Breaking

Monday, 19 June 2017

Rekonsiliasi dengan Rizieq adalah pintu masuk bagi siapapun untuk lolos dari jerat hukum


Membaca berita dan pernyataan Rizieq Shihab, Ini sudah jelas mengancam.. apalagi pakai kata revolusi. Negara tidak boleh tunduk pada ancaman-ancaman seperti ini..

Ini beritanya.. 
Rizieq Shihab: Pilihannya Rekonsiliasi atau Revolusi. http://bit.ly/2rEVKwF

Kalau bicara rekonsiliasi yang pada intinya untuk meninggalkan proses hukum yang sedang berjalan, maka ini bakal jadi preseden buruk ke depan.

Saya misalnya membunuh, karena saya punya banyak uang, maka saya bayar orang-orang untuk membela saya dengan membuat kerusuhan. Setelah terjadi kerusuhan, kemudian saya berikan ultimatum dan ancaman kepada pemerintah, hentikan proses hukum saya atau kerusuhan jalan terus?

Hukum akhirnya bisa diatur dengan kekerasan dan hukum akan tunduk dengan orang-orang yang mempunyai banyak uang. Apa jadinya kalau sudah seperti ini? Maka yang terjadi, orang-orang yang diproses hukum adalah orang-orang yang tidak punya uang saja. Mereka menerima nasib karena tidak bisa membayar orang.

Orang miskin membunuh, maka penyelesaian lewat hukum. Orang kaya membunuh, maka penyelesaiannya dengan rekonsiliasi. Orang miskin dijatuhi hukuman penjara melalui putusan pengadilan, sedangkan orang kaya melenggang bebas karena terjadi rekonsiliasi.

Bukankah setiap warga negara sama kedudukannya di mata hukum? Dimana keadilan jika perlakuan hukum ini berbeda?

Pemerintah sebaiknya tidak perlu mendengarkan maunya Rizieq karena dia bukan siapa-siapa di negara ini. Dia Hanya ketua ormas biasa.. Rizieq hadapi saja proses hukumnya, kalau tidak salah kenapa harus takut dan sudah suudzon terlebih dahulu dengan pemerintah? Santai aja lagi..

Sampai hari ini Rizieq adalah tersangka, dan tersangka itu baru disangkakan, belum tentu Rizieq salah, jadi kenapa harus ketakutan?

Kalau pemerintah ikuti maunya Rizieq, maka ini akan jadi pintu masuk bagi siapapun untuk bisa mengintervensi dan menekan hukum di Negara ini. Mereka akan bilang kalau Rizieq boleh rekonsiliasi, maka kami juga sebagai tersangka punya hak yang sama untuk tidak gunakan proses hukum.

Yang terjadi adalah kekacauan... Setiap orang yang mau lolos dari jerat hukum, akan membuat kekacauan, kemudian bargain dengan pemerintah.

Rekonsiliasi itu bagus untuk hal yang lain, tapi kalau untuk proses hukum, ini berbahaya dan membuka kran kekacauan di negara ini.

Pemerintah fokus saja pada proses hukum dan tidak ada tawar menawar. Ini negara hukum bukan negara tawar menawar.

1 comment:

  1. Perucuma sekreatif apa pun kita menulis, tak berdampak buat negeri ini,

    ReplyDelete