Breaking

Friday, 4 August 2017

Sebaiknya Prabowo meminta maaf kepada PDI Perjuangan, Jangan sampai menyesal di kemudian hari


Jika tidak ada pernyataan dari Prabowo yang memancing reaksi dari PDIP, maka tidak akan pernah ada pernyataan dari Arief Poyuono. Arief Poyouno membela Prabowo karena Prabowo dikritik balik oleh Sekjen PDIP, Sekjen PDIP mengatakan bahwa Prabowo kritik UU Pemilu karena berambisi untuk jadi Presiden.

Arief Poyouno membela MARWAH ketua umum Partai Gerindra dan dia berbicara dalam kapasitas sebagai Waketum Partai Gerindra bukan sebagai pimpinan organisasi buruh.

Arief Poyouno menyadari kesalahan ucapannya dan dia menyatakan meminta maaf kepada PDIP secara tertulis sebagai WAKETUM GERINDRA.

Jadi jelas ya dasarnya.., bahwa Arief Poyouno sedang melakukan "Kerja" sebagai Waketum Gerindra. Kontennya juga jelas soal Partai.

Lalu kenapa Arief Poyouno seperti "Dibuang" oleh Gerindra? Gerindra angkat tangan dan sepertinya ini dilempar jadi masalah pribadi Arief.. Kalau ada yang bilang, Gerindra sudah benar melakukan "angkat tangan" kepada Arief Poyouno terkait pernyataannya ke PDIP, ok.. kalau begitu Gerindra harus konsisten juga..

Kalau nanti isu lama soal Prabowo yang dikaitkan dengan peristiwa Reformasi tersebar, Gerindra tidak boleh bersikap membela Prabowo. Isu soal Prabowo adalah isu pribadi yang ada sebelum Partai Gerindra ada. Jadi jangan sampai Gerindra bersikap membela Prabowo nantinya jika ada isu kasus 98 dibuka lagi.

Kalau ada yang membantah dan bilang "oh tidak bisa dong kalau Gerindra angkat tangan terkait isu 98, ini Kehormatan dan nama baik Ketua umum!"

Loh..!? jadi kalau Wakil ketua umum tidak perlu dijaga nama baiknya?

Kalau mau dihitung-hitung, Apakah isu kasus Prabowo itu ada karena Partai Gerindra? tidak! karena isu ini sudah ada sebelum Gerindra ada. Jelas ya..

Kalau kasus Arif Poyouno, apakah ada hubungannya dengan Gerindra? Jelas ada! Kasus ini ada karena dia membela ketua umum Partai Gerindra, Prabowo!

Jadi apakah siap Gerindra tidak akan membela isu soal kasus 98 yang membawa-bawa nama Prabowo ? Kalau siap, ya jangan "bela" Arief! Kalau Gerindra gak siap, maka harus konsisten, harusnya Prabowo secara terhormat mengatasnamakan Partai meminta maaf terkait statement Waketum mereka.

Setelah itu Prabowo mau menegur bahkan mungkin mencabut posisi Arief dari Waketum Gerindra, itu soal lain. Itu sudah bicara mekanisme internal partai.

Bahkan kalau sampai laporan pihak PDIP akhirnya membuat Arief Puyono di pidana sekalipun, itu tidak ada masalah.

Tapi jangan sampai Arief Poyouno yang membela Ketua umumnya, malah di judge juga oleh Partai atau mungkin oleh Prabowo, dan diketahui publik lagi!

Pabowo dan Gerindra sebaiknya segera meminta maaf kepada PDIP, walaupun telat, daripada nanti menyesal kemudian hari. Dikemudian hari, kader-kader Gerindra bisa menolak untuk membela isu peristiwa 98 yang diduga Prabowo terlibat penculikan dan sebagainya.

Mereka akan bilang, itu urusan pribadi Prabowo bukan Gerindra! Perlakuan ini kami lakukan juga pada Arief Poyouno!

No comments:

Post a Comment