Maaf Pak Prabowo, kalau begini, malah anda yang jadi bahan lelucon


Sebelumnya saya mohon maaf kepada Pak Prabowo, karena saya harus koreksi ucapannya berdasarkan UUD 45, agar tidak jadi lelucon berkepanjangan.

Ini ucapan Pak Prabowo:
Prabowo: "Presidential Threshold" Lelucon Politik yang Menipu Rakyat http://kom.ps/AFxvDK

Pak Prabowo katakan Presidential Threshold itu sama saja menipu rakyat. Mbok ya harus paham dulu sebelum bawa-bawa rakyat toh pak..

Pertama, Presidential Threshold itu tidak ada di dalam UUD 45, jadi tidak ada yang dilanggar di dalam UUD 45.

Kedua, di UUD 45 itu menyatakan bahwa Calon Presiden/Wakil Presiden diusulkan oleh Partai politik Peserta Pemilu, bukan oleh rakyat. jelas ya..

Jadi kalau bicara soal proses pencapresan tidak ada urusannya dengan rakyat. Sepenuhnya urusan Partai Politik dan KPU. Catat itu pak..

Saya ingatkan ini agar supaya pak prabowo tidak mengulangi ucapannya, karena nanti ditanya balik, bapak pasti kelabakan tidak bisa menjawab. Bahkan walau bapak kumpulkan semua pengurus dan anggota Partai Gerindra, tidak ada satupun yang sanggup menjawab hal itu.

Karena rakyat tidak punya hak menentukan dan mengusulkan calon, Jadi jangan berlindung atas nama rakyat untuk mencari pembenaran.

Saya tau, tidak semua ketua umum Partai paham hal ini, tapi setidaknya Pak Prabowo bisa recek, jangan terima langsung terus bicara di media.

Saran saya, Pak Prabowo harus ganti para pembisiknya, karena masukan mereka malah hanya mempermalukan bapak di publik.

Sekali lagi gawean proses pencapresan itu domain Partai politik peserta Pemilu, bukan rakyat, Jadi stop berstatement yang memalukan.

Semoga Pak Prabowo paham dan mau belajar untuk tau masalah baru bicara, karena sekarang ini bapak yang jadi bahan lelucon.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.