Apa sikap kita kalau pemerintah Myanmar menolak saran Indonesia?


Setiap gue tanya, kalau seandainya myanmar tidak mau mendengar saran Indonesia, lalu kalian mau negara ini bersikap apa? Perang gitu?

Tidak ada yang bisa menjawab, karena mereka memang tidak tau apa yang harus dilakukan kalau myanmar menolak saran Indonesia.

Lucunya, ada pihak yang terus mendesak agar pemerintah bersikap tegas kepada Myanmar dengan mengusir Dubes myanmar dari Indonesia, tapi mereka juga mendesak pemerintah untuk membantu warga rohingya di myanmar.

Loh!? gimana mau bantu kalau dubes myanmar diusir? 😄😄

Ada lagi yang sok tau mendesak pemerintah untuk melawan myanmar, sambil membawa-baws pembukaan UUD 45. Seolah-olah Rohingya jadi kewajiban kita.

Kalimat "Ikut melaksanakan ketertiban dunia" oleh mereka diartikan Indonesia wajib ikut jadi polisi dunia. Lalu mendesak pemerintah. ini kan konyol! Padahal kalimat "Ikut melaksanakan ketertiban dunia" adalah, dengan dibentuk negara Indonesia, maka kita ikut menjadi bagian dari tertib dunia.

Jadi kembali ke awal pertanyaan, kalau Myamar menolak semua saran Indonesia, lalu kita mau apa? perang dengan myanmar atau bagaimana? Apa mau demo berjilid-jilid di Indonesia? atau bikin rusuh di Indonesia?

Yang berbuat myanmar kenapa yang rusuh di Indonesia? sakit jiwa kan?

Kalau mau demo berjilid-jilid atau perang, langsung saja ke Myanmar, jangan bikin rusuh di Indonesia dan jangan bawa-bawa nama Indonesia. Ilegal aja. Boro-boro mampu berangkat ke Myanmar, beli rokok aja ngeteng, itu pun ngutang. Kalaupun berangkat, sampe sana langsung ditangkap. 😄

Makanya, lebih baik kita support apa yang sedang dilakukan pemerintah. Kalau mau beri bantuan, titip ke pemerintah, gak perlu sok jadi robinhood, lalu pamer sana-sini. Karena pemerintah punya akses langsung dan tentu saja kita bisa terhindar dari penipuan-penipuan yang berlabel bantuan kemanusiaan.

Demo berjilid-jilid, teriak dan memaki-maki sampai urat leher putus pun, tidak punya pengaruh berarti bagi Myanmar dan rakyat Rohingya. Yang dibutuhkan rakyat rohingya bukan simpati dan makian tapi sikap nyata yang bisa menyelesaikan permasalahan di negara mereka.

Jadi.. apakah kita harus memerangi myanmar dan berefek pada keamanan dan kenyamanan rakyat? Tentu pemerintah tidak bodoh. Pemerintah tau bahwa tujuan mereka bukan untuk rakyat rohingya, tapi memanfaat isu rohingya untuk merusak NKRI..

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.