Breaking

Monday, 3 July 2017

Jangan sampai pasal dalam RUU Musik hanya menjadi pasal basa-basi..


Menarik ketika para musisi mengajukan draft RUU Permusikan ke DPR dan mendapatkan respon yang positif dari DPR. Ini hal yang bagus.

Salah satu isu menarik di dalam industri musik adalah soal pembajakan. Dan memang itulah masalah yang paling mendasar di dunia musik.

Dari beberapa tahun lalu, tidak kurang-kurangnya kampanye anti pembajakan, tapi itu bagi saya adalah hal yang sia-sia saja.

Kenapa? Karena banyak aspek yang membuat hal itu menjadi hal yang sia-sia. Termasuk dari para pelaku di industri musik itu sendiri. Apalagi dengan semakin maju teknologi dan sudah tidak ada lagi batasan komunikasi antar daerah dan negara, ini juga salah satu aspek.

Jadi kalau masih gunakan pola kuno kampanye penyadaran, itu bagaikan menabur garam dilaut. sia-sia aja menurut saya..

Menurut saya ini moment yang sangat tepat untuk memasukkan berbagai hal penting dalam RUU permusikan. Manfaatkan moment ini. Jangan sampai isi dalam RUU hanya soal penegakan hukum saja, tidak diimbangi dengan regulasi yang menembus kemajuan zaman.

Pemikiran saya begini, apakah ada yang bisa menghentikan orang mendownload lagu dari internet? tentu tidak bisa..

Maka jangan sampai ada pasal soal larangan mendownload lagu di internet. Itu sia-sia karena orang punya hak untuk mendownload. Selain itu hak, juga ada puluhan juta orang akan diperkarakan. ini kan hal yang tidak masuk akal untuk dilakukan. sia-sia..

Yang harus dicantumkan dipasal dalam RUU itu adalah sanksi bagi oknum penegak hukum yang tidak menindak pembajakan. Yang harus dicantumkan dipasal itu adalah regulasi yang mewajibkan para pihak diluar industri musik untuk patuh pada UU ini.

Maksudnya bagaimana? Saya coba gambarkan disini maksudnya...

Seorang musisi melaporkan ke lembaga musik yang dibentuk, bahwa di situs X ada lagunya yang dipublikasi dan bisa di download. Maka dalam hitungan detik, laporan itu langsung masuk ke Kementerian komunikasi dan Informatika di bagian pembajakan. Dan dalam hitungan detik, alamat situs itu secara otomatis diblokir dan dalam hitungan detik juga, secara otamatis mengirimkan laporan bahwa laporan Nomor. sekian sudah berhasil dieksekusi.

Dalam hitungan 2 menit, semua laporan otomatis sudah dieksekusi. Jadi tidak perlu manusia yang melakukan, tapi memanfaatkan teknologi untuk memblokir situs yang dilaporkan oleh para musisi secara otomatis.

Lembaga musik yang dibentuk, juga melaporkan lokasi tempat penjualan lagu bajakan kepada pihak kepolisian. Dalam hitungan detik diterima pihak kepolisian di lokasi tempat pembajakan yang terdekat dan dalam hitungan menit mereka eksekusi.

Setelah dieksekusi, pihak kepolisian menekan tombol laporan sudah tereksekusi, sehingga laporan bisa diterima oleh lembaga musik dan musisi.

Tugas lembaga dan musisi kemudian adalah mengecek apakah lokasi yang mereka laporkan benar sudah dieksekusi oleh pihak kepolisian sesuai laporan? Kalau ternyata tidak, maka ada sanksi berat bagi oknum petugas yang membuat laporan palsu. itu wajib ada di RUU permusikan

Pasal yang sangat berat hukumannya juga dikenakan bagi para penjual dan pengedar lagu bajakan. Jangan dilepas. Harus bayar denda hingga milyaran rupiah plus hukuman kurangan. baik pemilik dan pekerja di tempat penjualan bajakan.

kalau sudah begitu, siapa yang berani menjual lagu bajakan? yang bekerja saja takut, yang pemilik usaha bajakan apalagi. Bahkan ketika dalam penggerebekan ternyata ada pembeli, maka pembeli itu juga ikut ditangkap karena membeli bajakan.

