Breaking

Saturday, 6 January 2018

Fahri Hamzah dilema, Di makan bapak mati, tidak di makan ibu mati..


Melihat pemberitaan di media terkait sepak terjang Fahri Hamzah yang terus berpolemik dari hari ke hari dengan PKS, saya jadi tergelitik untuk menanggapi. Siapa yang akan memenangkan pertarungan ini? Apakah Fahri Hamzah atau PKS? 

Walaupun untuk sementara skor 2-0 untuk kemenangan Fahri Hamzah di pengadilan terkait status keanggotaan Partai, tapi PKS masih melakukan perlawanan hukum dengan melakukan Kasasi terhadap putusan terakhir pengadilan yang memenangkan Fahri Hamzah. 

Saya tidak melihat apakah nanti peluang Fahri Hamzah menang 3-0 atau nanti malah PKS menang kasasi sehingga Fahri Hamzah harus angkat kaki dari DPR RI. 

Saya melihat ketika nanti Pencalegan, Pasti PKS tidak akan sudi memasukkan nama Fahri Hamzah sebagai Caleg dari PKS. Terakhir saya baca, PKS sudah menyatakan itu bahwa nama Fahri Hamzah tidak ada untuk caleg melalui PKS, Jadi kalau Fahri Hamzah akan maju lagi menjadi anggota DPR RI periode selanjutnya, dia harus menggunakan Partai lain. 

Walaupun beberapa bulan lalu ada statement Fahri Hamzah sambil berkelakar dia katakan mau jadi marbot aja tidak mau menjadi anggota DPR lagi, tapi bukan berarti Fahri Hamzah tidak akan menjadi Caleg lagi. Melihat sepak terjang Fahri Hamzah setahun belakangan ini, tentu saja kalau dibaca itu bagian dari “Kampanye” untuk bisa duduk kembali menjadi anggota DPR RI periode selanjutnya.

Dengan kondisi sekarang ini, PKS tentu berada diatas angin dan Fahri Hamzah dalam posisi dilema. Kalau dia kembali mencalegkan diri dari Partai lain, otomatis dia harus keluar dari PKS dan kasasi yang sedang dilakukan oleh PKS otomatis “dimenangkan” PKS, karena Fahri Hamzah keluar dari PKS dan bergabung dengan Partai Politik lain. Otomatis Fahri Hamzah juga kehilangan kesempatan mendapatkan uang kerugian dari PKS sebesar 30 Miliar.

Ingat, untuk menjadi caleg dari sebuah partai politik harus menjadi anggota partai politik yang mencalegkan. Kalau seandainya Fahri hamzah kembali menjadi caleg, misalnya melalui Partai Gerindra, maka dia harus menjadi anggota Partai Gerindra. Kalau dia sudah menjadi anggota Partai gerindra, maka dia bukan lagi anggota PKS. UU Parpol tidak membolehkan seseorang menjadi anggota Partai lebih dari satu Partai.

Kalau Fahri Hamzah maju lagi menjadi caleg, maka masalah hukum antara dirinya dengan PKS juga selesai. Pertarungan ini dimenangkan oleh PKS atas keinginan Fahri Hamzah sendiri. Dengan Fahri Hamzah maju menjadi caleg, maka diibaratkan Fahri Hamzah mengibarkan bendera putih tanda menyerah kepada PKS.

Kalau Fahri Hamzah bertahan dan tidak lagi mencalegkan diri, maka dapat dipastikan Fahri Hamzah tidak bisa menjadi anggota DPR RI untuk periode selanjutnya. Lalu apakah Fahri Hamzah bisa bertahan menjadi anggota DPR RI dari PKS sampai 2019 nanti? Belum tentu juga, kalau kasasi ini dimenangkan oleh PKS, maka Fahri Hamzah harus angkat kaki segera dari DPR RI, kecuali kalau Fahri Hamzah melanjutkan proses hukum ke tingkat selanjutnya. Begitu pun sebaliknya, kalau Fahri Hamzah menang maka PKS akan melanjutkan ke Proses hukum selanjutnya. Tapi tingkat selanjutnya tidak semudah seperti Kasasi.

Dilema bagi Fahri Hamzah, Kalau dia tidak mencalegkan diri maka dia tidak bisa menjadi anggota DPR lagi dan belum tentu bisa menang proses hukum dengan PKS. Kalau mencalegkan diri maka dia harus keluar dari senayan dan permasalahan hukum dengan PKS otomatis dimenangkan oleh PKS, karena legal standingnya sudah tidak ada.

Kalau ada yang bilang bahwa ada putusan MK yang menyatakan bahwa boleh anggota DPR menjadi caleg dari Partai lain dan tidak harus berhenti menjadi anggota DPR. Benar! hal itu ada dan dibolehkan tapi dengan syarat. 

Syaratnya itu kalau Partainya yang lama tidak menjadi peserta Pemilu untuk pemilu selanjutnya. Fahri Hamzah bisa menjadi caleg di Partai lain jika PKS tidak lolos menjadi Partai Politik Peserta Pemilu 2019. Kalau PKS menjadi Partai Politik peserta Pemilu 2019, tidak bisa Fahri Hamzah menjadi caleg dari Partai lain tapi masih menjadi anggota DPR RI dari PKS. 

Jadi sekarang ini walaupun skor 2-0 untuk Fahri Hamzah, tapi posisi PKS sekarang ada di atas angin. Fahri Hamzah dilema. Ibarat kata peribahasa, Bagai makan buah simalakama, dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu mati. 

No comments:

Post a Comment