Breaking

Tuesday, 9 May 2017

Coba sebutkan negara mana yang menerapkan khilafah? pasti mereka tidak bisa menjawab. Ini halusinasi!


Orang-orang yang mendukung label Khilafah dan meragukan Pancasila dapat saya pastikan adalah orang-orang yang tidak paham apa-apa soal Khilafah. Coba tanya sama para pendukung label Khilafah, bisa tidak mereka sebutkan negara mana yang menerapkan Khilafah dan bagaimana kehidupan rakyatnya? Saya yakin 100% mereka bakal planga-plongo tidak bisa menjawab. 

Kenapa? 

Karena mereka memang sama sekali tidak tau jawabannya. Label Khilafah yang mereka gaungkan adalah halusinasi. Menghayal seolah-olah itu nyata. Pancasila yang nyata dibandingkan dengan halusinasi. 

Jadi jika ada saudara, tetangga, sahabat dan keluarga kita yang terhipnotis dengan label Khilafah, jangan berdebat dengan mereka. Karena kalau berdebat dengan mereka, yang ada ngotot-ngototan, mereka di doktrin untuk menganggap kita orang sesat yang membenci agama. Tanyakan ke mereka, sebutkan dimana salahnya Pancasila? apakah ada salah satu sila di Pancasila yang bertentangan dengan agama? Pasti mereka tidak akan bisa menjawab karena seluruh sila di Pancasila sesuai dengan ajaran agama. berani gak mereka salahkan sila pertama? 😄 Lalu minta mereka sebutkan, Negara mana yang menggunakan sistem dan ideologi Khilafah? minta mereka ceritakan bagaimana kehidupan rakyatnya. Pasti bengong! 

Orang-orang yang terdoktrin Insya Allah akan berfikir ulang, Pancasila ternyata sesuai ajaran agama dan Negara berlabel Khilafah ternyata tidak ada. Mereka selama ini di doktrin dengan cerita fiktif dan menanamkan kebencian bahwa yang menolak label khilafah adalah orang yang membenci agama.

Sekali lagi, jangan berdebat dengan orang-orang yang terdoktrin halusinasi label Khilafah, tapi buka pemikiran mereka bahwa mereka dibodohi selama ini. Semakin banyak kita membuka pemikiran mereka, maka perlahan tapi pasti radikalisme akan semakin menjauh dari negeri kita tercinta ini.

Sekali lagi, jangan berdebat dengan mereka yang terdoktrin. Tapi kita bertanya, sehingga mereka bisa mengalahkan diri mereka sendiri.

No comments:

Post a Comment