Pengaturan dana Haji jangan samakan dengan Ibadah Haji. Hati-hati para oknum akan alihkan hal ini jadi masalah agama


Karena Isu dari penebar kebencian tentang dana haji sudah terpatahkan, Mereka frustasi dan coba lagi mencari celah agar tetap bisa menebar kebencian.

Karena investasi dana haji sudah ada dari dulu, oleh anti Jokowi coba ditimpakan ke Jokowi. Tapi terpatahkan..

"Investasi dana Haji gak ada masalah dari dulu. Yang mempermasalahkan adalah orang-orang yang bertujuan negatif"

Akhirnya mereka menyebarkan isu terkait pengelolaan dana Haji dengan hukum Islam, soal syariah, haram karena Haji adalah rukun Islam, dan sejenisnya. 

Daripada saya capek jelaskan satu-satu, saya jelaskan saja disini. Supaya yang lain tidak dibodohi oleh para penebar kebencian itu.

Dana Haji bukanlah ibadah. Makanya ada UU 34 Tahun 2014 yang mengatur pengelolaan keuangan Haji. Kalau PROSES ibadahnya gak ada di UU. Jadi mereka seolah-olah menyamakan pengaturan dana haji dengan pengaturan ibadah haji. Ini bahaya dan sangat sesat. Ini cara terbaru mereka.

Ada lagi bicara soal pengelolaan dana Haji sesuai Hukum Islam, Saya katakan saya bicara UU 34 2014, gak bicara soal pengelolaan secara Hukum Islam. Karena masih ngotot saya mengalah lalu minta mereka jabarkan Hukum Islam terkait pengelolaan dana Haji, Eh ternyata mereka tidak bisa menjelaskan sedikit pun.

Jadi lucu, ngotot soal hukum Islam untuk pengaturan dana haji, ketika dituruti, mereka ternyata tidak paham dengan keinginan mereka.

Ada yang bilang duit ibadah umat Islam ingin dinikmati juga sama agama lain. Nah kalau ini, hati-hati, ini tim yang dibuat khusus mengadu domba antar agama. Isu ini disebar oleh orang-orang yang mereka bayar untuk membuat opini negatif.

Investasi dana haji sudah dilakukan dari dulu. Sejak zaman SBY juga sudah dilakukan dan mendapatkan income dari investasi itu.

Silahkan baca disini.. ada bukti-buktinya lagi. (Terima kasih mas Harja Saputra)

"Dana Haji Sudah Lama Digunakan untuk Infrastruktur"

Nah, keuntungan dari Investasi itu kan dananya bukan hanya dari muslim saja, tapi ada juga non muslim. Nah apakah itu haram?

Kebodohan dibarengi dengan kebencian karena termakan propaganda dari oknum politisi, membuat mereka halalkan segala cara. Ada yang sok kelihatan bijak, tapi isinya ngawur. Ada yang kerjaannya sumpah serapah, ada yang model ini dan itu. beragam..

Tapi semua yang mereka opinikan adalah menyesatkan dan menyebarkan kebencian. Sebagai muslim kewajiban bagi saya untuk meluruskan hal ini. Belum lagi ada pihak-pihak yang memang dibayar untuk menyebarkan opini menyesatkan ini. Ini harus ada yang meluruskan.

Mereka menyebarkan kebencian menggunakan label agama, padahal yang dibicarakan soal Pengelolaan dana haji bukan soal ibadah hajinya.

Sekali lagi, ini bukan soal agama tapi soal pengelolaan uang. hati-hati para oknum akan mengalihkan menjadi masalah agama.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.