Nirvana, 1000 rocker dan radikalisme di Indonesia

Saking senangnya saya menemukan link video 1000 Rocker yang secara berjamaah memainkan lagu Smells like teen spiritnya Nirvana, saya Replay terus dan tidak terasa hampir satu jam sampai subuh saya mendengarkan video tersebut. 

Ini link videonya:


Keindahan dan kemegahan lagu tersebut semakin indah dan megah ketika dibawakan secara berjamaah oleh 1000 orang rocker ini. Saking menghayati video tersebut, saya jadinya berfikir, bagaimana 1000 orang ini bisa begitu kompak dan seragam ya? Saya tonton ulang lagi, kali ini saya ingin tau bagaimana caranya bisa kompak dan seragam 1000 rocker memainkan Smells like teen spirit ini? 

Ternyata karena ada seorang Dirigen yang berdiri paling tinggi dan memandu para rocker memainkan Smells like teen spirit. Juga pada intro dan melodi dimainkan hanya oleh satu orang gitaris saja. Ketika Gitaris intro memainkan partnya, Gitaris lain diam. Ketika gitaris melodi memainkan partnya, Gitaris yang lain secara berjamaah memainkan ritem. 

Memulai intro lagu secara bersamaan akan merusak aba-aba, karena pasti seperkian detik ada yang kecepatan atau kelambatan memulainya. Melodi juga begitu, Karena proses perpindahan satuan jari dari fret ke fret sehingga potensi lambat atau terlalu cepat sangat mungkin akan terjadi. 

Jadi kunci dari terciptanya kemegahan lagu ini bisa dilakukan secara berjamaah dikarenakan ada SEORANG Dirigen, SEORANG gitaris intro dan SEORANG gitaris melodi. 

Mungkin karena belum tidur dan sudah ngantuk, saya malah menyamakan kemegahan lagu Nirvana itu dengan Indonesia. Dirigen itu adalah Presiden, Gitaris intro adalah para Pembantu presiden, Gitaris melodi adalah kepala daerah dan 1000 Rocker itu adalah rakyat. Kalau Dirigennya ada dua, maka berantakan 1000 rocker itu bernyanyi dan bermain musik. yang terjadi, sebagian rocker sudah mulai, sebagian baru mau mulai. 

Smells like teen spirit diibaratkan Konstitusi negara ini. Semua rocker mengikuti musik, tempo dan lirik yang sama. Kalau gitaris intro sebagai aba-aba diperankan oleh banyak gitaris, maka para drummer tidak akan mungkin kompak melakukan pukulan awal dan permainan para pemain bas pun ikut berantakan karena mereka bingung, mau ikut pukulan drum yang mana? Kalau gitaris melodi diperankan oleh banyak orang maka Ritem akan berantakan dan saling sahut menyahut, kacau jadinya. Parahnya lagi jika Dirigen lain memainkan gerakan yang berbeda, maka akan berantakan lagu yang dimainkan oleh 1000 rocker itu. 

Jadi rakyat ikuti Pimpinan di negara ini sesuai dengan konstitusi negara ini, bukan malah ikuti para pimpinan radikal yang tidak sesuai konstitusi. Negara ini sekarang sedang diuji dengan masuknya paham-paham radikalisme yang ingin meruntuhkan kesatuan dan persatuan bangsa. 

Sudah jadi rahasia umum, Kaum radikal adalah orang-orang yang memang dibayar khusus untuk merusak. Tujuannya agar ekonomi bisa dikuasai cukong para kaum radikal itu. 

Lagu Nirvana sedang "tidak bisa" dimainkan di negara ini karena Dirigen, gitaris intro dan gitaris melodi sedang direcoki oleh dirigen dan gitaris lainnya. Sudah saatnya para rocker menendang Dirigen dan gitaris radikal keluar arena agar bisa memainkan musik secara berjamaah lagi. Mari mainkan kembali keindahan dan kemegahan Smells like teen spirit di negara kita tercinta ini secara berjamaah.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.