Breaking

Wednesday, 15 March 2017

Kalau Anies lahir dari orang tua beragama kristen, Kristenlah Anies! Kalau Ahok lahir dari orang tua beragama Islam, Islamlah Ahok!


Renungan bagi kita semua..

Yang menyalahkan ahok karena bukan Islam, saya tanya, Sejak kapan kalian masuk Islam? Kalian pasti tidak bisa menjawabnya. Coba kalian renungkan.. Kalian sadar ketika sudah dewasa, kalian sudah beragama Islam. 

Benerkan? Kalian disuruh sholat dan ngaji bukan disuruh ke gereja oleh orang tua.

Apakah Anies Baswedan yang memilih dia lahir dari orangtua berdarah arab? Apakah Ahok bisa memilih dia lahir dari orangtua berdarah tionghoa? Tidak kan?

Kalau Anies baswedan dilahirkan dari orangtua beragama Kristen, Kristenlah Anies! Kalau Ahok dilahirkan dari orangtua beragama Islam, Islamlah Ahok!

Kita pun begitu kan? Kita tidak bisa memilih lahir dari suku, bangsa dan agama apapun kan? Kita tidak bisa memilih lahir dia etnis mana. Lalu kenapa sekarang kalian hina etnis seseorang seolah-olah etnis itu adalah PILIHAN DIRINYA? Itu sikap barbar..

Coba renungkan.. apakah yang saya katakan ini salah? Kita menjudge perbedaan yang sudah diberikan oleh Allah. Kita jadinya menjudge Allah atas keputusanNYA dan apa yang Dia ciptakan. Manusia macam apa kita ini menjudge keputusan Allah?

Di agama saya, dalam Quran Allah mengatakan bahwa diciptakan manusia itu berbeda-beda agar bisa saling kenal mengenal. Kenapa ada yang mengaku beriman, berjubah seperti imam tapi menjudge suku, bangsa dan agama tertentu. Manusia macam apa itu?

Bhinneka tunggal ika mengadopsi ayat Quran bahwa kita berbeda-beda tapi tetap satu. Lalu kenapa mau kita rubah hanya untuk kaum tertentu?

Coba renungkan lagi, kita marah ketika ada pelarangan Jilbab di Prancis. Kita mengutuk dan berteriak jangan diskriminasi dan Sara. Tapi di Indonesia kita malah jadi pelaku diskriminasi dan sara. Coba kita renungkan, kita menjadi orang-orang yang tidak adil dan munafik.

Sikap kita ini adalah sikap yang menentang ketentuan Allah tentang perbedaan dan menentang ketentuan Allah tentang keadilan. Quran mengatakan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Dan kita menentang ayat itu.. 

Coba renungkan...

Ketika kita sudah merenungkan, kita pasti bertanya, lalu kenapa ada ulama yang ajarkan hal itu kepada kita? Bukankah mereka patut di ikuti?

Quran begitu banyak menjelaskan soal kaum munafik, bacalah itu dan kalian akan menemukan sifat ulama munafik itu secara terang benderang. Islam ajarkan bahwa ada yang namanya ulama Su', yaitu ulama sesat. Mereka itulah orang-orang sesat yang berpakaian seperti para alim ulama.

Tidak ada ulama yang mengajarkan kebencian dan mengajarkan hal diluar dari ketentuan Allah. Mereka adalah agen yang berkedok ulama. Kalau kita sampai terjebak artinya kita ikut menyekutukan Allah dan menentang keputusan Allah karena ikut keputusan agen berkedok ulama.

Mari kita renungkan.. buang semua keberpihakan, buang semua kebencian untuk sementara. Renungkan hal ini..

Kita lahir di dunia tidak bisa menentukan dari orang tua mana, agama apa, suku dan bangsa apapun. Saya rasa semua sepakat hal ini. Ketika kita membenci dan menjudge suku, bangsa dan agama tertentu, sama saja kita menentang firman Allah.

Renungkan.. apa kita selama ini ikuti Firman Allah atau mengikuti "Firman" Ulama sesat? Kita sudah mensekutukan Allah tanpa kita sadari..

Renungkan bagaimana kalau kalian ada di etnis dan agama tertentu yang kalian hina, bagaimana rasanya?

No comments:

Post a Comment