Breaking

Sunday, 3 December 2017

Sering dengar bela Islam? awas salah doktrin! ini harus diluruskan


Saya harus menjelaskan kesalahpahaman dan ketidakmengertian beberapa pihak yang selalu meneriakkan bela Islam atau membela Islam. Ketidakmengertian ini membuat orang yang belum paham tentang Islam akhirnya berfikiran seperti orang yang tidak paham tapi teriak bela atau membela Islam.

Saya mencoba menjelaskan dengan bahasa yang mudah di mengerti agar supaya orang tidak rumit untuk memahami penjelasan ini…

Di media sosial saya sering membaca komentar bahwa yang penting mereka bela Islam daripada yang tidak membela Islam. Dan rata-rata mereka emosional dalam menanggapi pandangan dari beberapa orang yang tidak sepaham dengan mereka. Ini akibat kesalahan doktrin yang disebarkan oleh orang yang tidak paham juga sehingga orang yang tidak paham bertindak di luar dari ajaran Islam itu sendiri. 

Islam itu apa sih? 

Islam itu adalah agama. Agama itu apa? agama itu adalah ajaran atau aturan. Jadi Islam itu adalah ajaran agama. Ajaran agama itu adalah pedoman bagi penganut agama untuk menjalani kehidupan di dunia. Ada banyak agama di dunia ini, ada Islam, Kristen, Budha, Hindu, Khonghucu dan lainnya. Dan setiap orang bebas mau menganut agama yang mana, tinggal memilih. Bahkan orang tidak memilih untuk beragama pun boleh-boleh saja. 

Ajaran agama tidak bisa menghukum, karena ajaran agama bukan hukum karena ajaran agama adalah SUMBER Hukum dari sebuah negara. UUD 45,  UU dan aturan dibawahnya, bersumber dari ajaran agama dan adat istiadat yang sudah menjadi bagian dari aturan yang ada di masyarakat. Tentu saja hukum yang bersumber dari adat istiadat, yang diambil sesuai dengan norma agama. 

Artinya membela Islam atau bela Islam adalah membela ajaran Islam. Misalnya seperti apa? Misalnya, Ajaran Islam memerintahkan untuk berpuasa, lalu pemerintah membuat aturan melarang orang berpuasa di bulan Ramadhan. Maka boleh orang melawan pemerintah, karena aturan yang di buat sudah tidak sesuai dengan Konstitusi UUD 45, karena pemerintah mengganggu ibadah umat Islam. Itu namanya bela atau membela Islam! bahkan sampai kontak fisik pun, tidak ada masalah..

Ajaran Islam perintahkan untuk sholat bagi umat Islam. Kalau seandainya ada yang tidak sholat, apakah boleh kita memaksa orang untuk sholat? Bahkan memukul orang itu agar sholat atas nama membela Islam? Karena di ajaran Islam memerintahkan untuk sholat, wajib sholat. Tentu saja tidak boleh, karena tidak seorang pun di dunia ini yang berhak untuk menghukum atau menindak orang yang tidak sholat.

Loh!? katanya membela ajaran Islam, kenapa yang satu dibolehkan melawan tapi yang satu tidak boleh melawan?

Karena yang satu adalah pemerintah melarang penganut agama Islam melaksanakan perintah agama. Sedangkan yang satunya lagi adalah, walau tidak ada larangan dari pemerintah tapi penganut agama itu yang tidak mau menjalankan perintah agama. Jelas beda..

Di dunia, yang berhak membuat hukum adalah negara atau pemerintah. Kalau melanggar aturan yang di buat oleh pemerintah, maka langsung akan ada sanksinya. Kalau melanggar perintah dan ajaran agama, sanksinya adalah dosa dan hukumannya nanti ditentukan oleh Sang pencipta di akhirat. Tidak ada satu manusia pun yang bisa memberikan sanksi dan hukuman jika ada orang yang tidak berpuasa atau tidak sholat. Kalau sampai ada, itu namanya sakit jiwa, karena mengklaim sebagai Tuhan. 

Simpelnya adalah, Kalau melanggar hukum di Indonesia masuk penjara, kalau melanggar perintah agama masuk neraka.

Lalu kenapa sekarang banyak yang bilang bela Islam?

Saya kasih contoh, Pembantaian di Rohingya itu masuk kategori bela Islam atau tidak? tidak! loh, kok tidak? kan membunuh itu dilarang di dalam ajaran agama! 

Di ajaran agama Islam di larang berbohong dan di larang makan babi, tapi ketika ada orang berbohong dan makan babi apakah akan kalian perangi orang itu? belum lagi wajib sholat, apa kalian akan perangi orang yang tidak sholat? Jadi saya heran ketika masalah rohingya di bilang bela Islam. Ini jelas konyol… 

Kalau membunuh tidak ada dalam hukum dunia dan hukum di sebuah negara, maka tidak boleh negara atau kumpulan negara menindak. Ajaran agama sebagai sumber hukum melarang membunuh, dan larangan di ajaran agama itu di adopsi dalam sebuah UU atau di dalam aturan sebuah negara! Maka setelah menjadi UU, barulah negara boleh menindak orang yang membunuh!

