Tujuan mereka adalah melengserkan Jokowi melalui sentimen agama di kasus Rohingya


Masalahnya ada di Myanmar, pelaku dan korban adalah pemerintah dan juga rakyat myanmar. Lalu dimana posisi Indonesia? Posisi Indonesia adalah sebagai sebuah negara yang peduli dengan kemanusiaan. Posisi Indonesia hanya itu, tidak lebih.

Boleh gak kalau Indonesia tidak turut serta memikirkan masalah Myanmar? boleh dan sangat boleh, tidak ada pelanggaran apapun.

Ada yang bilang bagaimana dengan pembukaan UUD 45? yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia? saya bilang baca yang benar. Itu isinya, dengan kita menjadi sebuah negara, maka kita ikut menjadi bagian dari tertib dunia. Bukan malah kita ikut menjadi polisi dunia.

Posisi Indonesia berdasarkan UUD45 itu ibarat sunah, kalau tidak dikerjakan tidak dapat pahala, kalau dikerjakan mendapatkan pahala.

Kalau Jokowi diam dan tidak mau terlibat dalam permasalahan Myanmar, apakah dia melanggar Konstitusi? tidak!

Fakta yang terjadi, tanpa perlu banyak gembar-gembor Jokowi malah terus melakukan diplomasi dengan Myanmar. Bukan hanya hari ini, tapi sejak ada pengungsi Rohingya yang mencari suaka ke Indonesia hingga detik ini, pemerintah terus bantu warga Rohingya.

Ingat sekali lagi.. Ini bukan tanggung jawab dan kewajiban pemerintah, tapi pemerintah melakukan ini karena alasan kemanusiaan saja. Apa yang dilakukan pemerintah, sudah sangat lebih daripada apa yang dilakukan oleh semua negara di dunia ini terhadap Rohingya.

Negara yang lain kerjaannya hanya mengecam tapi tidak ada tindakan nyata. Erdogan saja cuma sibuk berkoar-koar tapi pelaksanaannya nol. Indonesia di puji dunia sebagai negara yang konsisten dan punya kekuatan diplomasi yang baik sehingga bisa diterima myanmar.

Sampai disini clear ya.. Pemerintah sudah melakukan lebih dari ekspektasi. Hanya orang yang sakit jiwa yang mengecam sikap pemerintah.

Ternyata ada oknum (Kalau tidak mau dibilang bangsat) yang menuding pemerintah tidak melakukan apa-apa dan tidak peduli. Selain itu para oknum menjadikan masalah rohingya masalah agama, untuk merusak kerukunan umat beragama di Indonesia.

Maaf, sudah tidak ada kata lain yang layak untuk dilabelkan kepada para oknum yang melakukan hal itu. Selain kata bangsat. Dan mereka itu ada disekitar kita. Kerjaannya menyalahkan Jokowi dan menyebarkan kebencian terhadap agama tertentu.

Mereka yang menyalahkan Jokowi adalah kelompok yang sama dengan yang menyebarkan kebencian terhadap agama tertentu. Satu pabrik..

Apakah para oknum itu bertujuan untuk membantu rohingya? 100% tidak! tujuan mereka hanya ingin lengserkan Jokowi melalui sentimen agama.

Jadi jika ada disekeliling kalian melakukan itu, mau dia pejabat sampai dengan penjahat, katakan dengan lantang, Bangsat kau!

1 komentar:

  1. kutipan :

    Ya hal yg paling masuk akal dari isu Rohingya yg dilebih2kan/digoreng oleh media seperti sekarang (seperti beredarnya ratusan foto2 hoax pembantaian) adalah negara ke 3 tertarik mengeksplor SDA myanmar yg kaya batu permata & minyak, namun myanmar sendiri tertutup

    Btw yang ngarep Aung Suu Kyi bela rohingya:

    sama aja kyk suruh Duterte bela isis rebut marawi,
    atau suruh Jokowi bebaskan OPM/GAM memisahkan diri dari NKRI,
    atau suruh Indo memerdekakan freeport papua/ tambang batubara kalimantan mjd milik asing
    atau suruh Pak Harto bebaskan PKI/DI-TII rebut NKRI

    Genocide tidak pernah terjadi, yang ada konflik antar suku & militan separatis rohingya vs militer myanmar yg korbannya dari kedua belah pihak, coba bayangkan klo memang terjadi genocide populasi rohingya ga bakal meluber sebanyak sekarang (ratusan ribu - jutaan populasi, bahkan siklus pertumbuhan rohingya mengalahkan pribumi rakhine myanmar sendiri/ satu keluarga rohingya bisa lebih dari 5 anak!). Sedangkan sejarah awal masuknya bengali (cikal bakal rohingya) ke rakhine arakan cuma bbrp saja

    Parahnya lagi sebagian besar penduduk rohingya tidak bisa bahasa myanmar, selama ini mereka berkomunikasi dgn bahasa bengali atau bahasa bangladesh

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.