Kalau dibiarkan, maka label agama bisa mereka manfaatkan untuk menutupi kejahatan


Kalau gue buka Karaoke dengan nama Karaoke Islami atau karaoke syariah boleh gak? boleh aja kan? Supaya karaoke gue gak dianggap mesum..

Ternyata nama itu hanya akal-akalan gue, pada kenyataannya ada ruang khusus bagi bos-bos untuk berbuat mesum sambil karaoke. Lalu ketika akan ditindak, maka gue membayar para preman untuk membela gue dan menuding pemerintah tidak suka dengan usaha yang islami..

Gue menuding pemerintah anti Islam, anti usaha yang Islami, pemerintah malah ingin mendukung usaha yang tidak Islami. opini itu gue sebarkan.

Akhirnya orang malah fokus ke soal agama, mereka lupa masalah sebenarnya, bahwa tempat gue mau ditutup karena dijadikan tempat maksiat. Gue memanfaatkan label agama agar supaya gue bisa memanfaatkan orang-orang bodoh yang mudah dihasut kalau sudah bicara walau hanya label agama.

Gue sendiri bingung, kenapa orang-orang itu bisa menyamakan agama dengan tempat karaoke? bodoh memang, tapi mereka itu berguna buat gue..

Gue kepikiran akan buka kuliner dengan nama Kuliner syariah atau Kuliner Islami. Itu hanya kamuflase, aslinya tempat transaksi Narkoba. Kalau pemerintah macam-macam, gue teriak aja bahwa pemerintah tidak suka ekonomi Islam, ekonomi syariah. Gampang kan? dan bakal aman..

Cuma modal label, gue bisa bebas melakukan apa saja dan pasti akan ada yang membela. Simpel kan?

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.