Ini pasti berhasil karena para penjual dan pembeli dihantui ketakutan tiap detik, bukan tiap menit!. Setiap orang yang melewati tempat mereka berjualan sudah menjadi ancaman bagi mereka. Takut dilaporkan..

Kemudian lagi hentikan penjualan lagu online. Tidak ada lagi penjualan Mp3 walaupun legal, semuanya harus berbasis CD.

Video klip di Youtube, tv dan radio sebagai alat promosi itu penting, tapi diawal, tengah dan akhir lagu dicampur suara promo, hingga tidak original. Jadi masih tetap bisa menikmati lagunya tapi sedikit terganggu dengan adanya suara promo di awal tengah dan akhir lagu.

Ini barat trailer film, kita bisa nikmati animasi film tapi bukan film full. Kalau mau nonton full ke bioskop atau beli DVD aslinya. Atau ibarat uang contoh. kita bisa lihat bentuk uangnya, tapi bukan uang asli, ada tulisan uang contoh di uang tersebut. Kalau mau uang asli maka bekerja agar bisa mendapatkan uang asli.

Jadi kalau mau menikmati lagu tanpa ada gangguan suara promo, maka dapat membeli Album dari lagu yang didengar di youtube, Tv dan radio.

Jika point-point ini dimasukkan dalam RUU dan menjadi UU, maka otomatis pembajakan akan menurun 95% ! itu pasti asalkan...

Pertama, Musisi punya tim sendiri atau kumpulan musisi patungan buat tim pencari situs dan tempat jual bajakan lagu mereka. Bahkan nanti bisa jadi akan muncul perusahaan penjual jasa pencari situs dan lokasi penjualan lagu bajakan.

Kedua, bekerja sama dengan para fans mereka untuk bantu melaporkan lokasi penjual bajakan dan situs bajakan ke tim mereka.

Ketiga, para label saling bekerja sama mengeluarkan album kompilasi single terbaik para musisi lintas label rekaman. Karena kekuatan para pembajak itu di kompilasi, maka label harus buat terobosan begitu juga, diluar album full masing-masing.

Keempat, Harga album yang dijual jangan terlalu mahal sehingga penjualan album bisa tinggi karena harga terjangkau.

Kelima, tingkatkan jual beli CD online. orang tanpa harus keluar rumah bisa membeli CD asli. Banyak orang yang malas pergi ke toko musik.

Ini yang membuat orang akhirnya tidak lagi mendownload musik tapi bisa mendapatkan CD asli dengan harga yang terjangkau. Apalagi jika ternyata untuk mendownload lagu yang diinginkan sudah sulit didapatkan di internet, maka mau tidak mau beli CD nya dan bisa pesan online.

Kalau hanya dengan kampanye kesadaran, itu tidak akan dapat menghentikan pembajakan. sekali lagi itu hal yang sia-sia.

Jika semua hal ini dimasukkan dalam UU, maka bukan hanya musisi yang bisa hidup tapi pendukung industri musik, hidup semua!

Jika masalah pembajakan ini sudah teratasi maka banyak hal yang bisa dilakukan didalam industri musik.

Tentu selain musisi lama dan baru juga orang-orang yang berkecimpung di industri musik bisa bergairah lagi, Proses untuk memperkenalkan musik Indonesia yang hebat-hebat ini ke dunia internasional, itu akan bisa dilakukan..

Maka para pekerja di Industri musik, manfaatkan dengan benar RUU yang sudah didukung oleh DPR ini..

Dan pola ini juga bisa digunakan untuk industri film dan industri dari berbagai karya anak bangsa Indonesia lainnya.

No comments:

Post a Comment