Investasi dana haji gak ada masalah dari dulu. Yang mempermasalahkan adalah orang-orang yang bertujuan negatif.


Ada polemik tentang dana haji, mereka bilang dana haji tidak boleh dipergunakan untuk investasi oleh Pemerintah. Ada yang pro dan ada yang kontra.

Kalau saya lihat di UU 34/2014 tentang pengelolaan keuangan Haji, tidak ada satu pasal pun yang dilanggar oleh pemerintah Jokowi. Nanti di lain waktu saya jelaskan berdasarkan UU. Sekarang saya mau perbandingkan saja dengan badan pengelola keuangan lainnya.

Dulu ada yang namanya Jamsostek, itu dana pekerja, dana umat juga, tapi kenapa gak ada yang ngamuk ketika dana itu dipakai untuk investasi?

Sekarang ini berubah menjadi BPJS. Itu jelas dana umat, Apakah BPJS harus izin dulu ke MUI dan peserta BPJS untuk Investasi ini dan itu? BPJS itu lembaga Nirlaba juga, sama kayak Pengelolaan keuangan Haji. Mereka melakukan investasi dari dana peserta BPJS juga.

Bagaimana dengan Bank? Apakah dana nasabah yang dipakai buat investasi ini itu oleh bank harus seizin nasabah dan MUI? gak kan? Bagi nasabah bank, dia simpan uang 10 juta, ketika dia perlu, kapan saja dia bisa ambil uang 10 juta itu baik dari ATM atau ke Bank langsung.

Kecuali ketika nasabah mau ambil dananya tidak bisa dgn alasan dana nasabah masih diinvestasikan, belum menghasilkan. Itu boleh ngamuk!

Bagi peserta BPJS, ketika dia sakit misalnya, dia bisa berobat ke rumah sakit sebagai peserta BPJS. Gak ada urusan dengan investasi. Atau ada peserta BPJS tidak bisa dilayani untuk sementara karena dana mereka sedang diinvestasikan. Itu boleh kita recokin soal investasi!

Atau ada informasi bahwa keberangkatan haji tahun ini dibatalkan, dikarenakan dana haji sedang diinvestasikan. boleh calon jamaah marah.

Orang setor dana haji niatnya untuk naik haji, gak ada urusan dengan investasi dan tetek bengek. Yang berisik itu kan yang punya tujuan politik.

Lalu LSM MUI itu legalitasnya apa urusin soal dana haji? soal umat? sejak kapan umat memberikan kuasa kepada MUI? LSM ini main klaim aja kerjaannya.

Jadi pesan saya kepada para pihak yang mempermasalahkan dana haji untuk investasi, silahkan kalian permasalahkan Bank dan BPJS juga.

Ini sebenarnya bukan soal dana haji. Dana haji hanya alat yg dipakai untuk menyerang Jokowi agar umat Islam membenci Jokowi. Sakit kan kelakuan seperti ini? Ini politik yang sangat-sangat hina. Demi nafsu dapatkan kekuasaan, segala cara dihalalkan. Bahkan urusan ibadah mereka jadikan alat juga.

Memprovokasi umat agar bereaksi dan membenci pemerintah. Ini sudah sangat keterlaluan, Bangsa ini mau dibuat rusuh demi nafsu kekuasaan.

Pesan saya kepada yang berisik, bisa gak untuk tidak memprovokasi umat dan agama? Ini sikap barbar yang sangat hina. Ini urusan ibadah..

Saya pikir cukup jelas ya, semoga bermanfaat sehingga masyarakat tidak terprovokasi adu domba ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.