Kritik Jokowi ketika dia salah dan bela dia ketika dipersalahkan


Di Media sosial saya menulis tantangan seperti ini:

Ayo kalau ada politisi atau buzzer yang mau publish kelemahan Jokowi, silahkan mention ke saya, pasti bisa saya bantah... 
Dari pagi ketika saya publikasi hingga malam, gak ada buzzer dan politisi anti jokowi yang berani dan berhasil memaparkan kelemahan Jokowi. Mereka malah sibuk publikasi rekam jejak gue ketika gue kritisi jokowi, dan mereka pikir itu hal yang baru sehingga rame-rame fokus ke situ dan tidak menjawab tantangan gue.

Gue tertawa dan gue bilang salah besar kalau buka rekam jejak gue, karena tidak akan berpengaruh apapun. Banyak yang tau sikap gue, kalau gue anggap perlu dikritik ya gue kritik, siapun dia termasuk Jokowi.

Tapi ketika orang yang gue kritik keras melakukan hal yang benar tapi dicari-cari salahnya, maka gue tidak sungkan-sungkan membela orang yang gue kritik itu.

Jangan kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil. itu kutipan ayat Quran yang gue pakai hingga detik ini dalam bersikap. 

Rekam jejak gue kritisi keras Ahok dan rekam jejak gue bela ahok ada! rekam jejak gue kritisi keras Jokowi dan gue bela jokowi juga ada. Itu fakta. Rekam jejak gue bersikut-sikutan dengan pendukung Jokowi-ahok ada, rekam jejak gue membela dan bersatu dengan mereka juga ada. Itu fakta..

Tapi semuanya ada dasarnya, bukan karena asal bicara hanya karena ingin menyerang membabi-buta. Ada dasar UU dan peraturan lainnya ketika gue mengkritisi Jokowi atau ahok dan juga pendukung mereka. Gue kritik Jokowi kalau salah, tapi faktanya hari ini dia kerja benar, maka gue wajib bela..

Rekam jejak permainan agitasi dan propaganda gue baik dengan pihak pendukung Jokowi-ahok maupun pihak yang anti Jokowi-ahok ada. Konyol-konyolnya juga ada, itu fakta..

Jadi, salah kalau orang membuka rekam jejak gue dan berharap gue akan membantahnya hehehe.., karena gue bakal akui bahwa itu memang gue, emangnya kenapa?  

Yang kenal gue secara pribadi tau siapa gue. Gue di dalam kelompok gue sendiri, gue berani membela lawan dihadapan kawan-kawan sekelompok gue, Gue membela lawan ketika lawan melakukan hal yang benar tapi kelompok gue mencari-cari kesalahannya. Gue gak peduli mau mereka mau suka atau gak.

Jadi gue masih menunggu, siapa yang bisa publish kelemahan Jokowi, gue pasti bisa bantah. Karena gak ada yang sanggup tunjukkan. Kalau berharap gue diam karena dibuka rekam jejak gue, sayang duit para cukong membayar buzzer.. sia-sia saja, karena ketika rekam jejak gue kritisi Jokowi - Ahok dibuka, gue bakal ngakuin kok, gak bakal gue bantah. hehehe..., kan harapannya agar gue bantah karena malu lalu gue diam. Sayangnya gue malah mengakui dan tidak membantah. hehehe...

Dan sayangnya lagi, tidak ada yang sanggup menunjukkan kelemahan Jokowi...

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.