Untuk menguji kepastian hukum Al-Maidah:51, Tim ahok harus laporkan para pihak sebagai Penista agama.


Saya sudah jelaskan disini bahwa kasus Ahok itu cacat hukum karena tidak ada kepastian hukum. Harus dihentikan.

Ini penjelasannya..
"Kasus Ahok adalah kasus Telor dan ayam, sehingga cacat hukum. Duluan mana telor atau ayam?" https://t.co/qRwYQR2Kmb

Kalau masih diteruskan maka Timses Ahok dan pengacaranya bisa melaporkan para pihak dengan tuduhan yang sama yaitu penodaan agama Islam. Tim dan pengacara Ahok laporkan para pihak karena sudah menistakan Al-Maidah:51. Dari yang artinya Teman setia diganti dengan Pemimpin.

Al-Maidah:51 itu bicara tentang Teman setia, tapi para pihak bilang itu tentang Pemimpin. Artinya mereka merubah arti Ayat Quran. 

Kalau ada yang bilang Al-Maidah:51 itu bicara soal Pemimpin, Tim dan pengacara Ahok minta bukti legalitas Al-Maidah:51 itu bicara soal pemimpin. Kalau mereka hanya menunjukkan bukti arti Pemimpin di Quran, maka Tim dan pengacara Ahok juga punya bukti arti Teman setia di Quran. Dan arti teman setia di Quran milik Tim dan Pengacara Ahok, itu terjemahan Al-Quran dari kementerian agama. Terjemahan itu dari Kementerian agama zaman dulu hingga hari ini adalah Teman Setia. 

Kalau Tim dan pengacara Ahok melaporkan para pihak karena melakukan penodaan terhadap Al-Maidah:51 itu sangat kuat karena gunakan arti dari Kementerian agama.

Jadi nanti ada dua sidang atas kasus yang sama. Yang satu Al-Maidah:51 yang diartikan Pemimpin dengan terdakwa Ahok, yang satunya lagi sidang kasus penodaan Al-Maidah:51 yang diartikan Teman Setia dengan terdakwa para pihak yang akan dilaporkan Tim dan Pengacara Ahok.

Ini sebaiknya dilakukan oleh Tim Ahok untuk membuktikan bahwa kepastian hukum atas Al-Maidah:51 ini memang tidak ada. Kalau artinya teman setia, maka Ahok tidak salah mengatakan Rakyat di bohongi pakai Al-Maidah:51. Wong soal teman setia kok dibilang soal pemimpin?

Jadi mereka laporkan ahok soal Al-Maidah:51 versi pemimpin, Ahok laporkan mereka soal Al-Maidah:51 versi teman setia. Tim dan pengacara Ahok juga melaporkan penistaan agama karena gunakan Al-Maidah:51 untuk kampanye pilkada. Ini melecehkan..

Sudah arti Al-Maidah:51 diganti jadi Pemimpin, ayat itu dipergunakan juga untuk Pilkada. Jadi ada dua penodaan agama!

Ini satu-satunya cara menguji keputusan hakim jika mereka tidak mau menghentikan sidang yang tidak punya kepastian hukum itu. Semoga Tim ahok dan pengacaranya melakukan ini. 

Ini bukan hanya untuk Ahok tapi untuk selamatkan banyak orang dari kasus yang sama. Karena nanti setiap orang bisa mempidanakan orang lain atas dasar kebencian dengan menafsirkan ayat sesuka-suka mereka.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.