Breaking

Tuesday, 6 June 2017

Siapapun lawan Jokowi, itu teman mereka!


Orang sinting itu adalah orang yang menuduh orang lain bersalah hanya karena ketahuan dirinya mencuri. Gue rasa semua sepakat menyatakan itu perbuatan orang sinting. Atau orang itu menyalahkan tetangganya yang pulang malam sebagai penyebab adiknya yang di luar negeri meninggal. Sinting bukan?

Ini bukan statement emosional, tapi kata sinting itu memang kata yang dipakai untuk sifat seperti yang gue gambarkan tersebut. Perbuatan sinting ini ternyata dipakai juga di dalam dunia politik. Pangsa pasarnya adalah orang-orang bodoh. Namanya orang bodoh mudah percaya.

Misalnya gue dijadikan tersangka oleh polisi karena melakukan kejahatan, agar supaya gue bisa bebas maka gue salahkan saja Jokowi. 

Loh!? Kenapa gue tidak menyalahkan orang yang ikut terlibat kejahatan dengan gue? Kenapa harus Jokowi? Ini gak masuk akal, ini kan sinting? Karena gue butuh orang bodoh yang membenci Jokowi untuk membela gue. Orang bodoh itu mikirnya: Siapapun lawan Jokowi itu teman mereka!

Maka munculah istilah-istilah kriminalisasi terhadap gue. Jadi gue bentuk opini seolah-olah Jokowi mau kriminalisasi gue. Apalagi kalau gue dikenal sebagai tokoh agama, maka akan muncul istilah kriminalisasi tokoh agama. Jadi gue berlindung dibalik orang-orang bodoh itu.

Kriminalisasi dan memanfaatkan orang bodoh yang membenci Jokowi, adalah cara agar supaya kasus gue ini diselesaikan secara politik bukan hukum. Bukan hanya orang-orang bodoh, orang politik yang ingin jatuhkan Jokowi dan kelompok radikal yang ingin merubah ideologi bangsa, juga akan mendukung gue.

Mereka akan mendukung gue bukan karena peduli sama gue, karena bagi mereka gue sebagai amunisi tambahan untuk menjatuhkan Jokowi dan untuk merubah ideologi.

Polisi seharusnya tutup mata saja dengan berbagai alasan yang gue dan orang-orang bodoh keluarkan. Pakai kacamata kuda saja dan fokus!

Polisi hanya fokus pada kejahatan gue saja. Gak peduli alasan gue, gak peduli jubah gue dan gak peduli massa gue. Peduli pada hukum saja. Kalau polisi fokus ke situ, maka gue yakin perbuatan sinting itu gak akan lagi dipakai oleh penjahat-penjahat selanjutnya. harus lebih fokus.

Karena belum begitu fokus, maka gue gunakan saja kesempatan ini. Siapa tau gue bisa lolos dari jerat hukum. Iya gak?

No comments:

Post a Comment