Breaking

Tuesday, 25 April 2017

Konsep Indonesia sesuai ajaran agama, yang mau merubahnya dengan label agama dapat dipastikan anti agama.


Nama Indonesia itu sudah ada di penghujung Tahun 1800-an dan di Proklamirkan secara resmi sebagai bangsa merdeka pada proklamasi kemerdekaan. Indonesia itu dilahirkan berdasarkan kesepakatan antar suku, golongan, ras dan agama. Konsep negara pun berdasarkan kesepakatan bersama. 

Kenapa ada kesepakatan itu? 

Sebelum ada Negara Indonesia, di setiap daerah ada pimpinannya, entah namanya raja, sultan atau nama lainnya. Tiap daerah itu pun terbagi atas suku-suku dan setiap suku itu punya pimpinan masing-masing dan aturan masing-masing. Di setiap suku itu rasnya juga berbeda-beda, di setiap suku itu ada berbagai golongan dan di setiap suku ada agama yang berbeda-beda. 

Di zaman itu, namanya perang antar wilayah terjadi. antar raja memperebutkan wilayah itu terjadi sebelum ada bangsa ini. Antar kerajaan pun terjadi perang. Perang untuk memperluas area kekuasaan. Sejarah mencatat dengan baik peperangan zaman dahulu. Ketika Penjajah masuk, mereka menjajah semua suku, semua ras, semua golongan, semua agama dan semua kerajaan. Penjajah tidak tebang pilih. Penjajah itu tidak menjajah suku tertentu, ras tertentu, golongan tertentu dan agama tertentu. mereka mau kuasai pulau-pulau bukan suatu suku! Suku A dan suku B saling menyerang. Tapi suku A dan suku B sama-sama diserang oleh penjajah. 

Mereka akhirnya punya musuh yang sama. Kerajaan A dan kerajaan B saling menyerang, Tapi mereka sama-sama diserang oleh Penjajah. Mereka masih saling berperang tapi mereka juga harus memerangi penjajah dari bangsa lain. Tidak ada yang menang, yang menang adalah penjajah.

Akhirnya karena sama-sama dijajah, sama-sama menderita, maka semua suku, ras, golongan dan agama itu bersatu melawan penjajah! Perang saudara di hentikan dan mereka bersama-sama melawan penjajah. Tenaga, harta, jiwa dan raga, mereka korbankan untuk melawan penjajah. Penjajah datang untuk menguasai pulau-pulau dan kekayaan. mereka bukan datang untuk memerangi suatu suku, ras, agama atau golongan tertentu. 

Akhirnya semua bersatu melawan penjajah dan semuanya bersepakat membentuk persatuan ini ada di dalam sebuah negara dengan keberagaman yang ada. Mereka legowo untuk patuh pada kesepakatan dan tunduk pada aturan dalam sebuah negara bukan tunduk pada aturan kerajaan-kerajaan. Maka lahirlah Indonesia dengan membawa konsep Bhinneka tunggal ika. berbeda-beda tapi satu. 

Lahir Indonesia itu dari keberagaman. Orang-orang dari berbagai ras, suku, agama dan golongan bersepakat membuat sebuah negara yang bernama Indonesia. Orang-orang dari berbagai ras, suku, agama dan golongan menuangkan konsep negara dengan mengakomodir semua ras, suku, agama dan golongan. Jadi Indonesia itu adalah wadah yang mengakomodir semua kepentingan dari keberagaman dan perbedaan. Tepatnya, Indonesia adalah kumpulan perbedaan. 

Kalau kumpulan SEBUAH suku, agama, ras dan golongan, Namanya pasti bukan Indonesia. Sekarang ini... ada sekumpulan orang yang membawa konsep anti perbedaan. mereka memaksa mau merubah Indonesia jadi Monosia. Mereka mau merusak bangsa ini tapi berlindung dibalik label agama sebagai kamuflase agar kejahatan yang mereka lakukan tidak terlihat. Kita jangan sampai tertipu dengan kejahatan terselubung itu, karena agama manapun tidak mengajarkan kejahatan yang mereka lakukan. Semua agama mengajarkan perbedaan dan kesatuan dalam sebuah perbedaan. Dan itu ada dalam konsep Indonesia. Konsep Indonesia sangat agamis. 

Di agama saya, Islam. Nabi Muhammad mencontohkan bahwa dia tidak pernah membentuk dan pemimpin Negara Islam. Nabi Muhammad membuat Negara Madinah dengan konsep yang tidak jauh beda dengan Bangsa ini. Multikultural dan multiagama.. Jadi jangan mau dibodohi jika ada sekelompok orang yang mau merubah ideologi bangsa ini dengan berjubah dan bertopeng agama. Dapat dipastikan mereka anti agama dan para pelaku kejahatan. Karena agama dan nabi tidak pernah mengajarkan konsep mereka. 

Kalau ada orang beragama Islam mendukung kelompok itu, artinya mereka menentang ajaran Islam dan ajaran Nabi. Mereka dibodohi oleh para penjahat. 

Yang berkedok agama itu adalah orang-orang yang dibayar oleh pihak-pihak yang ingin menguasai ekonomi bangsa ini. Penjajahan gaya baru.. Bangsa kita dibuat sibuk dengan masalah agama sehingga para penjajah bebas untuk menguasai ekonomi di negara ini. 

Jadilah anak bangsa yang cerdas, jangan mau dibodohi oleh para CALO yang berkedok agama. Ini bukan soal agama, ini soal uang!

No comments:

Post a Comment