Kalau pemerintah Myanmar melarang etnis rohingya sholat dan melarang berpuasa, itu baru boleh di bilang membela Islam! Karena ada perintah agama yang oleh pemerintah Myanmar tidak boleh dilaksanakan oleh penganut agama. Jelas itu kita harus bela Islam! 

Kalau pembuhunan etnis Rohingya, ya itu kejahatan kemanusiaan dan ada sanksi hukumnya bagi pemerintah Myanmar di dunia dan bisa jadi ketika meninggal akan mendapatkan hukuman di neraka. 

Lalu kalau ada yang bilang kami bela Islam karena ulama kami di kriminalisasi! Wah ini sangat berbahaya! Karena menyamakan Islam dengan Ulama mereka. Ingat ya ulama itu bukan jabatan formal.. baca di sini..

Dia pikir dia ulama

Di Islam itu ada yang namanya ulama su’ yaitu orang yang berlagak layaknya ulama dan berpakaian layaknya ulama, tapi kelakuannya sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam. Jadi kalau samakan Islam dengan ulama, artinya kalau ada yang namanya Ulama su’ berarti ada yang namanya Islam su’? Astagfirullah! 

Islam adalah ajaran sedangkan ulama adalah gelar yang diberikan oleh manusia kepada manusia. Ajaran Islam itu tidak akan pernah bisa berubah, sedangkan manusia bisa berubah. Jadi kalau membela ulama sama dengan membela Islam, itu jelas hal yang sangat berbahaya. Ini pelabelan dan doktrin yang sangat berbahaya dan sangat merugikan.. 

Kalau ada orang yang dianggap oleh sebagian orang adalah ulama, belum tentu bagi sebagian orang lain ulama, karena ulama itu hanya label dan pengakuan yang diberikan oleh orang per orang dan tidak terikat secara hukum. Jadi siapa pun bisa dianggap ulama oleh orang lain. 

Kalau Pemerintah membuat aturan melarang khotbah di seluruh Indonesia, melarang pengajian, melarang orang berpuasa, maka saya yakin semua orang akan turun ke jalan untuk melengserkan Pemerintah, bahkan termasuk orang yang beragama lain akan bergabung untuk menurunkan pemerintah. Kalau umat Islam turun ke jalan karena membela Islam, kalau umat agama lain karena pemerintah sudah ikut campur terkait ibadah agama di negara Indonesia. 

Tapi kalau pemerintah melarang satu dua atau sekelompok orang berkhotbah atau melarang satu dua tempat pengajian, itu di karenakan ada oknum yang memanfaatkan khotbah dan memanfaatkan pengajian untuk menyebarkan dan memprovokasi masyarakat melakukan perbuatan negatif. Itu boleh! Dan memang hak pemerintah untuk melaksanakan itu, karena akan merusak tatanan masyarakat dan tentu saja agama. Dan itu ada aturannya..

Itu sama saja seperti yang saya katakan di tulisan sebelumnya, saya cukup beli jubah tidak sampai 150 ribu di tanah abang, lalu saya akan dipanggil ustadz. Ketika saya menyebarkan hal yang menyesatkan dan ditentang pemerintah, pasti saya akan dibela oleh orang-orang yang tidak paham, hanya karena saya menggunakan jubah agamis. Saya akan bilang ini menghina Islam dan saya langsung di bela! Atau kalau saya melakukan tindak pidana, ketika saya akan ditangkap, maka saya teriak pemerintah anti Islam, Pemerintah tidak suka Islam! Dan bodohnya ada yang percaya! Saya yang bangsat kenapa jadi agama yang dibawa-bawa?

Ini tulisan saya soal membela orang karena jubah

Kalian tidak sadar, yang kalian dukung adalah Ulama Su'. Orang yang menjual agama untuk kepentingan dirinya.

Kasus Pidana kok didramatisir dan diarahkan menjadi masalah agama?

Ini masalah Pribadi saya, kenapa yang bermasalah dengan saya dibilang menistakan agama dan ulama?


Masyarakat harus mampu membedakan antara agama dengan penganut agama. Sikap negatif penganut agama tidak mewakili agama itu sendiri. 

Saya pikir cukup jelas ya…

Jadi kalau ada yang menyamakan orang dengan Islam, bisa jadi karena mereka tidak paham atau karena ada kepentingan untuk memanfaatkan kelompok masyarakat yang bodoh sebagai perlindungan dari sebuah kasus, mencari popularitas, untuk kepentingan politik dan untuk merubah ideologi negara. Hanya itu kemungkinannya, tidak ada lain lagi. 

Jadi paham ya, apa yang dimaksud bela atau membela Islam? Semoga ini bisa menjadi pencerahan..

No comments:

Post a Comment