Kalau ucapan Zakir naik berubah, maka dapat dipastikan dia punya agenda busuk untuk merusak bangsa ini


Hehehe.. Kaum Al-Ngotot sibuk menginformasikan ke saya, kata mereka ada statemen Zakir Naik soal Al-Maidah:51 tidak boleh memilih pemimpin non muslim. Terus terang saya belum menonton dan membaca informasi itu, apalagi saya dikasih link website abal-abal, Jadi saya gak buka link itu..

Kalau benar informasi itu, maka dengan enteng saya katakan Zakir naik berbahaya, provokator dan orang yang tidak pantas dijadikan panutan umat. Karena ucapannya berbeda sebelum datang ke Indonesia, Ketika awal datang dan ketika hari selanjutnya dia ada di Indonesia.

Sebelum ke Indonesia Al-Maidah:51 masih Teman setia, lalu ketika datang pada hari pertama dia katakan tidak ada larangan memilih Pemimpin non muslim, Ketika dia mengetahui ada perdebatan Al-Maidah:51 Di Indonesia, dia merubah ucapannya sehingga masalah makin menguat dan dia sengaja untuk merusak kesatuan bangsa ini.

Dia merubah ucapannya agar konflik dan perdebatan ada terus. Entah apa tujuannya dengan merubah ucapannya sendiri, yang pasti tujuannya Negatif.

Jadi jelas ya, faktanya Zakir naik sebelum dan saat datang awal ke Indonesia tidak mengharamkan memilih Pemimpin Non Muslim.

Kalau seandainya benar dia berubah, kaum Al-Ngotot jangan senang, harusnya marah karena tujuan zakir naik bukan berdakwah tapi untuk merusak bangsa ini. Bukan malah dengan bangga menyebarkan Inkonsistensi Zakir naik untuk dijadikan pembenaran. Orang yang ingin merusak bangsa ini kok malah didukung? #SakitJiwa

Sekali lagi kalau benar ucapan Zakir naik berubah, maka dapat dipastikan dia memprovokasi rakyat untuk berlaku negatif dengan berlindung dibalik label agama..

Maka pantas dia ditolak di India negaranya, di Malaysia dan beberapa negara lain kalau benar dia merubah ucapannya sendiri.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.