Breaking

Saturday, 3 June 2017

Kaum radikal menyebarkan slogan "Mualaf Pancasila" untuk membenarkan anti Pancasila. Hati-hati!



Slogan "Saya Indonesia, saya Pancasila" adalah bentuk perlawanan terhadap kaum radikalisme yang ingin menguasai Indonesia. Itu fakta.

Slogan dan sikap itu muncul karena ada sesuatu yang terjadi yang mengancam Pancasila dan NKRI. Rakyat bangkit bersuara menunjukkan identitas. Jika tidak ada hal yang mengancam Indonesia, tidak ada kaum radikal, maka tidak akan ada slogan dan perlawanan unjuk identitas itu!


Ada yang nyinyir dengan mengatakan "Mualaf Pancasila", "Sok Nasionalis" dan sejenisnya tanpa melihat kenapa muncul perlawanan identitas itu.

Pengikut Kaum radikal yang tadinya diam dan sebagian yang tiba-tiba berubah mendadak Pancasilais, kini punya alasan untuk tetap anti Pancasila. Pengikut Kaum munafik yang anti Pancasila, yang bingung agar terlihat aman, mendadak punya alasan untuk mengatakan mereka Pancasilais dari dulu.

Kaum seperti ini pernah ada di tahun 1928 saat sumpah pemuda. Sikap kaum itu sama dengan sikap nyinyir para anti Pancasila sekarang ini. Mereka adalah kaum anti kemerdekaan dan orang-orang yang mendapatkan keuntungan dari penjajah di negara ini.

Jadi jangan terpengaruh dan membenarkan nyinyiran kaum anti Pancasila. Perlawanan ini muncul karena ada yang ingin merongrong Pancasila. Mereka tidak ingin nasionalisme dan perlawanan itu muncul, makanya mereka membuat propaganda negatif terkait slogan Pancasila.

Ingat sekali lagi, bahwa tidak akan ada slogan itu kalau tidak ada kaum atau kelompok barbar yang ingin merongrong kedaulatan bangsa ini!

Jangan termakan propaganda mereka, tetap suarakan "Saya Indonesia, saya Pancasila!" Lawan kaum radikal!

No comments:

Post a Comment