dalam Pilkada DKI.

Pertanyaannya, bisa saja dan bukan tidak mungkin KTP Ganda itu dilakukan oleh Agus Yudhoyono atau Anies baswedan. Iya kan? Tidak ada yang tidak mungkin. Kalau ada yang bilang tidak mungkin Agus Yudhoyono atau Anies baswedan yang membuat KTP Ganda! Saya akan katakan, Loh!? Bisa buktikan tidak mungkin mereka yang melakukan itu?

Pasti mereka jawab, "Loh.. anda yang mengatakan Agus Yudhoyono dan Anies baswedan bisa saja jadi pelaku Penggandaan KTP, berarti anda yang harus buktikan!"

Ok.. Kalau begitu, karena kalian menuduh Ahok yang membuat KTP Ganda, berarti kalian harus buktikan itu perbuatan Ahok. Bisa gak? Pasti tidak bisakan?

Jadi siapakah pelaku KTP Ganda? Sangat mungkin pelakunya kelompok Agus Yudhoyono atau kelompok Anies baswedan kan? Iya kan? Kalau bicara kemungkinan-kemungkinan tanpa bukti. Atau bisa jadi emang gak ada, tapi diada-adakan. Tujuannya untuk membuat opini bahwa Ahok akan melakukan kecurangan.

Soal siapa pelakunya clear ya.. bisa jadi Agus, bisa jadi Anies atau bisa jadi Ahok. Atau memang bukan mereka bertiga, atau bisa jadi memang kemalasan oknum kelurahan saat buat KTP.

Clear ya..

Sekarang saya mau jelaskan tuduhan orang-orang bodoh itu bahwa dengan ditemukannya KTP Ganda, artinya itu ada indikasi kecurangan.

Pertama, yang bisa melakukan kecurangan itu adalah di data pemilih, bukan di KTP. Ingat, ini dua hal yang sangat berbeda. Data Pemilih dan KTP dua hal yang berbeda.

Orang yang namanya tidak ada di data pemilih tapi KTP nya ada sebagai warga yang punya hak pilih di sebuah TPS, dia boleh mencoblos tapi nanti setelah jam 12 siang. Itupun ada aturannya gak bisa tiba-tiba. Dia laporkan ke KPPS sebelum hari pencoblosan. KPPS-nya warga situ juga, dia pasti tau dan dicek ke data RT. Kalau tidak ada ditolak..

Jadi gak bisa ada orang bisa menclok sana-sini di beberapa TPS hanya bawa KTP lalu langsung bisa mencoblos 1 jam sebelum TPS ditutup. TPS ditutup jam 13:00

Jadi orang-orang konyol yang mempermasalahkan KTP Ganda dan menuding untuk melakukan kecurangan adalah orang-orang yang tidak mengerti apa-apa.

Kedua, data daftar pemilih itulah yang bisa menjadi alat untuk melakukan kecurangan. Makanya ada data pemilih sementara untuk di kroscek. Kalau ada Tim Paslon kerjanya menuding soal KTP ganda, itu tim goblok. Harusnya dia Kroscek soal data pemilih sementara, bukan KTP Ganda. 😄

Begini logikanya, di satu TPS ada 150 Pemilih, tapi di DPT ternyata 300 Pemilih. Maka jumlah surat suara yang dikirim ke TPS itu 300 surat suara.

Bukan cuma 300 surat suara tapi ditambah 2,5% dari total surat suara yang 300 itu. Fungsinya untuk mengganti jika ada surat suara yg rusak, juga untuk para pemilih yang tidak terdaftar di DPT tapi mereka adalah warga di RT di TPS tersebut. Itu fungsinya..

Jadi ada 308 surat suara yang dikirim ke TPS tersebut, padahal riil pemilih di TPS tersebut cuma 150 Pemilih. Disinilah kecurangan bisa terjadi! Selisih jumlah surat suara itulah yang bisa dipergunakan untuk menguntungkan salah satu calon. Dicoblos bukan di TPS..

Makanya saksi di TPS harus memegang alat bukti yang kuat. Sehingga tidak bisa dimanipulasi. Pola kecurangan ini bukan hal baru lagi..

Saya pikir cukup jelas ya, bahwa KTP Ganda itu sangat tidak bisa untuk melakukan kecurangan di Pilkada. Hanya orang goblok yang percaya itu. Sudah goblok karena percaya KTP Ganda bisa dipakai melakukan kecurangan, eh.. lalu menuduh Ahok yang melakukan. Itu Goblok permanen namanya.. hehehe..

Soal KTP Ganda adalah alat propaganda orang-orang bayaran yang memprovokasi orang-orang bodoh untuk menjatuhkan elektabilitas ahok. Padahal walaupun ada satu orang yang KTP nya ada 100 KTP, tidak akan berpengaruh apapun. Yang penting itu adalah data DPT. Itu yang harus di cek..

Lalu kalau ditemukan ada data DPT yang dobel, apakah itu pelakunya Ahok? Belum tentu, bisa saja Anies atau Agus kan? Namanya juga curiga dan tanpa bukti?

Mohon di informasikan kepada yang lain, agar tudingan orang-orang goblok itu dapat terpatahkan, dan Pilkada DKI berjalan dengan lancar.

Mohon maaf kalau ada kata bodoh dan goblok dari tulisan ini. Ini bukan bahasa emosi, tapi fakta dilapangan terkait permasalahan KTP Ganda ini.

1 comment:

  1. https://chirpstory.com/li/346435

    ReplyDelete